Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Catatan Akhir Tahun: Waspada Efek 'Involusi' China dan Banjir Barang Murah di Pasar ASEAN

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 30 Desember 2025 | 19:09 WIB
Catatan Akhir Tahun: Waspada Efek 'Involusi' China dan Banjir Barang Murah di Pasar ASEAN
Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Ekonomi China 'involusi' picu banjir barang murah ke ASEAN dan tantang industri lokal Indonesia.
  • Waspada perluasan 10 garis putus-putus China yang mengancam kedaulatan wilayah perairan Natuna.
  • Indonesia terapkan strategi hedging dan UNCLOS 1982 guna jaga keseimbangan geopolitik kawasan.

Suara.com - Dinamika domestik Republik Rakyat China (RRC) di sepanjang tahun 2025 diprediksi akan memberikan tekanan signifikan bagi ekonomi kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Fenomena ekonomi China yang dikenal dengan istilah ‘involusi’ yakni persaingan tidak sehat antarprodusen domestik di tengah kelesuan pasar menjadi alarm bagi ketahanan industri nasional.

Kondisi tersebut menjadi pembahasan utama dalam diskusi akhir tahun Forum Sinologi Indonesia (FSI) bertajuk “Refleksi 2025: Relasi China, Asia Tenggara, dan Indonesia” yang digelar di Jakarta, Senin (29/12/2025).

Ketua FSI, Johanes Herlijanto, Ph.D, menjelaskan bahwa kemerosotan ekonomi China yang diwarnai krisis properti, pengangguran, dan deflasi memaksa produsen Negeri Tirai Bambu mengalihkan pasar mereka ke Asia Tenggara.

"Banjir barang murah dari China adalah dampak yang sudah berlangsung di tahun 2025. Selain itu, masuknya investor China untuk menghindari tarif Amerika Serikat perlu diantisipasi dampaknya terhadap ketergantungan produk dan persaingan dengan pengusaha nasional," tutur Johanes.

Di sisi lain, tantangan keamanan di Laut China Selatan tetap membayangi. Indonesia diminta waspada terhadap potensi perluasan klaim sepihak China dari 9 garis putus-putus menjadi 10 garis putus-putus yang mengarah ke wilayah perairan Natuna.

Menghadapi hegemoni China yang kian kuat, para akademisi menyarankan Indonesia untuk menerapkan strategi hedging atau lindung nilai. Guru Besar Sinologi UI, Prof Tuty Nur Mutia, menyebut bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia tetap menempatkan China sebagai prioritas namun dengan kehati-hatian tingkat tinggi.

"Sikap pragmatis dapat dipertahankan selama tetap terukur dan tegas, khususnya dalam hal kedaulatan," tegas Prof Tuty. Strategi ini mencakup diversifikasi mitra strategis agar Indonesia tidak bergantung hanya pada satu kekuatan besar.

Senada dengan hal tersebut, Ahli Hubungan Internasional, Teuku Rezasyah, Ph.D, mengingatkan bahwa hubungan dengan China berada pada tataran kerja sama sekaligus kompetisi. Indonesia diharapkan tetap berada dalam koridor hukum internasional dan mempertahankan kebijakan politik bebas aktif.

baca juga

Diplomat madya Kementerian Luar Negeri, Victor Harjono, menekankan bahwa sebagai negara kepulauan, Indonesia harus menjadikan UNCLOS 1982 sebagai garda terdepan dalam diplomasi maritim. Selain aspek keamanan, diplomasi ekonomi jangka panjang Indonesia juga harus mulai memberikan perhatian khusus pada isu lingkungan hidup dan sosial agar investasi yang masuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dominasi Dua Dekade Berakhir Mobil China Diprediksi Lampaui Penjualan Mobil Jepang di Tahun 2025

Dominasi Dua Dekade Berakhir Mobil China Diprediksi Lampaui Penjualan Mobil Jepang di Tahun 2025

Otomotif | Selasa, 30 Desember 2025 | 15:06 WIB

Jembatan Krueng Tingkeum Dibuka, Aktivitas Ekonomi Bireuen Mulai Bangkit

Jembatan Krueng Tingkeum Dibuka, Aktivitas Ekonomi Bireuen Mulai Bangkit

News | Selasa, 30 Desember 2025 | 11:46 WIB

Oppo Reno 15c Kini Meluncur di India, Spek Berbeda dari Versi China?

Oppo Reno 15c Kini Meluncur di India, Spek Berbeda dari Versi China?

Your Say | Senin, 29 Desember 2025 | 19:25 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×