Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Purbaya Sentil BNPB karena Lelet Serap Anggaran Bencana, Dana Nganggur Masih Rp 1,51 T

Dicky Prastya

Selasa, 30 Desember 2025 | 17:28 WIB
Purbaya Sentil BNPB karena Lelet Serap Anggaran Bencana, Dana Nganggur Masih Rp 1,51 T
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (18/12/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya mengkritik BNPB karena lambat menyerap dana pemulihan bencana banjir Sumatra hingga sisa Rp 1,51 triliun.
  • Kemenkeu telah menyiapkan dana siap pakai dan siap mencairkan segera sesuai permintaan satu pintu dari BNPB.
  • Purbaya meminta BNPB segera mengajukan pencairan sisa anggaran Rp 1,51 triliun sebelum akhir tahun anggaran 2025.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) karena lambat menyerap anggaran pemulihan bencana banjir Sumatra. Sebab hingga tutup tahun, dana masih sisa Rp 1,51 triliun.

Mulanya, Menkeu Purbaya bercerita kalau Kemenkeu sudah menyiapkan dana tanggap darurat atau dana siap pakai yang disiapkan untuk BNPB. Ia menegaskan hanya mau menyalurkan dari lembaga tersebut apabila ingin dicairkan.

"Kami sudah ada dana siap pakai, dan cadangan bencana yang dikoordinasikan oleh BNPB. Jadi kita selama ini tahunya satu pintu, karena kami pusing kalau ada banyak pintu pak. Jadi BNPB minta ke kami, kami cairkan," katanya dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Bencana dengan K/L Daerah Terdampak yang disiarkan virtual, Selasa (30/12/2025).

Ia lalu heran karena permintaan BNPB untuk dana pemulihan bencana relatif kecil dibandingkan alokasi yang ditentukan Pemerintah. Padahal Purbaya sudah siap apabila permintaan mereka jumlahnya lebih besar.

"Jadi dana siap pakai dialokasikan ke tiga provinsi terdampak, cukup banyak. Sudah berapa ratus miliar yang asli, yang dianggarin asli BNPB-nya. Tapi mereka sudah minta tambahan ke kami, Rp 1,4 triliun. Ini masuk tanggal 18 Desember tahun ini. Ini untuk bencana Sumatra sebesar 650 miliar," beber dia.

"Sebenarnya saya mengantisipasi lebih besar dari itu, permintaan dari mereka. Tapi karena seperti itu permintaannya, ya kita alokasikan sesuai dengan permintaan," lanjutnya lagi.

Walhasil dana siap pakai atau dana darurat bencana itu masih ada Rp 1,51 triliun. Purbaya menekankan apabila BNPB membutuhkan tambahan dana, maka Kemenkeu bisa segera mencairkan anggaran tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa anggaran tersebut harus segera diajukan mengingat tahun anggaran 2025 akan berakhir 31 Desember besok. Purbaya tak ingin dana itu malah dipakai tahun depan.

"Jadi kalau besok atau hari ini, BNPB bisa mengajukan ke kami untuk pembayaran utang jembatan, besok bisa cair pak. Jadi uangnya ada, tinggal dipercepat. Jangan kalau bisa besok, hari ini hari ini pak, biar bisa dicairkan. Jangan sampai tahun depan. Kalau tahun depan anggarannya beda lagi," tuturnya.

baca juga

"Jadi saya enggak mau hangus tahun ini, tahun depan jadi berkurang. Jadi kalau bisa dihabisinnya tahun ini, tuh ada Rp 1,51 triliun," pinta dia.

Bendahara Negara mengaku menyesal kalau pertemuan dengan Satgas Pemulihan Bencana baru dilakukan hari ini. Apabila lebih cepat, Kemenkeu sudah bisa langsung menyalurkan anggaran tersebut.

"Jadi saya agak menyesal, ketemunya baru sekarang. Harusnya kalau sebelum-sebelumnya bisa saya percepat pak. Karena selama ini saya nunggu. Saya selalu heran, kenapa permintaan tambahannya lambat dan sedikit? Hitungan saya bisa lebih besar dari itu. Tapi karena saya kan memang di belakang ya, kita tunggu. Jadi mungkin itu bisa lebih dipercepat, kalau mau pak," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tito Karnavian: Anggaran Pemulihan Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar Capai Rp 59 Triliun

Tito Karnavian: Anggaran Pemulihan Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar Capai Rp 59 Triliun

News | Selasa, 30 Desember 2025 | 17:11 WIB

Purbaya Klaim Dana Bantuan Banjir Sumatra Rp 268 Miliar Sudah Cair ke 3 Provinsi

Purbaya Klaim Dana Bantuan Banjir Sumatra Rp 268 Miliar Sudah Cair ke 3 Provinsi

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 16:44 WIB

Kelakar Menkeu Purbaya Sentil BNPB di Rakor Aceh: Lu Pelit, Gua Kasih Duitnya!

Kelakar Menkeu Purbaya Sentil BNPB di Rakor Aceh: Lu Pelit, Gua Kasih Duitnya!

News | Selasa, 30 Desember 2025 | 16:31 WIB

Menkeu: Ada Rp1,51 Triliun Siap Pakai untuk Pemulihan Bencana, BNPB Segera Ajukan Sebelum Hangus!

Menkeu: Ada Rp1,51 Triliun Siap Pakai untuk Pemulihan Bencana, BNPB Segera Ajukan Sebelum Hangus!

News | Selasa, 30 Desember 2025 | 16:22 WIB

Dana Pengguna Indodax Hilang, Manajemen Buka Suara

Dana Pengguna Indodax Hilang, Manajemen Buka Suara

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 16:09 WIB

KSAD Ungkap Perjuangan TNI Kerja 24 Jam di Aceh: Pakai Dana Swadaya, yang Penting Jalan Tersambung!

KSAD Ungkap Perjuangan TNI Kerja 24 Jam di Aceh: Pakai Dana Swadaya, yang Penting Jalan Tersambung!

News | Selasa, 30 Desember 2025 | 16:04 WIB

Terkini

Waspada, Penipuan Digital Kini Terhubung dengan Pencucian Uang

Waspada, Penipuan Digital Kini Terhubung dengan Pencucian Uang

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:13 WIB

TB Hasanuddin Sebut Biaya Latsarmil KDMP Rp30 Juta per Orang, Total Hampir Rp1 Triliun

TB Hasanuddin Sebut Biaya Latsarmil KDMP Rp30 Juta per Orang, Total Hampir Rp1 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:09 WIB

Tak Perlu Dicicil Lagi? Ini Aturan Baru Pencairan Dana Pensiun

Tak Perlu Dicicil Lagi? Ini Aturan Baru Pencairan Dana Pensiun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:54 WIB

BEI Kejar 1.100 Emiten Baru, Indonesia Siap Tantang Bursa Saham Kelas Dunia

BEI Kejar 1.100 Emiten Baru, Indonesia Siap Tantang Bursa Saham Kelas Dunia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:30 WIB

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 23:05 WIB

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:31 WIB

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:04 WIB

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 21:34 WIB

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 20:07 WIB

Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh

Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

×