Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.458,496
LQ45 746,470
Srikehati 349,085
JII 516,664

Saham Garuda Indonesia (GIAA) Meroket Awal 2026, Ini Penyebabnya

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 08 Januari 2026 | 16:28 WIB
Saham Garuda Indonesia (GIAA) Meroket Awal 2026, Ini Penyebabnya
Pesawat Garuda Indonesia dengan Livery Khusus Pikachu dan Aksen Batik/(Dok GIAA).
  • Saham GIAA melonjak 9,76% pada 8 Januari 2026 dipicu pengalihan saham 3,74 miliar lembar dari Danantara AM kepada BP BUMN.
  • Transaksi jumbo pengalihan saham tersebut bernilai total Rp1,71 triliun dengan harga pelaksanaan Rp459 per saham.
  • Secara fundamental, Garuda Indonesia (GIAA) masih mencatatkan ekuitas negatif USD1,54 miliar hingga kuartal ketiga 2025.

Suara.com - Saham maskapai nasional, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), kembali menjadi pusat perhatian pelaku pasar modal di awal tahun 2026.

Hingga penutupan sesi I perdagangan Kamis (8/1), harga saham GIAA terpantau melonjak tajam sebesar 9,76 persen ke posisi Rp90 per lembar.

Lonjakan ini terjadi tak lama setelah adanya perubahan struktur kepemilikan saham yang melibatkan entitas pengelola aset negara.

Danantara Asset Management (Danantara AM) dilaporkan telah memindahkan sebagian porsi kepemilikannya kepada Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN).

Transaksi Jumbo Rp1,71 Triliun di Balik Layar

Berdasarkan keterbukaan informasi, Danantara AM melepas sebanyak 3,74 miliar lembar saham GIAA pada Rabu (7/1).

Menariknya, harga pelaksanaan dalam pengalihan kepada BP BUMN tersebut dipatok pada angka Rp459 per saham. Melalui skema ini, Danantara AM berhasil mengantongi dana taktis senilai Rp1,71 triliun.

Dampak dari transaksi tersebut, kepemilikan langsung Danantara AM di GIAA menyusut sekitar 0,92 persen menjadi 91,11 persen, dari posisi sebelumnya yang mencapai 92,031 persen.

Di sisi lain, Negara Republik Indonesia melalui BP BUMN kini resmi mendekap 0,92 persen saham atau setara dengan jumlah saham yang dilepas Danantara.

Sepanjang perdagangan sesi I hari ini, antusiasme pasar terhadap GIAA tercermin dari volume transaksi yang mencapai 679,73 juta lembar dengan frekuensi sebanyak 1.600 kali, serta nilai transaksi total sebesar Rp5,97 miliar.

Meski demikian, perjalanan harga saham GIAA sepanjang setahun terakhir penuh dengan dinamika. Membuka tahun 2025 di level Rp54, emiten penerbangan ini sempat tertekan hingga menyentuh titik terendah di Rp31 pada Maret 2025.

Namun, GIAA sempat menunjukkan taringnya dengan reli panjang yang membawa harga saham mencapai level tertinggi Rp126 pada Oktober 2025. Menutup tahun 2025 dengan koreksi di level Rp98, secara akumulatif saham ini telah meroket 78,18 persen sepanjang tahun lalu.

Memasuki minggu pertama 2026, tren penurunan sebenarnya sempat membayangi hingga menyentuh Rp82 pada Rabu kemarin (turun 16,33 persen dari posisi akhir tahun).

Penguatan hari ini pun menjadi angin segar bagi investor yang berharap pada pemulihan tren harga jangka pendek.

Rapor Keuangan: Ekuitas Masih Negatif di Tengah Penurunan Pendapatan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Tembus Level 9.000, Menkeu Purbaya: Lanjut Terus!

IHSG Tembus Level 9.000, Menkeu Purbaya: Lanjut Terus!

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 15:56 WIB

Pengertian Exercise Saham: Strategi Mengubah Hak Menjadi Kepemilikan Aset

Pengertian Exercise Saham: Strategi Mengubah Hak Menjadi Kepemilikan Aset

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 15:18 WIB

Setelah Himbara, BP BUMN Kini Koleksi Saham BUMN Karya dari Danantara

Setelah Himbara, BP BUMN Kini Koleksi Saham BUMN Karya dari Danantara

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 15:17 WIB

Terkini

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 20:29 WIB

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 18:25 WIB

Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:59 WIB

Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?

Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:30 WIB

Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama

Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 16:05 WIB

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 15:20 WIB

Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal

Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 14:10 WIB

Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU

Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 13:34 WIB

Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai

Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 12:34 WIB

Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan

Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 11:56 WIB