Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161
USD/IDR 17.075

Emiten Jual Beli Besi Kapal Bekas (OPMS) Berencana Tambah 16 Lini Usaha Baru

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:04 WIB
Emiten Jual Beli Besi Kapal Bekas (OPMS) Berencana Tambah 16 Lini Usaha Baru
Ilustrasi. Kapal tanker minyak melewati selat hormuz (Reuters/Hamad I Mohammed).
  • OPMS berencana melakukan diversifikasi usaha ke 16 lini bisnis baru di 2026.
  • Aksi korporasi ini telah disetujui pada Desember 2025.
  • Rencana ekspansi ini dinilai menjadi momen penting bagi investor di pasar saham.

Suara.com - Emiten perdagangan logam bekas kapal PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) tengah mempersiapkan manuver diversifikasi usaha ke 16 lini bisnis berbeda di tahun ini. Rencana ekspansi ini dinilai menjadi momen penting bagi investor di pasar saham.

Aksi korporasi yang telah disetujui pada Desember 2025 ini membuka peluang OPMS untuk menjajal 16 lini usaha baru. Penambahan kegiatan usaha ini dilatarbelakangi dari inisiatif Perseroan untuk terus berupaya tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan dukungan yang optimal bagi Pemegang Saham.

Lini usaha baru OPMS akan bergerak di industri pangan, meliputi perdagangan gula, coklat, dan kembang gula, kopi, teh dan kakao, makanan dan minuman hasil pertanian, buah-buahan, telur dan hasil olahan telur, susu dan produk susu, minuman non alkohol bukan susu dan makanan dan minuman lainnya.

Selain itu, perusahaan asal Surabaya ini juga akan melakukan perdagangan besar di komoditas beras, sayuran, minyak dan lemak nabati, daging ayam dan daging ayam olahan, eceran roti, kue kering, serta kue basah dan sejenisnya, daging sapi dan daging sapi olahan, daging dan daging olahan dan terakhir roti.

Ke depan, Direktur PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk Rubbyanto Handaja Kusuma mengatakan, tenaga ahli dan pendapatan atas kegiatan usaha baru tersebut akan dibukukan Perseroan pada laporan keuangan Kuartal 4 (Q4) 2025 dan paling lambat dilaporkan pada tgl 31 Maret 2026.

“Untuk kedepannya Perseroan akan lebih berfokus pada lini bisnis baru di bidang Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dibanding penjualan besi scrap. Namun Perseroan akan tetap berusaha mengoptimalkan supply chain dan mendapatkan rantai pasok besi scrap yang stabil guna meningkatkan pendapatan Perseroan di segmen tersebut,” jelas Rubbyanto.

Aksi ini pun dinilai bisa meningkatkan sentimen fundamental saham OPMS. Analis menilai, strategi diversifikasi ini berpeluang besar untuk mendongkrak pendapatan di masa yang akan datang. Dengan rapor kinerja baik, potensi dividen tinggi, minat investor akan saham OPMS akan lebih besar dan mendorong harga sahamnya melambung tinggi.

“Penambahan kegiatan usaha baru ini membuka peluang Perseroan untuk menjalin kerjasama dengan beberapa principal baru kedepannya. Dengan jaringan distribusi yang terfokus di Wilayah Madura dan Jawa Timur, Perseroan memiliki peluang distribusi, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan regional,” sebagaimana disampaikan Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana dalam keterangannya.

Aksi korporasi besar-besaran ini pun telah disambut baik oleh kalangan pelaku pasar. Hal ini terlihat dengan kenaikan harga saham OPMS yang telah naik 163.38% selama enam bulan ke belakang hingga Selasa, (6/1/2026). Aksi beli berskala besar tersebut memperkuat anggapan adanya kemungkinan potensi investor strategis atau mitra kerja yang akan melakukan akuisisi bertahap atau kerja sama operasi.

“Bila dilihat dari pola transaksinya yang stabil dan berulang, bisa dilihat ini menunjukkan adanya kemungkinan pihak institusional yang mulai masuk. Hal ini bisa menjadi sentimen baik bagi pergerakan saham OPMS ke depannya seiring dengan diversifikasi 16 lini bisnis baru yang telah disetujui,” jelasnya.

Diketahui, perusahaan yang berdiri sejak 2012 ini memegang peranan sentral dalam bisnis besi skrap di Indonesia. Selain jual beli besi tua, dan daur ulang besi skrap, OPMS juga melakukan pemotongan kapal sebagai bagian integral dari operasional. Proses pemotongan kapal yang dilakukan dengan ketelitian dan keamanan yang tinggi menjadikan PT. Optima Prima Metal Sinergi Tbk sebagai penyedia besi skrap terkemuka yang memenuhi standar kualitas tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Saham DEWA Meroket Hari Ini, Ternyata Ini Penyebabnya

Harga Saham DEWA Meroket Hari Ini, Ternyata Ini Penyebabnya

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 17:03 WIB

Tahun Baru, Strategi Baru, Saham-saham Potensial Ini Patut Dilirik

Tahun Baru, Strategi Baru, Saham-saham Potensial Ini Patut Dilirik

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 15:55 WIB

Perusahaan Raksasa Diisukan IPO Saham Sebentar Lagi, Ini Profilnya

Perusahaan Raksasa Diisukan IPO Saham Sebentar Lagi, Ini Profilnya

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 14:34 WIB

Terkini

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:00 WIB

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:57 WIB

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:14 WIB

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:48 WIB

OCBC NISP Tebar Dividen Rp1,03 Triliun, Simak Rincian Hasil RUPST Terbaru!

OCBC NISP Tebar Dividen Rp1,03 Triliun, Simak Rincian Hasil RUPST Terbaru!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:46 WIB

Lowongan Kerja Bea Cukai Lulusan SMA Dipercepat Purbaya Jadi Bulan Ini

Lowongan Kerja Bea Cukai Lulusan SMA Dipercepat Purbaya Jadi Bulan Ini

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:39 WIB

H&M Umumkan 160 Toko Bakal Gulung Tikar di 2026

H&M Umumkan 160 Toko Bakal Gulung Tikar di 2026

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:29 WIB

CFX Dorong Kepercayaan Aset Digital Lewat Forum Diskusi CFX Connect Vol.2

CFX Dorong Kepercayaan Aset Digital Lewat Forum Diskusi CFX Connect Vol.2

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 15:11 WIB

Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz

Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:49 WIB