Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.775.000
IHSG 7.559,380
LQ45 743,671
Srikehati 348,696
JII 519,691
USD/IDR 17.137

Menperin Janji RUU Kawasan Industri Bisa Disahkan Dalam Waktu Dekat

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 21 Januari 2026 | 10:16 WIB
Menperin Janji RUU Kawasan Industri Bisa Disahkan Dalam Waktu Dekat
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
  • Menperin Agus Gumiwang memastikan RUU kawasan industri segera disahkan oleh DPR RI setelah pembahasan delapan isu krusial.
  • RUU tersebut berupaya menyelesaikan delapan klaster masalah industri, termasuk isu penting terkait sektor industri halal.
  • Pertumbuhan 57 kawasan industri dalam lima tahun terakhir menyerap 2,4 juta pekerja dan berkontribusi 9,44 persen pada PDB nasional.

Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, memastikan Rancangan Undang-undang (RUU) aakn disahkan dalam waktu dekat ini.

Ia menjelaskan, saat ini pembahasan RUU kawasan industri masih berproses di DPR RI. Kementerian Perindustrian masih menunggu kelanjutan tahapan pembahasan hingga pengesahan.

"Undang-Undang kawasan industri yang mudah-mudahan akan diketok oleh DPR secepatnya," ujar Agus di Kantor Itjen Kemenperin, Jakarta, yang ditulis Rabu (21/1/2026).

Ia menuturkan, terdaat sejumlah isu yang menjadi fokus dalam RUU kawasan industri. Setidaknya, sebut Agus, ada delapan poin atau klaster persoalan yang akan dibahas untuk menjawab tantangan di sektor perindustrian.

Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB)
Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB)

"Kemarin kami melakukan rapim, cukup lama. Jadi, rupanya ada delapan cluster, delapan kekelompokkan dari masalah yang dihadapi oleh kawasan industri, yang harapan kami bahwa delapan cluster, delapan masalah itu nanti akan bisa terjawab, bisa di-address dalam Undang-Undang kawasan industri," imbuhnya.

Agus menambahkan, salah satu tantangan yang masuk dalam pembahasan itu berkaitan dengan sektor industri halal. Persoalan tersebut disebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Selain soal regulasi, Agus juga memaparkan perkembangan kawasan industri dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengungkapkan pertumbuhan kawasan industri dalam lima tahun terakhir mencapai 57 kawasan atau naik 48,3 persen.

Di dalam kawasan industri tersebut, terdapat sekitar 12 ribu tenant yang menjalankan aktivitas usaha. Menurut Agus, ekspansi kawasan industri itu ikut berdampak terhadap penciptaan lapangan kerja.

Agus menyebut, penambahan kawasan industri dalam periode tersebut menyerap sekitar 2,4 juta pekerja. Angka itu dinilai menunjukkan kawasan industri masih menjadi salah satu motor penggerak ekonomi.

"Secara makro, kawasan industri memberikan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 9,44 persen pada triwulan ketiga 2025 dan ini menunjukkan bahwa kawasan industri merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sritex Pailit, Menperin Dorong Penyelematan: Sayang Kalau Harus Kita Likuidasi

Sritex Pailit, Menperin Dorong Penyelematan: Sayang Kalau Harus Kita Likuidasi

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 07:18 WIB

Kemenperin Siapkan Aturan Baru PPBB, IKM Dijanjikan Akses Bahan Baku Impor Lebih Mudah

Kemenperin Siapkan Aturan Baru PPBB, IKM Dijanjikan Akses Bahan Baku Impor Lebih Mudah

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 14:53 WIB

Menperin Pede Industri Manufaktur Bisa Tumbuh di Atas 5% Meski Ekonomi Global Gonjang-Ganjing

Menperin Pede Industri Manufaktur Bisa Tumbuh di Atas 5% Meski Ekonomi Global Gonjang-Ganjing

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 17:13 WIB

Terkini

Harga Emas di Pegadaian Naik Lagi, Antam Hingga UBS Kompak Meroket

Harga Emas di Pegadaian Naik Lagi, Antam Hingga UBS Kompak Meroket

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:28 WIB

Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga

Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:24 WIB

TERPOPULER BISNIS: Reformasi IHSG Diakui MSCI, Status "Beku" Berlanjut

TERPOPULER BISNIS: Reformasi IHSG Diakui MSCI, Status "Beku" Berlanjut

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:13 WIB

BRI Life Incar Pasar Gen Z Lewat Asuransi MODI

BRI Life Incar Pasar Gen Z Lewat Asuransi MODI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:13 WIB

Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar

Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 07:48 WIB

Imbas El Nio Godzilla, Jasindo Pastikan Klaim Premi Asuranis Buat Petani Lancar

Imbas El Nio Godzilla, Jasindo Pastikan Klaim Premi Asuranis Buat Petani Lancar

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 07:44 WIB

OJK: MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia, Sinyal Positif untuk Investor Asing

OJK: MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia, Sinyal Positif untuk Investor Asing

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 07:24 WIB

Promo Spesial BRI di Alfamidi, Dapatkan Hadiah Langsung Belanja Akhir Pekan

Promo Spesial BRI di Alfamidi, Dapatkan Hadiah Langsung Belanja Akhir Pekan

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 07:15 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:43 WIB

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:04 WIB