Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

KFC dan Pizza Hut Resmi Merger, Nilai Transaksi Tembus Rp15,6 Triliun

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 02 Januari 2026 | 17:17 WIB
KFC dan Pizza Hut Resmi Merger, Nilai Transaksi Tembus Rp15,6 Triliun
Ilustrasi. Dua operator raksasa waralaba KFC dan Pizza Hut di India, Devyani International dan Sapphire Foods India, resmi mengumumkan rencana penggabungan usaha atau merger. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Operator KFC & Pizza Hut India merger senilai Rp15,6 triliun untuk kuasai pasar Asia.
  • Sinergi ini targetkan penghematan Rp390 miliar per tahun dan percepat ekspansi gerai.
  • Saham Devyani naik 5,3% usai umumkan rencana akuisisi terhadap Sapphire Foods India.

Suara.com - Peta persaingan industri restoran cepat saji global mengalami pergeseran besar di awal tahun 2026. Dua operator raksasa waralaba KFC dan Pizza Hut di India, Devyani International dan Sapphire Foods India, resmi mengumumkan rencana penggabungan usaha atau merger.

Kesepakatan raksasa ini bernilai fantastis, mencapai US$ 934 juta atau setara Rp15,6 triliun. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat dominasi merek di bawah naungan Yum! Brands di pasar India yang tengah tumbuh pesat.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Devyani International akan menerbitkan 117 saham baru untuk setiap 100 saham ekuitas Sapphire Foods. Merger ini diharapkan menciptakan efisiensi operasional dengan target sinergi tahunan mencapai 2,2 miliar rupee (sekitar US$ 25 juta) mulai tahun kedua setelah proses rampung.

Tujuan utama dari penggabungan ini adalah mempercepat ekspansi gerai KFC dan, yang paling krusial, menghidupkan kembali performa Pizza Hut yang saat ini masih tertinggal jauh dari pemimpin pasar, Domino's.

"India adalah pasar prioritas bagi kami. India memiliki ruang yang cukup untuk pertumbuhan lebih lanjut," ungkap Ranjith Roy, Kepala Keuangan Yum! Brands, sebagaimana dikutip dari CNBC, Jumat (2/1/2026).

Devyani International saat ini mengoperasikan lebih dari 2.000 gerai di berbagai negara termasuk Thailand dan Nigeria. Sementara itu, Sapphire Foods mengelola ratusan gerai KFC, Pizza Hut, hingga Taco Bell. Penyatuan kedua kekuatan ini akan menciptakan entitas tunggal yang menguasai ribuan titik distribusi di Asia Selatan.

Sumeet Narang, Direktur Nomine di Sapphire Foods India, menyebut bahwa langkah ini akan menjadikan India sebagai pusat pertumbuhan global bagi pemegang merek. "India memiliki potensi untuk menjadi permata mahkota sejati di pasar global Yum!," tuturnya.

Pengumuman ini memicu reaksi beragam di lantai bursa. Saham Devyani International melonjak hingga 5,3%, mencerminkan optimisme pasar terhadap posisi perusahaan sebagai entitas penyerap. Sebaliknya, saham Sapphire Foods India sempat terkoreksi hingga 6,4% pada pembukaan perdagangan.

Proses penggabungan ini diperkirakan akan memakan waktu 12 hingga 15 bulan ke depan, sembari menunggu lampu hijau dari otoritas regulator serta persetujuan dari para pemegang saham kedua perusahaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Sumringah di Tahun Baru, Melesat ke Level 8.700

IHSG Sumringah di Tahun Baru, Melesat ke Level 8.700

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 17:04 WIB

Emiten Tambang Ini Mendadak Diborong Awal 2026, Apa Alasannya

Emiten Tambang Ini Mendadak Diborong Awal 2026, Apa Alasannya

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 15:01 WIB

Bukan Cuma Pescara, Bek Persib Bandung Diminati 2 Tim Liga Italia Lainnya

Bukan Cuma Pescara, Bek Persib Bandung Diminati 2 Tim Liga Italia Lainnya

Bola | Jum'at, 02 Januari 2026 | 14:57 WIB

Terkini

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:46 WIB

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:38 WIB

Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia

Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:30 WIB

IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I

IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:28 WIB

Arus Petikemas IPC TPK Tembus 1,15 Juta TEUs, Priok Melejit 36 Persen

Arus Petikemas IPC TPK Tembus 1,15 Juta TEUs, Priok Melejit 36 Persen

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:13 WIB

Pemerintah Mau Ubah Sampah Lama di TPA Diubah Jadi BBM Lewat Teknologi Pirolisis

Pemerintah Mau Ubah Sampah Lama di TPA Diubah Jadi BBM Lewat Teknologi Pirolisis

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:00 WIB

Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:59 WIB

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:27 WIB

Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur

Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:18 WIB

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:08 WIB