Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pasar Privat Diprediksi Jadi Sumber Pendapatan Terbesar Manajemen Aset Global

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:24 WIB
Pasar Privat Diprediksi Jadi Sumber Pendapatan Terbesar Manajemen Aset Global
Ilustrasi perumahan [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc]
  • PwC memproyeksikan pasar privat menjadi kontributor pendapatan terbesar industri manajemen aset global pada tahun 2030.
  • Industri menghadapi tantangan margin menyempit akibat persaingan ketat dan biaya operasional tinggi sejak 2018.
  • Integrasi AI dan tokenisasi aset dipandang sebagai solusi kunci untuk transformasi model bisnis dan pertumbuhan masa depan.

Suara.com - Berdasarkan proyeksi terbaru dari PricewaterhouseCoopers (PwC), pasar privat diprediksi akan menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi industri manajemen aset global pada tahun 2030.

Segmen ini diperkirakan akan memberikan kontribusi lebih dari separuh total pendapatan industri, dengan nilai fantastis mencapai 432,2 miliar dolar AS.

Lonjakan ini didorong oleh pergeseran minat investor yang kian melirik aset alternatif serta produk investasi yang terintegrasi dengan teknologi terkini.

Penegasan ini disampaikan oleh Penasihat PwC Indonesia, John Dovaston, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Selasa (6/1/2026).

"Pasar privat menjadi mesin pertumbuhan industri, dan tokenisasi muncul sebagai salah satu kekuatan paling transformatif dalam asset manajemen global. Meskipun adopsinya masih berada pada tahap awal, potensinya untuk memperluas akses dan mengubah pengalaman investor tidak dapat disangkal," kata John Dovaston.

Mengacu pada laporan bertajuk PwC's 2025 Global Asset & Wealth Management Report, pasar privat tetap menjadi sektor paling menguntungkan.

Jika dibandingkan dengan manajer aset tradisional, tingkat laba per 1 miliar dolar AS aset kelolaan (Asset Under Management/AUM) di pasar privat tercatat sekitar empat kali lebih tinggi.

Secara makro, total AUM global diproyeksikan tumbuh dari 139 triliun dolar AS pada 2024 menjadi 200 triliun dolar AS pada 2030.

Pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) diperkirakan stabil di angka 6,2 persen. Selain itu, kekayaan global yang dapat diinvestasikan diprediksi melampaui 481 triliun dolar AS, yang dimotori oleh segmen orang kaya baru (mass affluent) dan individu berkekayaan bersih tinggi (high-net-worth individuals).

Meski prospek pendapatan terlihat cerah, industri ini tidak lepas dari tantangan berat. Para manajer aset saat ini tengah berjuang menghadapi penyempitan margin akibat persaingan yang kian ketat dan tingginya biaya operasional.

Data PwC mencatat beberapa poin krusial terkait tekanan profitabilitas:

Penurunan Laba: Laba per AUM telah merosot hingga 19 persen sejak tahun 2018.

Biaya Operasional: Sekitar 68 persen dari setiap satu dolar pendapatan terserap untuk biaya operasional.

Resistensi Investor: Sebanyak 60 persen investor institusional cenderung akan mengganti manajer aset jika struktur biaya dinilai terlalu mahal.

Tekanan Margin: Sekitar 89 persen manajer aset melaporkan adanya tekanan pada margin keuntungan mereka dalam lima tahun terakhir.

AI dan Tokenisasi Sebagai Solusi Masa Depan

Menghadapi tekanan tersebut, perusahaan manajemen aset mulai mengubah model bisnis mereka secara mendasar. Teknologi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kunci bertahan hidup.

Sekitar 50 persen perusahaan kini menargetkan konvergensi dengan penyedia teknologi finansial (fintech) serta mengutamakan otomatisasi dan Artificial Intelligence (AI).

Tokenisasi aset juga menjadi sorotan utama. AUM dana yang ditokenisasi diproyeksikan meledak dari 90 miliar dolar AS pada 2024 menjadi 715 miliar dolar AS pada 2030, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 41 persen.

Pemimpin Global Asset & Wealth Management PwC UK, Albertha Charles, menjelaskan bahwa kita sedang memasuki "Era Inteligensi". Teknologi mulai dari Generative AI hingga Agentic AI akan mengubah cara penciptaan nilai dalam industri ini.

"Pemenang bukanlah mereka yang mengumpulkan aset terbanyak, melainkan mereka yang mampu bertransformasi paling cepat, menerjemahkan inovasi menjadi ekosistem digital yang melayani investor yang semakin beragam, dengan cara yang lebih personal dan efisien daripada sebelumnya," tegas Albertha Charles.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akuntansi Keuangan, Manajemen, atau Perpajakan: Mana yang Cocok untuk Anda?

Akuntansi Keuangan, Manajemen, atau Perpajakan: Mana yang Cocok untuk Anda?

Your Say | Sabtu, 27 Desember 2025 | 15:05 WIB

Mencari Keseimbangan Kehidupan di Era Sibuk: Panduan Praktis Work-Life Balance

Mencari Keseimbangan Kehidupan di Era Sibuk: Panduan Praktis Work-Life Balance

Your Say | Jum'at, 19 Desember 2025 | 21:05 WIB

Sebenarnya PwC Kantor Apa? Ramai Isu Resign Massal di X

Sebenarnya PwC Kantor Apa? Ramai Isu Resign Massal di X

Lifestyle | Minggu, 14 Desember 2025 | 09:12 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB