Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

IHSG Pecah Rekor Lagi di Senin Pagi, Tembus Level 8.991

Achmad Fauzi

Senin, 12 Januari 2026 | 09:18 WIB
IHSG Pecah Rekor Lagi di Senin Pagi, Tembus Level 8.991
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • IHSG mencapai level tertinggi 8.991 pada awal perdagangan Senin, 12 Januari 2026, didorong sentimen positif global.
  • Volume transaksi mencapai 4,32 miliar saham dengan nilai Rp 3,07 triliun hingga pukul 09.06 WIB.
  • Proyeksi penguatan IHSG didukung kinerja positif bursa Wall Street dan mayoritas indeks saham regional Asia.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lompat tinggi ke level tertinggi pada awal perdagangan Senin, 12 Januari 2026. IHSG melesat ke level 8.991.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.06 WIB, IHSG masih betah di zona hijau ke level 8.980 atau naik 0,48 persen.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,32 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,07 triliun, serta frekuensi sebanyak 398.400 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 299 saham bergerak naik, sedangkan 267 saham mengalami penurunan, dan 392 saham tidak mengalami pergerakan.

Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, KOCI, BCIC, SOTS, RLCO, INDS, PTSN, SOHO, APLN, PWON, ROCK, FOLK.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, CARE, BBSS, SMKM, IKPM, NRCA, BSIM, INET, SCNP, HAJJ, PANI, TRON.

Proyeksi IHSG

IHSG diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan Senin (12/1/2026), seiring sentimen positif yang datang dari pasar saham global, khususnya Amerika Serikat.

Tim Analis Samuel Sekuritas Indonesia menilai penguatan bursa Wall Street pada akhir pekan lalu menjadi katalis utama bagi pergerakan pasar saham domestik. Pasar AS ditutup di zona hijau setelah merespons rilis data ketenagakerjaan.

baca juga

Pada perdagangan Jumat (9/1), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,48 persen, diikuti S&P 500 yang menguat 0,65 persen, serta Nasdaq yang melonjak 0,81 pesen. Kinerja positif ini turut mendorong optimisme pelaku pasar di kawasan Asia.

Dari pasar obligasi, imbal hasil atau yield US Treasury 10 tahun tercatat turun tipis 0,02 persen ke level 4,171 persen, sementara indeks dolar AS justru menguat 0,27 persen ke posisi 99,13. Pergerakan tersebut mencerminkan sikap investor yang masih selektif, namun cenderung risk-on.

"Kami memperkirakan IHSG bergerak menguat, didorong sentimen positif pasar AS dan regional," tulis Tim Analis Samuel Sekuritas dalam riset.

Secara regional, mayoritas indeks saham Asia juga menunjukkan pergerakan positif. Indeks STOXX Eropa menguat 1,6 persen, Straits Times Index (STI) Singapura naik 0,1 persen, sementara EIDO tercatat menguat 0,1 pers. Adapun IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup di level 8.937, naik 0,1 persen.

Dari sisi komoditas, harga minyak Brent melonjak 2,2 persen ke level USD 63 per barel, sementara emas kembali menguat 0,7 persen ke USD 4.510 per troy ounce.

Di sisi lain, harga batu bara melemah 0,4 persen ke USD 107 per metrik ton, dan CPO Malaysia turun tipis 0,2 persen.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau menguat tipis 0,1 persen ke level Rp 16.805 per dolar AS, memberikan sentimen tambahan bagi pasar saham domestik.

Dari aktivitas investor asing, saham BBCA, MINA, dan BUVA menjadi incaran dengan catatan foreign net buy terbesar pada 9 Januari 2026. Sebaliknya, saham BUMI, BMRI, dan AMMN mencatatkan foreign net sell tertinggi.

Untuk saham individual, Samuel Sekuritas menyoroti sejumlah sentimen korporasi, di antaranya BBTN yang membidik pertumbuhan CASA hingga R p5 triliun, SMRA terkait transaksi afiliasi, serta isu sektor energi setelah pemerintah memangkas target produksi batu bara 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekomendasi Saham-saham yang Patut Dicermati Senin 12 Januari 2026

Rekomendasi Saham-saham yang Patut Dicermati Senin 12 Januari 2026

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 08:32 WIB

BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya

BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya

Bisnis | Minggu, 11 Januari 2026 | 17:04 WIB

Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!

Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!

Bisnis | Minggu, 11 Januari 2026 | 12:54 WIB

Terkini

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:38 WIB

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:28 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:19 WIB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:02 WIB

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:51 WIB

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:25 WIB

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:10 WIB

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:40 WIB

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:35 WIB

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:04 WIB

×