Saat Stabilitas Tak Cukup: Alarm Dini Ekonomi Indonesia 2025

Dythia Novianty

Sabtu, 03 Januari 2026 | 13:12 WIB
Saat Stabilitas Tak Cukup: Alarm Dini Ekonomi Indonesia 2025
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Stabilitas ekonomi Indonesia 2025 terjaga, namun pertumbuhan moderat 5,2–5,4% belum mencapai akselerasi target 8%.
  • Pertumbuhan kuat memerlukan investasi produktif dengan efisiensi tinggi, terindikasi dari tingginya ICOR negara sekitar 6,0–6,5.
  • Fungsi intermediasi keuangan belum optimal karena kredit produktif lemah, sementara dana bank terserap pada surat berharga negara.

Suara.com - Stabilitas kerap dipandang sebagai prasyarat utama pertumbuhan ekonomi. Namun para ekonom mengingatkan, stabil saja tidak cukup.

Pertumbuhan yang kuat hanya akan tercapai bila investasi benar-benar produktif, sektor keuangan berfungsi optimal menyalurkan dana ke dunia usaha, dan kebijakan negara tidak justru menggeser peran sektor swasta.

Pandangan ini sejalan dengan peringatan klasik Alan Greenspan, mantan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve).

“Stabilitas yang berkepanjangan dapat menutupi kelemahan struktural yang mendasari,” ujar Greenspan, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (3/1/2026).

Menurutnya, stabilitas tanpa pembenahan struktural justru berisiko menyembunyikan persoalan mendasar yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan jangka panjang.

Refleksi tersebut relevan untuk membaca kondisi ekonomi Indonesia sepanjang 2025, tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Di tengah tekanan global dan ketidakpastian geopolitik, ekonomi nasional terjaga relatif stabil. Inflasi berada di kisaran 2,5–3 persen, defisit fiskal terkendali, dan nilai tukar rupiah relatif terjaga.

Namun dari sisi pertumbuhan, performa ekonomi masih tergolong moderat.

Pertumbuhan ekonomi 2025 diperkirakan hanya mencapai 5,2–5,4 persen, masih jauh dari jalur akselerasi menuju target ambisius 8 persen pada 2029.

baca juga

Belum Masuk Fase Akselerasi

Untuk mencapai target pertumbuhan tinggi, Indonesia idealnya mencatatkan pertumbuhan minimal 6 persen sejak awal periode pemerintahan. Dengan capaian saat ini, ekonomi nasional dinilai belum benar-benar memasuki fase akselerasi.

Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan, sementara investasi belum tampil sebagai mesin pertumbuhan (growth engine).

Kontribusi pembentukan modal tetap bruto (PMTB) terhadap pertumbuhan PDB masih berada di kisaran 2,1–2,3 persen.

Persoalannya bukan semata jumlah investasi, melainkan kualitas dan efisiensinya.

Hal ini tercermin dari nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang masih tinggi, bertahan di kisaran 6,0–6,5. Artinya, untuk menghasilkan tambahan output yang relatif kecil, dibutuhkan investasi dalam jumlah besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Gandeng KSEI Permudah Izin Reksadana, Apa Untungnya?

OJK Gandeng KSEI Permudah Izin Reksadana, Apa Untungnya?

Bisnis | Jum'at, 26 Desember 2025 | 13:06 WIB

Ekonomi Global Bakal Melambat di 2026, Bagaimana Kondisi Indonesia?

Ekonomi Global Bakal Melambat di 2026, Bagaimana Kondisi Indonesia?

Bisnis | Jum'at, 26 Desember 2025 | 10:42 WIB

Transformasi Makin Cepat, Potensi Ekonomi Digital Bisa Tembus 360 Miliar Dolar AS

Transformasi Makin Cepat, Potensi Ekonomi Digital Bisa Tembus 360 Miliar Dolar AS

Bisnis | Kamis, 25 Desember 2025 | 12:42 WIB

Bencana Sumatera 2025 Tekan Ekonomi Nasional, Biaya Pemulihan Melonjak Puluhan Triliun Rupiah

Bencana Sumatera 2025 Tekan Ekonomi Nasional, Biaya Pemulihan Melonjak Puluhan Triliun Rupiah

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 21:25 WIB

Purbaya Minta 'BUMN Kemenkeu' Turun Tangan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya Minta 'BUMN Kemenkeu' Turun Tangan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 17:31 WIB

Purbaya Tolak Beri Stimulus untuk Atasi Badai PHK 2025

Purbaya Tolak Beri Stimulus untuk Atasi Badai PHK 2025

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 12:24 WIB

Terkini

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:25 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:18 WIB

×