Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

MKNT Raih Pinjaman Jumbo Rp822 Miliar, Duitnya Mau Dipakai Ekspansi Bisnis Baru

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 07 Januari 2026 | 14:28 WIB
MKNT Raih Pinjaman Jumbo Rp822 Miliar, Duitnya Mau Dipakai Ekspansi Bisnis Baru
Mitra Komunikasi Nusantara (MKNT)
  • PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) mendapat pinjaman total Rp822,92 miliar untuk diversifikasi bisnis.
  • Dana tersebut dialokasikan untuk mengakuisisi 99,99% saham perusahaan akuakultur dan manufaktur baja.
  • Fasilitas kredit tanpa bunga ini memiliki tenor hingga Juni 2026 dengan opsi konversi saham.

Suara.com - Emiten yang sebelumnya dikenal sebagai distributor perangkat telekomunikasi dan pulsa, PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT), tengah melakukan langkah transformasi bisnis besar-besaran.

Perseroan baru saja mengamankan fasilitas pinjaman fantastis senilai total Rp822,92 miliar yang bersumber dari dua entitas, yakni PT Mantra Capital Persada (MCP) dan PT Headwell Bintang Energi Hijau (HBEH).

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (7/1/2026), kucuran dana ini telah diterima perseroan sejak 17 Desember 2025.

Pinjaman ini menjadi modal utama bagi MKNT untuk mendiversifikasi lini bisnisnya di luar sektor telekomunikasi.

Rincian pembiayaan yang diterima perseroan terdiri dari pinjaman sebesar Rp154,92 miliar dari MCP dan sebesar Rp668 miliar dari HBEH.

Ada dua poin menarik dalam perjanjian fasilitas kredit ini:

  1. Beban Bunga Nol Persen: Kedua fasilitas pinjaman tersebut diberikan tanpa bunga dengan jangka waktu pinjaman (tenor) hingga 30 Juni 2026.
  2. Opsi Konversi (Rights Issue): Terdapat klausul yang memungkinkan utang tersebut diubah menjadi kepemilikan saham dalam perseroan melalui mekanisme Rights Issue, dengan catatan harus terlebih dahulu mengantongi restu dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Target Akuisisi: Dari Udang Hingga Baja

Dana segar tersebut dialokasikan sepenuhnya untuk mencaplok saham di dua perusahaan dengan profil bisnis yang sangat berbeda dari bisnis inti MKNT saat ini:

Sektor Akuakultur: MKNT mengakuisisi 99,99% saham PT Radja Udang Malingping (RUM). Transaksi senilai Rp154,92 miliar ini dilakukan dengan PT Mazon Bumi Mining (MBM) untuk menguasai unit usaha budidaya udang.

Sektor Manufaktur: Perseroan mengambil alih 99,99% saham PT Citra Baru Steel (CBS), sebuah perusahaan manufaktur baja, dengan nilai transaksi mencapai Rp668 miliar dari Headwell Investment Limited yang berkedudukan di Hong Kong.

Langkah agresif ini diambil manajemen MKNT sebagai upaya strategis untuk memulihkan kesehatan struktur keuangan dan menjamin kelangsungan usaha (going concern). Saat ini, MKNT diketahui masih mencatatkan ekuitas negatif.

Mengingat kondisi keuangan tersebut, merujuk pada regulasi POJK No.17/2020, perseroan mendapatkan relaksasi untuk tidak menggunakan penilai independen maupun kewajiban persetujuan RUPS di awal untuk transaksi material ini.

Namun, manajemen memastikan bahwa proses akuisisi saat ini masih berstatus kondisional dan baru akan efektif setelah seluruh persyaratan dalam perjanjian jual beli terpenuhi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Harga ANTM, Mayoritas Analis Berikan Masukan Terbaru Hari Ini

Target Harga ANTM, Mayoritas Analis Berikan Masukan Terbaru Hari Ini

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 13:26 WIB

IHSG Diprediksi Tembus 9.000, Ini Kunci dan Faktor Pendorongnya

IHSG Diprediksi Tembus 9.000, Ini Kunci dan Faktor Pendorongnya

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 10:47 WIB

IHSG Terus Meroket Rabu Pagi ke Level 8.959, Cermati Saham-saham Ini

IHSG Terus Meroket Rabu Pagi ke Level 8.959, Cermati Saham-saham Ini

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 09:17 WIB

Terkini

Strategi Baru Tekan Biaya Produksi Sawit, Sebar Serangga Penyerbul

Strategi Baru Tekan Biaya Produksi Sawit, Sebar Serangga Penyerbul

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:02 WIB

BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Siapa Saja?

BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Siapa Saja?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:55 WIB

Dana Asing Kabur dari IHSG, Saham BUMI Masuk Rekomendasi Analis

Dana Asing Kabur dari IHSG, Saham BUMI Masuk Rekomendasi Analis

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:55 WIB

Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek

Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:54 WIB

Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan

Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:42 WIB

Harga Emas Pegadaian 10 April 2026 Terkoreksi Usai Naik Berturut-turut

Harga Emas Pegadaian 10 April 2026 Terkoreksi Usai Naik Berturut-turut

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:42 WIB

Adaro Indonesia Terima Penghargaan PROPER Emas Kedelapan

Adaro Indonesia Terima Penghargaan PROPER Emas Kedelapan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:28 WIB

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 22:44 WIB

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB