Pemerintah Akui Masih Ada Daerah Rentan Pangan di Indonesia

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32 WIB
Pemerintah Akui Masih Ada Daerah Rentan Pangan di Indonesia
Pemerintah mengidentifikasi 68 kabupaten/kota rentan pangan di Indonesia. Foto: Petani memanen jagung hasil kerja sama antara Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya dengan Polres Sidoarjo di lahan pertanian Desa Bulang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (31/10/2025). [ANTARA FOTO/Umarul Faruq/foc]
baca 10 detik
  • Pemerintah mengidentifikasi 68 kabupaten/kota rentan pangan, mayoritas berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
  • Sugeng Harmono menyampaikan Indeks Ketahanan Pangan nasional berada di level 73, namun daerah 3T prioritas intervensi distribusi.
  • Fokus penanganan mencakup penguatan aksesibilitas, bantuan pangan, serta program Koperasi Desa Merah Putih untuk stabilitas.

Suara.com - Pemerintah mengungkap masih terdapat puluhan daerah di Indonesia yang masuk kategori rentan pangan. Kerentanan itu banyak ditemukan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang menghadapi persoalan aksesibilitas hingga keterbatasan pasokan.

Hal ini disampaikan Assisten Deputi Cadangan dan Bantuan Pangan Kemenko Pangan, Sugeng Harmono dalam acara CORE Outlook Sektoral bertajuk “Ketahanan Pangan Indonesia 2026: Dari Bencana ke Strategi”.

Dalam forum itu, perwakilan Kemenko Pangan, Sugeng, menyampaikan capaian Indeks Ketahanan Pangan nasional tahun ini berada di level 73. Namun di balik capaian tersebut, masih ada pekerjaan rumah yang dinilai cukup besar. Salah satunya terkait wilayah-wilayah yang masuk kategori rawan atau rentan pangan.

“Tadi memang ada daerah-daerah rawan atau rentan pangan. Ini tiap tahun dengan Indeks Ketahanan Pangan, itu penurunannya 12 persen. Jadi sekarang ada 68 kabupaten/kota yang ada rentan pangannya,” ujar Sugeng di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Ia menyebut sebagian besar wilayah rentan pangan itu berada di kawasan 3T. Daerah-daerah tersebut menjadi perhatian pemerintah karena membutuhkan intervensi lebih kuat, terutama dari sisi akses distribusi dan ketersediaan pangan.

“Memang sebagian besar masih di 3T, Bapak Ibu. Itu yang warna coklat, warna biru muda, nah itulah di Maluku, Papua, dan lain sebagainya, ada 21 kabupaten,” ucapnya.

Menurutnya, pemerintah menjadikan daerah-daerah tersebut sebagai prioritas untuk penanganan ketahanan pangan. Salah satu fokus yang didorong adalah memperkuat aksesibilitas agar rantai pasok pangan ke wilayah terpencil bisa lebih lancar.

“Itu yang jadi prioritas kita, terutama nanti untuk aksesibilitas tadi yang disampaikan oleh Ibu, dan juga nanti intervensi melalui salah satunya bantuan pangan,” kata Sugeng.

Sugeng juga menyinggung tantangan geografis dan kondisi wilayah menjadi faktor yang membuat penanganan kerentanan pangan tidak bisa disamakan antar daerah.
Di sejumlah kawasan 3T, keterbatasan infrastruktur menjadi kendala yang membuat harga pangan lebih mahal dan pasokan lebih mudah terganggu.

baca juga

Selain akses distribusi, pemerintah juga menyiapkan strategi intervensi melalui berbagai program. Sugeng menekankan ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga kemampuan masyarakat mengakses pangan dengan harga yang terjangkau.

Ia menyebut pemerintah terus mengawal sejumlah indikator terkait pangan. Selain Indeks Ketahanan Pangan, ada pula indikator lain yang ikut dipantau, seperti Prevalence of Undernourishment (POU) atau kecukupan gizi dan energi masyarakat.

“Dan POU, Prevalence of Undernourishment, jadi kecukupan gizi atau energi bagi masyarakat, targetnya 7,21 juga tercapai hampir sekitar 7 gitu,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sugeng menegaskan agenda swasembada pangan tetap menjadi prioritas pemerintah. Namun, ia menekankan fokus pemerintah tidak hanya beras, melainkan juga komoditas lain yang menopang kebutuhan pangan nasional.

Ia menyinggung berbagai program yang saat ini berjalan, mulai dari penguatan cadangan pangan pemerintah, penguatan rantai pasok, hingga program bantuan pangan untuk menjangkau wilayah rentan.

Sugeng juga menyebut pemerintah menyiapkan langkah untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui program Koperasi Desa Merah Putih. Program itu diarahkan untuk memotong rantai pasok sekaligus meningkatkan akses pangan di tingkat desa.

“Kemudian yang kedua, untuk peningkatan aksesibilitas juga memotong rantai pasok dan juga peningkatan ekonomi masyarakat di desa, ada Koperasi Desa Merah Putih yang di juga salah satu program prioritas,” tuturnya.

Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan, pemerintah juga menyoroti tantangan perubahan iklim yang dinilai semakin nyata. Kondisi tersebut disebut bisa memengaruhi produksi dan distribusi pangan, terutama di wilayah yang rentan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Diminta Waspadai El Nino, Produksi Padi Terancam Turun

Pemerintah Diminta Waspadai El Nino, Produksi Padi Terancam Turun

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 20:33 WIB

CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat

CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 17:00 WIB

Ketika Kas Negara Tekor Rp 695 Triliun, Apa Urusannya dengan Anda?

Ketika Kas Negara Tekor Rp 695 Triliun, Apa Urusannya dengan Anda?

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 16:13 WIB

Tak Perlu Mahal, Ini 5 Laptop Intel Core i7 Terbaik Desember 2025

Tak Perlu Mahal, Ini 5 Laptop Intel Core i7 Terbaik Desember 2025

Your Say | Sabtu, 27 Desember 2025 | 12:15 WIB

Bencana Sumatera 2025 Tekan Ekonomi Nasional, Biaya Pemulihan Melonjak Puluhan Triliun Rupiah

Bencana Sumatera 2025 Tekan Ekonomi Nasional, Biaya Pemulihan Melonjak Puluhan Triliun Rupiah

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 21:25 WIB

Terkini

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:45 WIB

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

News | Minggu, 13 September 2026 | 06:35 WIB

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 06:30 WIB

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

×