Pertamina Miliki Kilang Minyak di Venezuela, Terdampak?

Achmad Fauzi Suara.Com
Senin, 05 Januari 2026 | 13:54 WIB
Pertamina Miliki Kilang Minyak di Venezuela, Terdampak?
Ilustrasi kilang minyak. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • PT Pertamina melalui PIEP menyatakan penculikan Presiden Maduro tidak berdampak pada aset kilang minyak mereka.
  • Operasional kilang minyak Pertamina di Venezuela tetap berjalan meskipun terdapat perkembangan situasi politik terkini.
  • Pertamina terus memantau dinamika situasi dan berkoordinasi dengan KBRI Caracas demi keselamatan staf dan operasional.

Suara.com - PT Pertamina (Persero) lewat Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memastikan penculikan yang dilakukan Predisen Donald Trump terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro tak berdampak pada aset kilang minyaknya.

Manager Relations Pertamina Internasional EP, Dhaneswari Retnowardhani, mengatakan perseroan terus memantau perkembangan dari kisruh di Venezuela. Namun, ia memastikan, operasional kilang minyak di Venezuela tetap berjalan.

"Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/2026).

Ilustrasi kilang minyak. [Antara]
Ilustrasi kilang minyak. [Antara]

Untuk diketahui, Pertamina EP merupakan pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sebesar 71,09 persen pada Maurel & Prom (M&P). Salah satu aset yang dikelola oleh M&P berada di Venezuela.

Dalam hal ini, perseroan juga terus melakukan pemantauan terhadap dinamika situasi yang berkembang, serta menjalin koordinasi yang berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas.

"Hal ini sebagai bagian dari langkah kehati-hatian dan komitmen perusahaan dalam memastikan keselamatan serta keberlangsungan operasional," kata Dhaneswari.

Trump Gulingkan Rezim Maduro

Aksi Amerika Serikat yang melancarkan operasi militer kilat untuk menjatuhkan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dibandingkan dengan serangan ke Irak yang hingga kini alibinya tidak terbukti.

Presiden Donald Trump secara eksplisit menuntut kepatuhan total demi mewujudkan ambisinya tentang belahan bumi barat yang setia pada visi "MAGA".

Fokus utama dari upaya ini kini tertuju pada Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, yang menjadi pemimpin sementara di Caracas sejak pasukan khusus AS membawa Maduro dan istrinya ke New York untuk diadili.

Baca Juga: AS 'Kuasai' Minyak Venezuela, Ogah Berbagi dengan China, Iran dan Rusia

Pada Minggu malam, Trump memberikan pernyataan mengejutkan kepada media yang mengindikasikan bahwa Amerika Serikat secara de facto sedang menjalankan pemerintahan di Venezuela melalui tekanan terhadap Rodríguez.

Pernyataan ini menegaskan posisi keras AS yang tidak lagi sekadar menjadi pendukung transisi, melainkan pengendali langsung.

"Jangan bertanya siapa yang berkuasa, karena aku akan memberikan jawaban yang sangat kontroversial,” ujar Trump kepada wartawan.

Ia kemudian melanjutkan dengan nada yang lebih tegas, “Ini artinya kami yang berkuasa. Kami berkuasa."

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI