OJK Minta Perbankan Antisipasi Imbas Rupiah Anjlok

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 20 Januari 2026 | 07:57 WIB
OJK Minta Perbankan Antisipasi Imbas Rupiah Anjlok
Petugas memberikan pelayanan kepada warga usai di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK. [ANTARA FOTO/Hasrul Said/bar]
baca 10 detik
  • OJK mengantisipasi pelemahan rupiah yang telah mencapai Rp16.950 per dolar AS, turun 0,40 persen.
  • Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK meminta industri perbankan melakukan asesmen risiko pasar serius.
  • OJK telah berkomunikasi dengan bank swasta mengenai fluktuasi nilai tukar demi stabilitas sistem keuangan.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal mengantisipasi pelemahan rupiah yang terus terjadi. 

Hal ini dikarenakan mata uang garuda sudah anjlok 0,40 persen ke level Rp16.950 per dolar Amerika Serikat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merupakan risiko pasar yang harus diantisipasi secara serius oleh industri perbankan.

"Kita lihat ya, itu kan masuk salah satu risiko pasar yang harus kita hadapi. Jadi saya kira itu harus di-assess individual bank seperti apa," katanya di Gedung DPR, Selasa (20/1/2026).

Menurutnya, pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar AS merupakan salah satu risiko pasar yang melekat pada aktivitas perbankan. 

Dian menekankan, setiap bank bersama otoritas perlu melakukan asesmen menyeluruh atas tantangan tersebut.

"Tentu ada semacam stresnya di mana masing-masing bank juga akan melakukan itu," katanya.

OJK juga sudah berkomunikasi dengan bank-bank termasuk swasta dalam memperketa agar fluktuasi nilai tukar tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional.

" Sudah, sudah swasta udah berkomunikasi," tandasnya.

baca juga

Sebagai informasi, nilai tukar terus menunjukkan pelemahan pada hari ini. 

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Senin (19/1/2026) ditutup pada level Rp16.955 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan ini membuat mata uang garuda terus terpuruk. Alhasil, rupiah melemah 0,40 persen persen dibanding penutupan pada Kamis yang berada di level Rp l16.896 dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.880 per dolar AS.  

Sementara itu, pergerakan mata uang Asia rupiah yang mengalami pelemahan terdalam.

Ilustrasi Rupiah. [Pixabay]
Ilustrasi Rupiah. [Pixabay]

Disusul peso Filipina yang melemah 0,19 persen, won Korea melemah 0,13 persen. Lalu diikuti rupee India melemah 0,12 persen dan dolar Taiwan melemah 0,03 persen terhadap dolar AS.

Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS sore ini. Baht Thailand mencatat kenaikan terbesar yakni 0,55 persen. 

Disusul dolar Singapura yang menguat 0,22 persen, yuan China menguat 0,10 persen.

Lalu, yen Jepang menguat 0,05 persen ringgit Malaysia menguat 0,02% dan dolar Hong Kong menguat 0,003 persen terhadap dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Masih Masuk Zona Merah, Dolar AS Menguat ke Level Rp16.874

Rupiah Masih Masuk Zona Merah, Dolar AS Menguat ke Level Rp16.874

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 09:46 WIB

Aturan Purbaya soal Kripto Dinilai Bikin Industri Makin Transparan

Aturan Purbaya soal Kripto Dinilai Bikin Industri Makin Transparan

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 16:25 WIB

Rupiah Makin Ambruk Hingga ke Level Rp 16.855

Rupiah Makin Ambruk Hingga ke Level Rp 16.855

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 16:09 WIB

Rupiah Terancam Tembus Rp17.000

Rupiah Terancam Tembus Rp17.000

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 15:53 WIB

Rem Darurat Pinjol! OJK Batasi Utang Maksimal 30% Gaji Mulai 2026

Rem Darurat Pinjol! OJK Batasi Utang Maksimal 30% Gaji Mulai 2026

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 11:39 WIB

Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 10:48 WIB

Terkini

WALHI: Satgas PKH Bukan Pulihkan Hutan, tapi Konsolidasi Modal dan Ganti Pemain

WALHI: Satgas PKH Bukan Pulihkan Hutan, tapi Konsolidasi Modal dan Ganti Pemain

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:46 WIB

Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme

Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme

Sumut | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Pria di Samarinda Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Ancam Orang Tua Pakai Parang

Pria di Samarinda Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Ancam Orang Tua Pakai Parang

Kaltim | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Mulai Hari Ini, Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura

Mulai Hari Ini, Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Arti Telinga Berdenging Sebelah Kanan Menurut Primbon Jawa vs Penjelasan Medis Tinnitus

Arti Telinga Berdenging Sebelah Kanan Menurut Primbon Jawa vs Penjelasan Medis Tinnitus

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Sinopsis Mad Blackfin, Dracin Kriminal Dibintangi Wei Xiang dan Sha Yi

Sinopsis Mad Blackfin, Dracin Kriminal Dibintangi Wei Xiang dan Sha Yi

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Indonesia Mulai Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Pasokan Dalam Negeri

Indonesia Mulai Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Pasokan Dalam Negeri

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Bagaimana Cara Melacak HP Hilang dalam Keadaan Mati atau Tanpa Internet?

Bagaimana Cara Melacak HP Hilang dalam Keadaan Mati atau Tanpa Internet?

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Nasib Hutan Papua jika Burung Cenderawasih Kehilangan Habitat dan Pohon Pakan

Nasib Hutan Papua jika Burung Cenderawasih Kehilangan Habitat dan Pohon Pakan

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Manusia Ditargetkan Kembali Mendarat di Bulan pada 2028

Manusia Ditargetkan Kembali Mendarat di Bulan pada 2028

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:56 WIB

×