Akhirnya IHSG Tembus Level 9.000, Apa Pemicunya?

Achmad Fauzi

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:52 WIB
Akhirnya IHSG Tembus Level 9.000, Apa Pemicunya?
Pekerja beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (21/2/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • IHSG ditutup menguat signifikan 0,94 persen mencapai 9.032,58 pada Rabu, 14 Januari 2026 didorong sentimen The Fed dan komoditas.
  • Pemerintah akan menghidupkan proyek gasifikasi batu bara menjadi DME untuk substitusi LPG, berpotensi menguntungkan emiten batu bara.
  • Bursa Asia mayoritas menguat; Jepang mencetak rekor tertinggi, sementara China mencatat surplus perdagangan besar sambil mengalihkan pasar ekspor.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus memecahkan rekor baru pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026. IHSG ditutup menguat 0,94 persen ke level 9.032,58, setelah sempat menyentuh level intraday tertinggi di posisi 9.049.

Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya mengemukakan, penguatan IHSG ditopang oleh sejumlah sentimen positif, mulai dari ekspektasi berlanjutnya penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed), kenaikan harga komoditas global, aliran dana investor asing, hingga aksi korporasi sejumlah emiten di dalam negeri.

Sejalan dengan pergerakan pasar saham, nilai tukar rupiah juga menguat. Pada perdagangan Rabu (14/1), rupiah ditutup di level Rp16.865 per dolar AS di pasar spot.

Pekerja beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Secara teknikal, pergerakan IHSG menunjukkan sinyal positif. Terbentuknya pola Golden Cross serta pelebaran histogram positif pada indikator MACD mengindikasikan potensi penguatan lanjutan.

IHSG diperkirakan masih berpeluang menguji area resistance di kisaran 9.070–9.100, dengan level pivot di 9.000 dan support di 8.900.

Meski demikian, pelaku pasar diimbau tetap mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit taking) pada perdagangan Kamis (15/1). Risiko koreksi jangka pendek dinilai meningkat seiring mendekatnya periode libur panjang (long weekend).

Dari sentimen domestik, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berencana menghidupkan kembali proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) pada tahun ini. Program hilirisasi tersebut ditujukan sebagai substitusi liquefied petroleum gas (LPG) untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Dalam pelaksanaannya, MIND ID dan Pertamina akan bekerja sama mempercepat pengembangan hilirisasi batu bara menjadi berbagai produk energi alternatif, seperti DME, synthetic natural gas (SNG), dan metanol. Kebijakan ini berpotensi memberikan sentimen positif bagi emiten batu bara yang berorientasi pada penjualan domestik.

Dari kawasan Asia, mayoritas indeks saham ditutup menguat pada Rabu (14/1). Bursa saham Jepang mencetak rekor tertinggi, didorong ekspektasi kemungkinan pemilu sela pada Februari. Fenomena yang dikenal sebagai “Takaichi trade” mendorong pelemahan yen, penurunan harga obligasi, dan penguatan pasar saham, seiring harapan kebijakan pro-pertumbuhan ekonomi.

baca juga

Sementara itu, China mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar USD 1,19 triliun sepanjang 2025. Ekspor Tiongkok tumbuh 5,5 persen, sementara impor cenderung stagnan. Menghadapi tarif dari Presiden AS Donald Trump, China mulai mengalihkan pasar ekspornya dari Amerika Serikat ke Uni Eropa dan Asia Tenggara.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 61,20 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 29,19 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,37 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 461 saham bergerak naik, sedangkan 252 saham mengalami penurunan, dan 245 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, AYLS, EESTI, KOCI, INDS, SOTS, TALF, SOHO, SSTM, BLUE, ROCL, DGNS, RDTX.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, WEHA, SOLA, ASPR, NICK, SKBM, PUDP, INAI, MEJA, BCIC, HOMI, AKSI.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia

Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 14:09 WIB

Target Harga PTRO, Buntut Potensi Masuk Inklusi Ganda MSCI dan FTSE

Target Harga PTRO, Buntut Potensi Masuk Inklusi Ganda MSCI dan FTSE

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 13:38 WIB

Saham PWON Terus Terbang 8,72%, Manajemen Buka Suara

Saham PWON Terus Terbang 8,72%, Manajemen Buka Suara

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 12:41 WIB

Terkini

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:02 WIB

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

×