Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Miskomunikasi Rugikan Perusahaan USD 37 Miliar Setiap Tahunnya

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 06 Januari 2026 | 14:41 WIB
Miskomunikasi Rugikan Perusahaan USD 37 Miliar Setiap Tahunnya
Ilustrasi. Di balik megahnya era digitalisasi, sebuah ancaman laten bernama miskomunikasi diam-diam menggerus efisiensi bisnis global. (Shutterstock)
  • Ancaman laten bernama miskomunikasi diam-diam menggerus efisiensi bisnis global. 
  • Hambatan bahasa di tempat kerja memicu kerugian hingga USD 37 miliar (sekitar Rp580 triliun) setiap tahunnya secara global.
  • Di Asia Pasifik, sebanyak 78% perusahaan mengaku kesulitan melakukan kolaborasi eksternal akibat kendala bahasa.

Suara.com - Di balik megahnya era digitalisasi, sebuah ancaman laten bernama miskomunikasi diam-diam menggerus efisiensi bisnis global.

Data terbaru dari IDC (2025) mengungkapkan fakta mencengangkan dimana hambatan bahasa di tempat kerja memicu kerugian hingga USD 37 miliar (sekitar Rp580 triliun) setiap tahunnya secara global.

Di Asia Pasifik, sebanyak 78% perusahaan mengaku kesulitan melakukan kolaborasi eksternal akibat kendala bahasa.

Data ini menjadi alarm keras bagi korporasi bahwa kemampuan bahasa Inggris bukan lagi sekadar "pemanis" resume, melainkan kebutuhan strategis untuk mencegah kebocoran finansial dan memastikan ekspansi bisnis tetap berjalan.

Kondisi ini diakui oleh PT ASABRI (Persero) yang melakukan langkah proaktif dalam mentransformasi modal manusianya (human capital). Sebagai BUMN yang mengelola asuransi sosial TNI, Polri, dan ASN Kemhan, ASABRI menggandeng ELSA Speak platform edukasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meluncurkan program "ASABRI Intensive English Course for Talent Development 2025".

Direktur SDM & Hukum PT ASABRI, Rizka Moeslichan, menegaskan bahwa penguasaan bahasa Inggris yang relevan dengan pekerjaan adalah keharusan. "Program ini membantu pemimpin kami berkomunikasi lebih percaya diri dan efektif, sekaligus memperkuat kesiapan mereka menghadapi peran yang lebih besar di masa depan," ujarnya.

Yasser Muhammad Syaiful, Country Director ELSA Indonesia, menyebut bahasa Inggris sebagai "business impact enabler". Teknologi AI memungkinkan kurikulum dipersonalisasi sesuai profil spesifik organisasi ASABRI, sehingga pembelajaran menjadi jauh lebih efektif.

Hasilnya terlihat dalam waktu singkat. Hanya dalam dua bulan, skor bahasa Inggris peserta melonjak 12%, naik dari level Intermediate ke Upper Intermediate. Menariknya, antusiasme pegawai sangat tinggi dengan tingkat keterlibatan (engagement) mencapai 100% dan durasi belajar mandiri rata-rata 25 menit per hari melampaui standar industri yang biasanya hanya 10-15 menit.

Langkah strategis ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi ASABRI untuk mendukung standar kepemimpinan nasional dan tetap kompetitif dalam menghadapi dinamika pasar global menuju tahun 2030.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu ROA? Kenali Fungsi dan Rumusnya untuk Menilai Kinerja Bisnis

Apa Itu ROA? Kenali Fungsi dan Rumusnya untuk Menilai Kinerja Bisnis

Bisnis | Kamis, 01 Januari 2026 | 09:01 WIB

Leonardo: Bisnis Tanpa Keamanan Siber Use Case Mudah Jadi Sasaran Kejahatan

Leonardo: Bisnis Tanpa Keamanan Siber Use Case Mudah Jadi Sasaran Kejahatan

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 16:29 WIB

Aksi Adik Kandung Prabowo yang Makin Mencengkeram Bisnis Telekomunikasi

Aksi Adik Kandung Prabowo yang Makin Mencengkeram Bisnis Telekomunikasi

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 17:37 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB