- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin pendirian Unit Syariah PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia di Jakarta Selatan.
- Pencabutan izin ini merupakan tindak lanjut pemisahan Unit Syariah menjadi entitas tersendiri bernama PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah.
- Keputusan OJK ini secara resmi melarang Manulife Indonesia menjalankan kegiatan usaha asuransi jiwa prinsip syariah ke depannya.
Suara.com - Izin pendirian Unit Syariah PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia), dicabut Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Adapun alamat Unit Syariah PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia berada di Gedung Sampoerna Strategic Square, South Tower, Jakarta Selatan.
Keputusan tersebut sehubungan dengan adanya pemisahan Unit Syariah PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia kepada PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah.
Kepala Departemen Perizinan, Pemeriksaan Khusus dan Pengendalian Kualitas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, I Wayan Wijana, mengatakan pencabutan izin usaha itu tertuang dalam surat Keputusan Kepala Departemen Perizinan, Pemeriksaan Khusus dan Pengendalian Kualitas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun nomor KEP712/PD.02/2025 per 24 Desember 2025.
"Pencabutan Izin Pendirian Unit Syariah PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia merupakan tindak lanjut dari Rencana Kerja Pemisahan Unit Syariah dengan mengalihkan pengelolaan Unit Syariah kepada PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah," ujar Wayan dalam pengumuman tersebut dikutip dari website resmi OJK, Kamis (8/1/2026).
Dengan dicabutnya izin pendirian Unit Syariah PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, OJK melarang PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia melakukan kegiatan usaha di bidang asuransi jiwa dengan prinsip syariah.
Namun, pencabutan izin tersebut tidak berdampak terhadap operasional Manulife Indonesia.