Pakar Ungkap Dampak Jika Insentif Mobil Listrik Dicabut

Achmad Fauzi

Rabu, 31 Desember 2025 | 12:12 WIB
Pakar Ungkap Dampak Jika Insentif Mobil Listrik Dicabut
Ilustrasi Mobil Listrik
baca 10 detik
  • Pengamat kebijakan publik menilai insentif kendaraan listrik harus dipertahankan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekosistem nasional.
  • Pencabutan insentif dinilai berisiko menghambat pasar kendaraan listrik yang masih dalam tahap pertumbuhan saat ini.
  • Konsistensi penerapan kebijakan adalah kunci utama, bukan besaran insentif, demi kepercayaan industri dan konsumen.

Suara.com - Wacana penyesuaian hingga pencabutan insentif kendaraan listrik dinilai belum tepat dilakukan dalam waktu dekat.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menegaskan, insentif masih dibutuhkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

"Insentif mobil listrik saat ini masih sangat dibutuhkan dan tidak seharusnya dihentikan. Tanpa dukungan kebijakan yang konsisten, konsumsi BBM justru akan meningkat dan impor makin besar," ujar Agus seperti dikutip, Rabu (31/12/2025).

Menurutnya, keberlanjutan insentif kendaraan listrik memiliki peran strategis dalam mendorong peralihan konsumsi energi dari BBM impor ke energi listrik yang diproduksi di dalam negeri.

Oleh karena itu, perubahan kebijakan yang dilakukan terlalu dini dinilai berisiko menghambat pembentukan pasar kendaraan listrik yang masih berada dalam fase pertumbuhan.

Ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia tengah berada di persimpangan jalan krusial. Di tengah pertumbuhannya yang disebut bagai keajaiban, pemerintah berencana menghentikan pemberian insentif sektor ini. Desain: Syahda-Suara.com
Ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia tengah berada di persimpangan jalan krusial. Di tengah pertumbuhannya yang disebut bagai keajaiban, pemerintah berencana menghentikan pemberian insentif sektor ini. Desain: Syahda-Suara.com

Agus menilai, persoalan utama dalam kebijakan kendaraan listrik bukan terletak pada besar kecilnya insentif, melainkan pada konsistensi penerapannya.

Ketidakpastian arah kebijakan, kata dia, justru berpotensi melemahkan kepercayaan pelaku industri maupun konsumen yang mulai beradaptasi dengan kendaraan listrik.

"Jangan asal memberi insentif, lalu dihentikan sebelum ekosistemnya benar-benar terbentuk. Kebijakan kendaraan listrik harus dijaga kesinambungannya agar tidak mematahkan kepercayaan pasar," tegasnya.

Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa insentif kendaraan listrik merupakan bagian dari strategi penguatan industri nasional. Dukungan kebijakan dinilai penting tidak hanya untuk mendorong adopsi pasar, tetapi juga memastikan kesiapan infrastruktur, pengelolaan limbah baterai, serta penyesuaian regulasi lalu lintas dan keselamatan secara bertahap.

baca juga

Ia juga menyoroti posisi Indonesia sebagai basis perakitan kendaraan listrik yang tengah berkembang. Pada tahap ini, kepastian kebijakan dibutuhkan agar industri dalam negeri dapat meningkatkan kandungan lokal, memperluas alih teknologi, serta membangun daya saing secara berkelanjutan.

Ke depan, Agus menilai keberlangsungan kebijakan kendaraan listrik perlu dilandasi peta jalan atau roadmap yang jelas.

"Jadi tidak asal terbitkan kebijakan lalu hapuskan tanpa target yang jelas," katanya.

Dia menambahkan, selama ekosistem kendaraan listrik masih tumbuh, insentif tidak seharusnya dicabut.

"Yang dibutuhkan adalah konsistensi kebijakan agar kendaraan listrik benar-benar menjadi penopang ketahanan energi, industri nasional, dan kepentingan ekonomi jangka panjang," pungkas Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pencabutan Insentif Mobil Listrik Perlu Kajian Matang di Tengah Gejolak Harga Minyak

Pencabutan Insentif Mobil Listrik Perlu Kajian Matang di Tengah Gejolak Harga Minyak

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 19:03 WIB

Pertamina Gelontorkan 280 Ribu BBM untuk Operasional Genset di Aceh

Pertamina Gelontorkan 280 Ribu BBM untuk Operasional Genset di Aceh

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 15:45 WIB

Selain Stop Impor, Bahlil Berambisi Tingkatkan Kualitas Solar jadi Euro 5

Selain Stop Impor, Bahlil Berambisi Tingkatkan Kualitas Solar jadi Euro 5

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 12:51 WIB

Terkini

Titi Anggraini dan Bivitri Jadi Ahli di Sidang PHPU Ijazah Gibran

Titi Anggraini dan Bivitri Jadi Ahli di Sidang PHPU Ijazah Gibran

News | Rabu, 30 September 2026 | 20:09 WIB

Gagal Kencan Gegara Wajah Tak Sesuai di MiChat, Pria Pekanbaru Jadi Korban Pemerasan

Gagal Kencan Gegara Wajah Tak Sesuai di MiChat, Pria Pekanbaru Jadi Korban Pemerasan

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 20:06 WIB

Two Way Cake Marina Sudah Ada SPF? Ini Kandungan, Pilihan Shade, dan Ulasannya

Two Way Cake Marina Sudah Ada SPF? Ini Kandungan, Pilihan Shade, dan Ulasannya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 20:05 WIB

Review Novel Resign!: Saat Keluar dari Kantor Jadi Sebuah Taruhan

Review Novel Resign!: Saat Keluar dari Kantor Jadi Sebuah Taruhan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 20:00 WIB

Tudingan Uang Korupsi Rp480 M ke Muktamar NU, Gus Ipul: Silakan Buktikan atau Kita Proses Hukum!

Tudingan Uang Korupsi Rp480 M ke Muktamar NU, Gus Ipul: Silakan Buktikan atau Kita Proses Hukum!

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Nonton Musik, Soundrenaline Hadirkan Sensasi Festival Garden di Tepi Danau

Bukan Sekadar Nonton Musik, Soundrenaline Hadirkan Sensasi Festival Garden di Tepi Danau

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 19:56 WIB

Matcha Uji Kyoto Dipadukan dengan Yogurt, Jadi Dessert Baru yang Creamy

Matcha Uji Kyoto Dipadukan dengan Yogurt, Jadi Dessert Baru yang Creamy

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 19:55 WIB

Aparat TNI/Polri Bakal Blusukan ke RT/RW Himpun Data Penerima Bansos 2027

Aparat TNI/Polri Bakal Blusukan ke RT/RW Himpun Data Penerima Bansos 2027

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:46 WIB

Profil Nanang Hendarno, Dirut Telkom yang Gantikan Dian Siswarini

Profil Nanang Hendarno, Dirut Telkom yang Gantikan Dian Siswarini

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 19:45 WIB

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Tanggung Jawab Jangan Berhenti di Masinis

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Tanggung Jawab Jangan Berhenti di Masinis

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:41 WIB

×