Proyeksi Harga TOBA di Tengah Aksi Buyback 790 Juta Lembar Saham

M Nurhadi

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:59 WIB
Proyeksi Harga TOBA di Tengah Aksi Buyback 790 Juta Lembar Saham
PT TBS Energi Utama Tbk [PT TBS Energi Utama Tbk]
baca 10 detik
  • Saham TOBA menghadapi tekanan jual kuat dan tren penurunan teknikal meskipun pendapatan tumbuh signifikan hingga Kuartal III-2025.
  • Manajemen TOBA mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp586,27 miliar hingga Maret 2026.
  • Proyeksi satu bulan ke depan menunjukkan harga saham diperkirakan stabil antara Rp740 hingga Rp800 karena aksi korporasi tersebut.

Sentimen Buyback 

Di tengah kondisi pasar yang tidak kondusif, manajemen TOBA mengambil langkah strategis yang cukup berani.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 Desember 2025, TOBA berencana melakukan buyback sebanyak-banyaknya 825,74 juta lembar saham atau setara 10 persen dari modal ditempatkan.

Anggaran yang disiapkan mencapai Rp586,27 miliar yang bersumber dari kas internal perusahaan.

Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan hingga Maret 2026. Menurut Hendra Wardana, Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, langkah ini merupakan salah satu yang paling agresif di sektor energi pada awal 2026.

Secara teoretis, buyback akan menyerap pasokan saham di pasar dan mencegah penurunan harga lebih dalam.

Dana sebesar Rp586 miliar tersebut diprediksi mampu menyerap sekitar 790 juta lembar saham pada harga rata-rata saat ini.

Hal ini memberikan sinyal psikologis bahwa manajemen menganggap harga saham perusahaan sudah terlalu murah (undervalued), sekaligus memberikan dukungan likuiditas untuk menahan panic selling.

Proyeksi Harga Satu Bulan ke Depan

baca juga

Dengan adanya variabel buyback ini, berdasarkan analisis Tim Bisnis Suara.com, proyeksi harga (target harga) saham TOBA untuk satu bulan mendatang mengalami revisi ke arah yang lebih positif dibandingkan analisis teknikal murni sebelumnya. Terdapat tiga skenario utama yang mungkin terjadi:

Pertama, skenario yang paling mungkin adalah harga akan bergerak stabil cenderung mendatar di area atas pada rentang Rp740 hingga Rp800.

Kedua, jika minat investor ritel ikut terpicu oleh aksi beli perusahaan, tidak menutup kemungkinan terjadi kenaikan moderat menuju level Rp800 hingga Rp850.

Namun, tetap ada risiko kecil di mana harga tertahan di kisaran Rp700 hingga Rp740 apabila pasar secara keseluruhan bersikap sangat pesimistis terhadap sektor energi.

Desclaimer: Redaksi tidak menyarankan pembelian atau penjualan instrumen investasi apapun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Harga CDIA Tahun 2026, Katalis Sahamnya Sudah Muncul di Penghujung 2025

Target Harga CDIA Tahun 2026, Katalis Sahamnya Sudah Muncul di Penghujung 2025

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 13:47 WIB

Investor Pasar Modal Banyak di Dominasi Umur 30-40 Tahun, Gajinya Ada yang Rp100 Juta

Investor Pasar Modal Banyak di Dominasi Umur 30-40 Tahun, Gajinya Ada yang Rp100 Juta

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 12:24 WIB

Emas Antam Stagnan Jelang Tahun Baru, Harganya Masih Rp 2.501.000 per Gram

Emas Antam Stagnan Jelang Tahun Baru, Harganya Masih Rp 2.501.000 per Gram

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 09:57 WIB

Terkini

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Apakah Tanggal Merah? Cek Ketentuan Resminya

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Apakah Tanggal Merah? Cek Ketentuan Resminya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 17:25 WIB

Kecelakaan KA Argo Bromo, Pengamat: Kesalahan Masinis Tak Bisa Dilihat Secara Tunggal

Kecelakaan KA Argo Bromo, Pengamat: Kesalahan Masinis Tak Bisa Dilihat Secara Tunggal

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 17:23 WIB

Urutan Shio dari yang Paling Pintar Cari Uang Sampai yang Paling Boros

Urutan Shio dari yang Paling Pintar Cari Uang Sampai yang Paling Boros

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 17:20 WIB

HUT ke-27 GarudaMiles, BRI Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite

HUT ke-27 GarudaMiles, BRI Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 17:19 WIB

Gugatan Ijazah Gibran Berlanjut, Zainal Arifin Mochtar Singgung 'Utang' MK

Gugatan Ijazah Gibran Berlanjut, Zainal Arifin Mochtar Singgung 'Utang' MK

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:18 WIB

Perbedaan Penyakit Rabun Jauh Miopi dan Rabun Dekat Hipermetropi Beserta Jenis Lensanya

Perbedaan Penyakit Rabun Jauh Miopi dan Rabun Dekat Hipermetropi Beserta Jenis Lensanya

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 17:17 WIB

Perempuan Jatuh Cinta Setelah Usia 35, Mengapa Dianggap Terlambat?

Perempuan Jatuh Cinta Setelah Usia 35, Mengapa Dianggap Terlambat?

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 17:13 WIB

DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

Jogja | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

7 Rekomendasi Pantai Gunungkidul yang Lagi Viral, Surga Tersembunyi di Selatan Jawa

7 Rekomendasi Pantai Gunungkidul yang Lagi Viral, Surga Tersembunyi di Selatan Jawa

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

Gelombang Mobil Listrik China Paksa Suzuki Pangkas Durasi Pengembangan Kendaraan

Gelombang Mobil Listrik China Paksa Suzuki Pangkas Durasi Pengembangan Kendaraan

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

×