Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Bahlil Tegaskan Perang Total Lawan Mafia Tambang

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:45 WIB
Bahlil Tegaskan Perang Total Lawan Mafia Tambang
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pantang mundur pemerintah dalam memberantas praktik mafia tambang. Foto Antara.
  • Bahlil tegas lawan mafia tambang: Siapa langgar aturan, negara tak boleh kalah.
  • Jutaan hektar hutan dikuasai tambang ilegal berhasil dikembalikan ke negara.
  • Kelola tambang harus ramah lingkungan & dilarang semrawut demi manfaat rakyat.

Suara.com - Menjelang pergantian tahun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pantang mundur pemerintah dalam memberantas praktik mafia tambang. Bahlil menekankan bahwa kewibawaan negara harus ditegakkan demi memastikan kekayaan alam dikelola sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

“Siapa yang melawan atau melanggar hukum, melanggar aturan, maka saya sebagai pembantu presiden menegakkan aturan. Siapa saja. Dan negara harus berwibawa, nggak boleh negara kalah,” tegas Bahlil dalam keterangan resminya, Rabu (31/12/2025).

Upaya pembersihan industri ekstraktif ini telah menunjukkan hasil nyata melalui kerja keras Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Bahlil mengungkapkan bahwa hingga saat ini, jutaan hektar kawasan hutan negara yang sebelumnya dikuasai secara ilegal oleh tambang-tambang tak berizin, kini telah berhasil diambil alih kembali oleh negara.

Bahlil mengingatkan bahwa tambang sepenuhnya milik negara; badan usaha hanya diberikan hak untuk mengelola melalui izin resmi. Oleh karena itu, optimalisasi tata kelola menjadi kunci untuk mendongkrak pendapatan negara dan menjamin kesejahteraan masyarakat di sekitar lingkar tambang.

Selain penegakan hukum, Menteri ESDM juga tengah mendorong transformasi industri pertambangan nasional agar lebih berkelanjutan. Ia menuntut para pelaku usaha untuk tidak hanya mengejar profit maksimal, tetapi juga wajib menjaga kelestarian lingkungan dan memicu pertumbuhan ekonomi lokal.

"Maunya kita itu adalah pengelolaan tambang secara maksimal boleh, tetapi lingkungan juga harus kita jaga. Tidak boleh hanya semrawut-semrawut," ujar Bahlil.

Melalui penataan ulang perizinan dan pengawasan yang lebih ketat, pemerintah optimis sektor pertambangan Indonesia akan bergerak ke arah yang lebih ramah lingkungan sekaligus tetap menjadi motor utama penerimaan negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Buka-bukaan Amblil Langkah Berani Legalkan Sumur Rakyat

Bahlil Buka-bukaan Amblil Langkah Berani Legalkan Sumur Rakyat

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 16:59 WIB

Selain Stop Impor, Bahlil Berambisi Tingkatkan Kualitas Solar jadi Euro 5

Selain Stop Impor, Bahlil Berambisi Tingkatkan Kualitas Solar jadi Euro 5

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 12:51 WIB

Bahlil Lahadalia Jamu Cak Imin dan Zulhas Hingga Dasco di Kediamannya, Bahas Apa?

Bahlil Lahadalia Jamu Cak Imin dan Zulhas Hingga Dasco di Kediamannya, Bahas Apa?

News | Senin, 29 Desember 2025 | 21:49 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB