Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal

Achmad Fauzi

Jum'at, 02 Januari 2026 | 18:32 WIB
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal
Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa. (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • IESR mengkritik rencana pemerintah menghentikan insentif kendaraan listrik 2026 karena biaya kerusakan lingkungan lebih besar.
  • Pencabutan insentif PPN 10 persen akan menaikkan harga mobil listrik, berpotensi menurunkan minat masyarakat beralih.
  • Kebijakan ini mengancam investasi industri baterai kendaraan listrik yang diproyeksikan bernilai triliunan rupiah hingga 2060.

Suara.com - Rencana pemerintah untuk menghentikan insentif kendaraan listrik pada 2026 menuai kritik dari berbagai kalangan. Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai kebijakan tersebut kurang tepat karena nilai insentif yang dikeluarkan negara jauh lebih kecil dibandingkan dampak ekonomi akibat kerusakan lingkungan dari emisi transportasi.

"Pemerintah harus sadar bahwa biaya kerusakan lingkungan dan dampak kesehatan akibat emisi transportasi jauh lebih mahal harganya dibandingkan nilai rupiah insentif yang diberikan saat ini," ujar Fabby Tumiwa seperti dikutip, Jumat (2/1/2026).

Ia menegaskan, membiarkan kendaraan berbahan bakar fosil terus mendominasi jalanan justru akan menimbulkan biaya pemulihan ekologi yang jauh lebih besar di masa depan.

Pemilik kendaraan melakukan pengisian daya kendaraan listrik di SKPLU, Jakarta, Senin (7/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pemilik kendaraan melakukan pengisian daya kendaraan listrik di SKPLU, Jakarta, Senin (7/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Kebijakan pencabutan insentif ini menunjukkan cara pandang jangka pendek yang mengabaikan beban krisis iklim di masa depan," katanya.

Fabby menjelaskan, jika insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen benar-benar dicabut, maka harga kendaraan listrik akan melonjak signifikan. Kondisi tersebut diyakini akan membuat minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan merosot tajam.

Ia juga memaparkan temuan IESR terkait dampak positif penggunaan kendaraan listrik terhadap ketahanan energi nasional. Menurut catatan IESR, penggunaan satu unit mobil listrik sejauh 20.000 kilometer per tahun mampu menekan impor bahan bakar minyak (BBM) hingga 1.320 liter.

"Jangan sampai kita terjebak menghemat anggaran fiskal, namun justru membiarkan defisit neraca perdagangan membengkak akibat ketergantungan impor BBM yang terus berlanjut," bebernya.

Tak hanya berdampak pada lingkungan dan energi, Fabby menilai pencabutan insentif kendaraan listrik juga berisiko mengganggu iklim investasi, khususnya di industri baterai kendaraan listrik. Sektor ini diproyeksikan menarik investasi hingga Rp 544 triliun sampai 2060.

Saat ini, sejumlah produsen disebut masih berada dalam tahap pembangunan pabrik dan membutuhkan kepastian kebijakan dari pemerintah agar investasi yang telah berjalan tidak terhambat.

baca juga

Atas dasar itu, Fabby meminta pemerintah untuk tetap memperpanjang insentif kendaraan listrik guna menjaga momentum transisi energi nasional sekaligus melindungi hak masyarakat atas kualitas udara yang lebih bersih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dirayu Menperin soal Insentif Mobil Listrik 2026, Ini Jawaban Purbaya

Dirayu Menperin soal Insentif Mobil Listrik 2026, Ini Jawaban Purbaya

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 20:21 WIB

Pakar Ungkap Dampak Jika Insentif Mobil Listrik Dicabut

Pakar Ungkap Dampak Jika Insentif Mobil Listrik Dicabut

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 12:12 WIB

Pencabutan Insentif Mobil Listrik Perlu Kajian Matang di Tengah Gejolak Harga Minyak

Pencabutan Insentif Mobil Listrik Perlu Kajian Matang di Tengah Gejolak Harga Minyak

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 19:03 WIB

Terkini

OJK Ungkap Dugaan Penggelapan Dana di Asuransi Bintang, Libatkan Oknum Internal dan Eksternal

OJK Ungkap Dugaan Penggelapan Dana di Asuransi Bintang, Libatkan Oknum Internal dan Eksternal

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Banjir Rob Mengintai Pesisir Jateng, BMKG Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Banjir Rob Mengintai Pesisir Jateng, BMKG Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?

Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:13 WIB

Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Daring untuk Kesekian Kali, Dampak Kabut Asap!

Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Daring untuk Kesekian Kali, Dampak Kabut Asap!

Riau | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:13 WIB

Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Muara Angke, Gudang dan Bengkel Kapal Hangus Rugi Rp1 Miliar!

Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Muara Angke, Gudang dan Bengkel Kapal Hangus Rugi Rp1 Miliar!

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:08 WIB

Nobar Berbuah Manis, Ribuan Warga Jateng Nikmati Gelar Juara Timnas Sambil Pesta Kuliner Gratis

Nobar Berbuah Manis, Ribuan Warga Jateng Nikmati Gelar Juara Timnas Sambil Pesta Kuliner Gratis

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:07 WIB

Jejak Luka di Tanah Pengasingan dalam Cerita dari Digul

Jejak Luka di Tanah Pengasingan dalam Cerita dari Digul

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Prabowo Bicara soal Bonus Pemain

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Prabowo Bicara soal Bonus Pemain

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Kabur saat Digeledah di Bakauheni, Pria Pembawa Senjata Serbu AR-15 Diciduk di Loteng Ruang Guru

Kabur saat Digeledah di Bakauheni, Pria Pembawa Senjata Serbu AR-15 Diciduk di Loteng Ruang Guru

Lampung | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup! Suporter dan Masyarakat Diimbau Rayakan Kemenangan dengan Tertib

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup! Suporter dan Masyarakat Diimbau Rayakan Kemenangan dengan Tertib

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:50 WIB

×