Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Proyeksi Harga TOBA di Tengah Aksi Buyback 790 Juta Lembar Saham

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:59 WIB
Proyeksi Harga TOBA di Tengah Aksi Buyback 790 Juta Lembar Saham
PT TBS Energi Utama Tbk [PT TBS Energi Utama Tbk]
  • Saham TOBA menghadapi tekanan jual kuat dan tren penurunan teknikal meskipun pendapatan tumbuh signifikan hingga Kuartal III-2025.
  • Manajemen TOBA mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp586,27 miliar hingga Maret 2026.
  • Proyeksi satu bulan ke depan menunjukkan harga saham diperkirakan stabil antara Rp740 hingga Rp800 karena aksi korporasi tersebut.

Sentimen Buyback 

Di tengah kondisi pasar yang tidak kondusif, manajemen TOBA mengambil langkah strategis yang cukup berani.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 Desember 2025, TOBA berencana melakukan buyback sebanyak-banyaknya 825,74 juta lembar saham atau setara 10 persen dari modal ditempatkan.

Anggaran yang disiapkan mencapai Rp586,27 miliar yang bersumber dari kas internal perusahaan.

Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan hingga Maret 2026. Menurut Hendra Wardana, Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, langkah ini merupakan salah satu yang paling agresif di sektor energi pada awal 2026.

Secara teoretis, buyback akan menyerap pasokan saham di pasar dan mencegah penurunan harga lebih dalam.

Dana sebesar Rp586 miliar tersebut diprediksi mampu menyerap sekitar 790 juta lembar saham pada harga rata-rata saat ini.

Hal ini memberikan sinyal psikologis bahwa manajemen menganggap harga saham perusahaan sudah terlalu murah (undervalued), sekaligus memberikan dukungan likuiditas untuk menahan panic selling.

Proyeksi Harga Satu Bulan ke Depan

Dengan adanya variabel buyback ini, berdasarkan analisis Tim Bisnis Suara.com, proyeksi harga (target harga) saham TOBA untuk satu bulan mendatang mengalami revisi ke arah yang lebih positif dibandingkan analisis teknikal murni sebelumnya. Terdapat tiga skenario utama yang mungkin terjadi:

Pertama, skenario yang paling mungkin adalah harga akan bergerak stabil cenderung mendatar di area atas pada rentang Rp740 hingga Rp800.

Kedua, jika minat investor ritel ikut terpicu oleh aksi beli perusahaan, tidak menutup kemungkinan terjadi kenaikan moderat menuju level Rp800 hingga Rp850.

Namun, tetap ada risiko kecil di mana harga tertahan di kisaran Rp700 hingga Rp740 apabila pasar secara keseluruhan bersikap sangat pesimistis terhadap sektor energi.

Desclaimer: Redaksi tidak menyarankan pembelian atau penjualan instrumen investasi apapun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Harga CDIA Tahun 2026, Katalis Sahamnya Sudah Muncul di Penghujung 2025

Target Harga CDIA Tahun 2026, Katalis Sahamnya Sudah Muncul di Penghujung 2025

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 13:47 WIB

Investor Pasar Modal Banyak di Dominasi Umur 30-40 Tahun, Gajinya Ada yang Rp100 Juta

Investor Pasar Modal Banyak di Dominasi Umur 30-40 Tahun, Gajinya Ada yang Rp100 Juta

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 12:24 WIB

Emas Antam Stagnan Jelang Tahun Baru, Harganya Masih Rp 2.501.000 per Gram

Emas Antam Stagnan Jelang Tahun Baru, Harganya Masih Rp 2.501.000 per Gram

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 09:57 WIB

Terkini

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:15 WIB

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:02 WIB

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:10 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:09 WIB

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:05 WIB

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:00 WIB

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:44 WIB

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:13 WIB

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:23 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB