Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.855.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.195,229
LQ45 726,150
Srikehati 345,455
JII 489,856
USD/IDR 17.090

Rupiah Makin Terperosok ke Level Rp 16.758 per USD Hari Ini

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:33 WIB
Rupiah Makin Terperosok ke Level Rp 16.758 per USD Hari Ini
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Rupiah ditutup melemah 0,11 persen menjadi Rp 16.758 per USD pada Selasa, 6 Januari 2025.
  • Pelemahan rupiah dipicu sentimen global dan data perdagangan domestik yang menunjukkan penurunan ekspor.
  • Analis menyarankan Bank Indonesia segera melakukan intervensi agar rupiah tidak mengalami pelemahan lebih dalam.

Suara.com - Nilai tukar rupiah masih belum bangkit dari zona merah di penutupan Selasa, 6 Januari 2025. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 16.758 per USD.

Alhasil, rupiah melemah 0,11 persen dibanding penutupan pada Senin yang berada di level Rp 16.740 per USD.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.762 per dolar AS.

Ilustrasi uang rupiah. [Antara]
Ilustrasi uang rupiah. [Antara]

Saat ini pergerakan mata uang di Asia bervariasi dengan kecenderungan menguat. Di mana, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,6 persen. 

Selanjutnya ada baht Thailand yang menanjak 0,39 persen dan dolar Singapura yang terkerek 0,24 persen. Disusul, yuan China yang terangkat 0,12 persen.

Berikutnya, rupee India terapresiasi 0,07 persen dan yen Jepang naik 0,03 persen. Lalu dolar Taiwan yang sudah ditutup menguat tipis 0,02 persen.

Sentimen Pelemahan Rupiah

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah dikarenakan sentimen global dan dalam negeri. Namun data perdagangan Indonesia mengecewakan yang dirilis Senin masih membebani. 

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS masih terbebani oleh data perdagangan yang menunjukkan penurunan ekspor yang besar dan impor yang stagnan, meningkatkan prospek pemangkasan suku bunga oleh BI," katanya saat dihubungi Suara.com.

Lukman menuturkan, rupiah seharusnya bisa mengambil momentum saat indeks USD sendiri masih melemah hari ini. Untuk itu, Bank Indonesia harus segera mengintervensi rupiah agar tidak mengalami pelemahan yang lebih dalam.

"Rupiah jelas masih terbebani mengingat investor cenderung menghindari rupiah menjelang data-data ekonomi penting AS seperti NFP pekan ini, dan data cadangan devisa Indonesia. Rupiah hanya bisa mneguat dengan intervensi BI. Range Rp 16.700 - Rp 16.850," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Pede IHSG dan Rupiah Aman di Tengah Konflik AS-Venezuela

Purbaya Pede IHSG dan Rupiah Aman di Tengah Konflik AS-Venezuela

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 12:29 WIB

Kurs Dolar AS Makin Tinggi, Cek Nilainya di Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA

Kurs Dolar AS Makin Tinggi, Cek Nilainya di Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 10:47 WIB

Rupiah Terus Merosot ke Level Rp16.740 terhadap Dolar Amerika Serikat

Rupiah Terus Merosot ke Level Rp16.740 terhadap Dolar Amerika Serikat

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 21:11 WIB

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:47 WIB

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:18 WIB

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:05 WIB

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:27 WIB

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:05 WIB

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:58 WIB

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:51 WIB

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:17 WIB