Pemerintah Pangkas Nikel Nasional, Harga Diprediksi Terus Menguat Awal 2026

M Nurhadi

Kamis, 15 Januari 2026 | 08:47 WIB
Pemerintah Pangkas Nikel Nasional, Harga Diprediksi Terus Menguat Awal 2026
Ilustrasi Pelabuhan atau Jetty untuk Hilirisasi Nikel/[Dok PTPP].
baca 10 detik
  • Kementerian ESDM menurunkan target produksi nikel 2026 menjadi 250-260 juta ton, selaras kapasitas serap hilir.
  • Kebijakan pembatasan suplai Indonesia ini diharapkan mendorong kenaikan harga nikel internasional menembus $17.000/dmt.
  • Menteri ESDM meminta smelter besar menyerap bijih nikel lokal demi pemberdayaan pengusaha daerah.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan target produksi nikel nasional untuk tahun 2026.

Produksi bijih nikel kini dipatok pada kisaran 250 hingga 260 juta ton, mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan dengan target Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2025 yang mencapai 379 juta ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan untuk menyelaraskan pasokan dengan kemampuan serap industri hilir.

"Produksi nikel kami sesuaikan dengan kapasitas output dari smelter yang ada," ujar Tri di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Kebijakan pengurangan kuota produksi ini diyakini akan menjadi katalis positif bagi penguatan harga nikel di pasar internasional.

Dengan membatasi suplai dari Indonesia sebagai produsen utama, pemerintah berharap tren kenaikan harga dapat terus berlanjut.

Saat ini, harga nikel mulai menunjukkan tajinya dengan menembus angka 17.000 dolar AS per dry metric ton (dmt). Posisi ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata harga sepanjang tahun 2025 yang hanya berkutat di level 14.000 dolar AS per dmt.

Dalam kesempatan yang sama, Tri Winarno turut memberikan perkembangan terbaru mengenai RKAB milik PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Mengingat masa berlaku RKAB perusahaan tersebut habis pada akhir 2025, INCO tidak dapat menikmati fasilitas relaksasi produksi 25 persen yang berlaku hingga Maret 2026.

baca juga

Namun, Tri memastikan bahwa persetujuan untuk RKAB baru INCO akan segera diterbitkan. "Malam ini Insya Allah persetujuan akan didapatkan," tambahnya.

RKAB yang diajukan Vale merupakan dokumen baru yang akan berlaku efektif selama satu tahun penuh sepanjang 2026.

Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya ekosistem bisnis yang sehat di sektor pertambangan. Ia menginstruksikan kepada pemilik smelter besar untuk menyerap bijih nikel dari para pengusaha tambang lokal guna menghindari praktik monopoli.

"Kami ingin investor besar tetap tangguh, namun pengusaha di daerah juga harus diberdayakan. Kolaborasi ini penting agar ekonomi daerah ikut tumbuh," tegas Bahlil. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pemain industri skala global dengan kontraktor tambang domestik.

Sentimen Positif bagi Saham Sektor Nikel

Pembatasan produksi yang berujung pada kenaikan harga komoditas diproyeksi memberikan angin segar bagi kinerja saham-saham di sektor pertambangan nikel.

Para analis melihat adanya potensi penguatan jangka pendek pada sejumlah emiten terkait, di antaranya:

PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (DKFT)
PT PAM Mineral Tbk (NICL)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen

Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 17:56 WIB

Bos Danantara Pamer Hasil Transformasi Total BUMN, Valuasi TLKM Naik Jadi Rp 115 T

Bos Danantara Pamer Hasil Transformasi Total BUMN, Valuasi TLKM Naik Jadi Rp 115 T

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 17:01 WIB

Akhirnya IHSG Tembus Level 9.000, Apa Pemicunya?

Akhirnya IHSG Tembus Level 9.000, Apa Pemicunya?

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 16:52 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×