Baca 10 detik
- Harga emas mencapai rekor tertinggi menutup di US$4.620,48 pada Rabu (14/1/2026) karena ketidakpastian geopolitik ekstrem.
- Eskalasi ketegangan global, termasuk krisis Iran dan kebijakan luar negeri AS, mendorong investor mencari aset aman.
- Harga perak melonjak mengikuti emas, dengan target realistis kini diprediksi analis mencapai US$100 per ons.
Data ekonomi terbaru dari Negeri Paman Sam menunjukkan pemulihan pengeluaran yang kuat namun tidak merata.
Namun, di balik angka pertumbuhan tersebut, muncul fenomena "K-shape" dalam konsumsi masyarakat.
Bank of America Securities mencatat adanya kesenjangan lebar antara pengeluaran rumah tangga berpenghasilan tinggi dengan kelompok menengah ke bawah yang mulai kesulitan menghadapi kenaikan biaya hidup.