Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

PU Percepat Penanganan Banjir Aceh Tamiang, 36 Alat Berat Dikerahkan

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 29 Desember 2025 | 16:16 WIB
PU Percepat Penanganan Banjir Aceh Tamiang, 36 Alat Berat Dikerahkan
Pemulihan jalan nasional di Aceh pascabanjir dan longsor. [Pu.go.id]
baca 10 detik
  • Kementerian PU mempercepat penanganan pascabencana banjir bandang Aceh Tamiang melalui mobilisasi personel dan penambahan alat berat.
  • Percepatan penanganan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor dengan pengerahan signifikan dari BUMN Karya sejak 28 Desember 2025.
  • Fokus utama saat ini adalah pemulihan aksesibilitas, pembersihan material terdampak, serta pengembalian aktivitas masyarakat seperti semula.

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan pascabencana banjir bandang di Provinsi Aceh di Kabupaten Aceh Tamiang. Salah satunya, dengan memobilisasi personil dan penambahan alat berat yang dilakukan secara masif untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

Langkah tersebut dibarengi kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan BUMN Karya guna memperkuat kapasitas penanganan di lapangan. Upaya ini diarahkan agar proses tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana berjalan lebih efektif.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menjelaskan percepatan penanganan bencana terus dilakukan melalui sinergi berbagai pihak. 

“Kami terus bergerak mengerahkan personel dan alat berat secara masif serta menggandeng BUMN Karya agar penanganan pascabencana di Aceh Tamiang dapat berlangsung lebih cepat dan efektif. Saat ini masih difokuskan pada pemulihan aksesibilitas, membersihkan kawasan terdampak, dan memastikan aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal,” ujar Dody kepada wartawan, Senin (29/12/2025).

Gerak Cepat Penanganan Banjir: Jembatan Teupin Mane Bireuen Kembali Terhubung
Gerak Cepat Penanganan Banjir: Jembatan Teupin Mane Bireuen Kembali Terhubung

Hingga 28 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah memobilisasi 36 alat berat dan 66 unit dump truck. Seluruh peralatan tersebut disebar di sejumlah lokasi prioritas di Aceh Tamiang.

Sebaran alat berat difokuskan untuk percepatan pembersihan material banjir dan longsoran, pemulihan akses jalan, serta penanganan fasilitas publik. Pekerjaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi dan tingkat kerusakan di lapangan.

Berdasarkan peta sebaran BPJN Aceh, alat berat ditempatkan di berbagai ruas dan titik strategis dengan kombinasi peralatan seperti excavator, dozer, loader, grader, beco loader, hingga dump truck. Kegiatan pembersihan kawasan perkotaan dilakukan secara berkelanjutan, baik di jalan nasional maupun jalan daerah.

Pada sejumlah lokasi prioritas, digunakan paket alat berat berkapasitas besar, antara lain 10 unit excavator, 1 unit dozer, dan 18 unit dump truck. Sementara di titik lain, kombinasi alat berukuran lebih kecil diterapkan agar dapat menjangkau area dengan akses terbatas.

Untuk lokasi yang sulit dijangkau peralatan besar, Kementerian PU mengoptimalkan pekerja padat karya. Dukungan alat berukuran kecil tetap disiagakan agar proses pembersihan berjalan efektif dan menjangkau seluruh area terdampak.

baca juga

Sejalan dengan permohonan dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian PU juga menggandeng sejumlah BUMN Karya untuk menambah kekuatan alat berat di Aceh Tamiang. PT Brantas Abipraya (Persero) mengerahkan 2 unit excavator dan 4 unit dump truck.

Dukungan juga datang dari PT Nindya Karya (Persero) dengan 1 unit excavator, PT Waskita Karya (Persero) dengan 4 unit excavator dan 11 unit dump truck, PT Wijaya Karya (Persero) dengan 2 unit excavator dan 4 unit dump truck, PT Hutama Karya (Persero) dengan 2 unit excavator, PT Adhi Karya (Persero) dengan 2 unit excavator dan 4 unit dump truck, serta PT Pembangunan Perumahan (Persero) dengan 2 unit excavator dan 4 unit dump truck.

Salah satu dukungan konkret BUMN Karya dilakukan oleh PT Wijaya Karya (WIKA). Perusahaan tersebut terlibat langsung dalam pembersihan bekas longsoran di Jalan Kuala Simpang Aceh Tamiang dengan 2 unit excavator, pembersihan fasilitas pendidikan di SDN 1 Karang Baru menggunakan 1 unit excavator, pengangkutan material dengan 2 unit truk, serta pembersihan fasilitas strategis di Pengadilan Negeri Aceh Tamiang.

Secara keseluruhan, hingga 28 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, Kementerian PU telah mengerahkan 811 personel di Provinsi Aceh. Jumlah tersebut terdiri atas 355 personel Satuan Tugas PU dan 456 personel BUMN Karya.

Selain personel, total 821 unit alat berat turut dimobilisasi untuk mendukung upaya tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. Rinciannya, 216 unit merupakan milik Kementerian PU dan 605 unit lainnya berasal dari dukungan mitra BUMN Karya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementerian PU Tancap Gas Pulihkan Sanitasi Pascabencana, TPA Rantau Disiapkan Permanen

Kementerian PU Tancap Gas Pulihkan Sanitasi Pascabencana, TPA Rantau Disiapkan Permanen

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 15:26 WIB

Jalur Langsa - Kuala Simpang Kembali Fungsional, Konektivitas Aceh-Sumut Berangsur Normal

Jalur Langsa - Kuala Simpang Kembali Fungsional, Konektivitas Aceh-Sumut Berangsur Normal

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 14:53 WIB

Cek Jembatan Kembar Margayasa Pascabencana, Kementerian PU Bakal Perkuat Tebing Batang Anai

Cek Jembatan Kembar Margayasa Pascabencana, Kementerian PU Bakal Perkuat Tebing Batang Anai

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 13:35 WIB

Terkini

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai

Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'

Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:22 WIB

Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?

Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:14 WIB

×