- IHSG mencetak rekor tertinggi baru di 9.133,87 pada Senin (19/1) karena optimisme stabilitas kebijakan moneter dalam negeri.
- Kenaikan IHSG terjadi meskipun investor asing mencatat aksi jual bersih sebesar Rp543 miliar dengan fokus pada saham perbankan.
- Pelaku pasar menantikan RDG BI untuk menjaga suku bunga acuan tetap di 4,75 persen guna menstabilkan Rupiah.
Kondisi pasar regional Asia bergerak variatif merespons ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dengan pemimpin Uni Eropa terkait sengketa wilayah Greenland.
Ancaman tarif baru terhadap delapan negara Eropa memicu kekhawatiran akan terjadinya perang dagang baru yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global.
Dari China, data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV-2025 dilaporkan menurun ke level 4,5 persen. Meski demikian, secara akumulatif sepanjang tahun 2025, China berhasil mencapai target pertumbuhan nasional sebesar 5 persen (yoy).
DISCLAIMER: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi. Pencapaian All Time High (ATH) bukan merupakan jaminan indeks akan terus menguat tanpa koreksi. Selalu lakukan analisis mandiri dan manajemen risiko yang ketat sebelum bertransaksi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.