- IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) mencetak rekor tertinggi (ATH) menembus level 9.032,584 pada Kamis, 15 Januari 2026.
- Capaian rekor ini dipengaruhi kuatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas perekonomian nasional Indonesia tahun 2026.
- Sepanjang 2025, pasar modal mencatat 20,3 juta investor dan pencatatan 26 saham baru melalui IPO Rp18,1 triliun.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil menembus level 9.000 telah memecahkan rekor all-time-high (ATH).
Hal itu terlihat dengan IHSG yang berada di level 9.032,584 dengan menguat 0,94 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Seketaris BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan capaian ini merupakan cerminan semakin kuatnya kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional di tahun 2026.
"Dukungan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi turut berperan penting dalam menciptakan sentimen positif yang konsisten di pasar," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Kata dia, sinergi yang kuat antara Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia serta PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan, turut mendorong penguatan ekosistem pasar modal Indonesia. Tentunya, mampu menghasilkan berbagai pencapaian.
"Sepanjang tahun 2025, pasar modal Indonesia mencatatkan berbagai rekor tertinggi, antara lain jumlah investor yang mencapai 20,3 juta, pencatatan 26 saham baru dengan total dana yang dihimpun melalui Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp18,1 triliun dengan enam di antaranya merupakan Lighthouse IPO," katanya.
Selain itu, aktivitas perdagangan pada tahun 2025 juga menunjukkan tren yang kuat, dengan IHSG ditutup menguat 22,10 persen pada level 8.644,26 pada Senin (29/12) dan mencatatkan 24 kali rekor ATH.
Pencapaian tersebut menegaskan posisi pasar modal Indonesia yang semakin resilien dan berdaya saing global. Sekaligus, memperkuat peran BEI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
"BEI bersama SRO dan seluruh pemangku kepentingan serta dengan dukungan OJK berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur pasar modal, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, guna mendukung pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan dan inklusif," tandasnya.
Baca Juga: Tata Kelola Jadi Kunci Kepercayaan di Ekosistem Venture Capital