Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Masih Berotot Hari Ini, Ditutup di Level Rp 16.829/USD

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 24 Februari 2026 | 16:43 WIB
Rupiah Masih Berotot Hari Ini, Ditutup di Level Rp 16.829/USD
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
  • Nilai tukar rupiah pada Selasa, 24 Februari 2026, ditutup melemah menjadi Rp16.829 per dolar AS.
  • Pelemahan rupiah disebabkan oleh penguatan dolar AS menyusul data ekonomi manufaktur Amerika Serikat yang kuat.
  • Ancaman tarif baru Trump dan antisipasi pembicaraan AS-Iran turut menekan rupiah serta mata uang Asia lainnya.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah melanjutkan tren negatif pada penutupan Selasa, 24 Februari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasa spot ditutup Rp 16.829 per dolar Amerika Serikat (AS)

Rupiah pun melemah 0,16 persen dibanding penutupan pada Senin (23/2/2026) yang berada di level Rp 16.802 dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.830 per dolar AS. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah karena faktor global.  

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah data menunjukkan aktivitas ekonomi dan manufaktur AS yang lebih kuat dari perkiraan," ujarnya saat dihubungi Suara.com.

Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]

Lukman menambahkan, ancaman tariff baru Trump 15 persen juga ikut membebani rupiah. Sehingga pelemahan mata uang Garuda akan terus berlanjut. 

"Investor juga masih was was mengantisipasi pembicaraan AS-Iran yang dijadwalkan Kamis ini," jelasnya. 

Sementara itu, mayoritas uang Asia juga melemah. Yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,93 persen. Disusul, peso Filipina yang ditutup ambles 0,34 persen

Selanjutnya ada won Korea Selatan terjun 0,24 persen dan baht Thailand tertekan 0,22 persen. Lalu ringgit Malaysia yang terkoreksi 0,21 persen.

Berikutnya, dolar Singapura yang tergelincir 0,1 persen dan dolar Taiwan yang ditutup turun 0,07 persen. Diikuti, dolar Hongkong melemah tipis 0,04 persen.

Sementara itu, yuan China menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik 0,21 persen.  Kemudian rupee India terlihat menguat tipis 0,03 persen terhadap the greenback di sore ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Keok Lawan Dolar AS ke Level Rp16.835

Rupiah Keok Lawan Dolar AS ke Level Rp16.835

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 09:42 WIB

Trump Terjepit Keputusan MA, Rupiah 'Terbang' ke Rp16.802

Trump Terjepit Keputusan MA, Rupiah 'Terbang' ke Rp16.802

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 15:43 WIB

Rupiah Bangkit, Dolar AS Alami Tekanan ke Level Rp16.843

Rupiah Bangkit, Dolar AS Alami Tekanan ke Level Rp16.843

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 09:48 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB