Pemerintah Diminta Waspadai El Nino, Produksi Padi Terancam Turun

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:33 WIB
Pemerintah Diminta Waspadai El Nino, Produksi Padi Terancam Turun
Pemerintah diminta waspadai fenomena El Nino yang bisa membuat produksi padi 2026 turun 5 persen. Foto: Area persawahan terendam banjir di Desa Pasir Ampo, Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (20/1/2026). [Antara]
baca 10 detik
  • Guru Besar IPB Dwi Andreas Santosa memperingatkan ketahanan pangan 2026 rentan akibat potensi El Nino.
  • Produksi padi diprediksi turun hingga lima persen karena El Nino diperkirakan dimulai Juni atau Juli 2026.
  • Pemerintah perlu antisipasi ancaman iklim melalui perbaikan tata kelola pangan dan manajemen risiko akurat.

Suara.com - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa menilai proyeksi ketahanan pangan Indonesia pada 2026 tidak bisa hanya bertumpu pada capaian produksi tinggi tahun sebelumnya. Perubahan pola iklim disebut berpotensi menjadi faktor pembalik yang dapat menekan produksi padi dan memengaruhi stabilitas pasokan beras nasional.

Peringatan itu disampaikan Andreas dalam acara CORE Outlook Sektoral bertajuk “Ketahanan Pangan Indonesia 2026: Dari Bencana ke Strategi”. Dalam forum tersebut, isu iklim menjadi salah satu sorotan, terutama terkait potensi masuknya El Nino dalam beberapa bulan ke depan.

Menurutnya, capaian produksi beras 2025 tidak bisa menjadi patokan tunggal untuk memprediksi kondisi 2026. Ia menyebut lonjakan produksi pada tahun lalu salah satunya dipengaruhi kondisi La Nina.

“Kenapa produksi tahun lalu naik sangat tinggi? Kita di sini posisinya, La Nina. Kita dalam posisi ini,” kata Andreas di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan pengamatannya terhadap sejarah produksi padi dalam tiga dekade terakhir, pola iklim punya dampak langsung terhadap output pertanian. Saat La Nina, produksi cenderung meningkat, sedangkan El Nino biasanya membuat produksi turun.

“Di manapun data saya mau pelajari sejarah produksi padi 30 tahun terakhir, kalau La Nina produksi pasti naik. Tapi kalau El Nino produksi pasti turun,” ujarnya.

Peneliti CORE Indonesia itu menyebut, sejumlah lembaga internasional memprediksi Indonesia akan memasuki El Nino mulai Juni atau Juli 2026. Ia menilai durasi fenomena tersebut juga berpotensi panjang.

“Perhitungan berbagai lembaga internasional, kita akan mengalami El Nino mulai bulan Juni-Juli ini. Dan berapa lama El Ninonya? 1 tahun sampai Juli tahun 2027,” ucapnya.

Dengan skenario tersebut, ia memperkirakan produksi beras nasional pada 2026 bisa terkoreksi. Menurutnya, penurunan produksi beras berpotensi mencapai 5 persen.

baca juga

“Untuk itu prediksi saya produksi beras 2026 berpotensi turun hingga 5 persen,” kata Andreas.

Ia menilai ancaman El Nino perlu diantisipasi sejak dini, terutama lewat perbaikan tata kelola pangan. Menurutnya, pemerintah harus menyiapkan kebijakan yang lebih berbasis fakta, termasuk dalam membaca data produksi dan kebutuhan pasokan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya manajemen risiko yang efektif. Salah satunya melalui informasi cuaca yang akurat sebagai dasar perencanaan kebijakan pangan dan langkah mitigasi di lapangan.

Ia menyinggung adanya perbedaan pernyataan dari lembaga dalam negeri terkait kondisi iklim 2026. Menurutnya, sinyal dari lembaga internasional perlu diperhatikan agar pemerintah tidak terlambat mengambil langkah.

“BMKG barusan minggu lalu, bahwa iklim 2026 baik-baik saja. Iklimnya normal. Bisa dibayangkan lembaga sekelas BMKG, padahal seluruh lembaga internasional terkait dengan cuaca menyatakan bahwa tahun 2026 El Nino,” tuturnya.

Andreas juga menilai, kesiapan infrastruktur air dan strategi penguatan produksi perlu menjadi prioritas. Ia menyinggung perlunya kebijakan yang tepat dalam penyediaan pompa hingga pembangunan sumur dalam, terutama untuk daerah yang jauh dari sumber air.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar pemerintah tidak sekadar menumpuk stok tanpa perhitungan pelepasan yang jelas. Menurutnya, tata kelola stok yang tepat menjadi kunci menghadapi potensi guncangan produksi akibat iklim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stok Beras Bulog Menumpuk Bisa Rugikan Negara

Stok Beras Bulog Menumpuk Bisa Rugikan Negara

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 17:21 WIB

CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat

CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 17:00 WIB

Ketika Kas Negara Tekor Rp 695 Triliun, Apa Urusannya dengan Anda?

Ketika Kas Negara Tekor Rp 695 Triliun, Apa Urusannya dengan Anda?

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 16:13 WIB

Pemerintah-BUMN Mulai Manfaatkan Kawasan Hutan untuk Ketahanan Pangan dan Energi

Pemerintah-BUMN Mulai Manfaatkan Kawasan Hutan untuk Ketahanan Pangan dan Energi

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 20:34 WIB

Ancaman Krisis Iklim, Menko Airlangga Ungkap Produksi Padi Sempat Anjlok 4 Juta Ton

Ancaman Krisis Iklim, Menko Airlangga Ungkap Produksi Padi Sempat Anjlok 4 Juta Ton

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 16:24 WIB

Terkini

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:25 WIB

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 08:15 WIB

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:13 WIB

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Bali | Minggu, 13 September 2026 | 07:58 WIB

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 07:53 WIB

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:45 WIB

×