- Keputusan MSCI mengenai metodologi penghitungan *free float* menggunakan data KSEI akan terbit sebelum Januari 2026 dan diterapkan Mei 2026.
- Saham BUMI diprediksi kuat naik dari Small Cap ke Standard Index, sementara DEWA juga berupaya memenuhi kriteria likuiditas global.
- Analis memproyeksikan target harga bagi kandidat seperti BUMI dan PTRO, namun risiko volatilitas tinggi jika sentimen MSCI meleset patut diwaspadai.
Analisis Indo Premier: Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan menempatkan PTRO sebagai kandidat kuat kedua setelah BUMI.
Target Harga: Dengan pembaruan free float menjadi 30%, batas harga minimum PTRO untuk masuk indeks diperkirakan berada di kisaran Rp11.000 – Rp12.000 per lembar saham.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
Pengamat pasar melihat target resistance terdekat DEWA berada di level Rp850 – Rp890. Jika berhasil menembus area ini dengan volume tinggi, peluang menuju level Rp1.000 di pertengahan tahun 2026 mulai terbuka.
Risiko di Balik Sentimen MSCI
Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Indonesia, Fath Aliansyah, menekankan pentingnya bagi investor untuk tidak sekadar "ikut arus" sentimen indeks.
“Keduanya (BUMI dan DEWA) terbuka lebar untuk masuk ke indeks MSCI. Namun kalau hanya beli karena sentimen MSCI risikonya besar. Kalau meleset, volatilitasnya akan luar biasa tinggi. Ini yang harus dipahami,” jelas Fath.