Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

IHSG Diproyeksi Tertekan Pencabutan Izin, Masih Ada Sentimen Positif Rebound

M Nurhadi

Kamis, 22 Januari 2026 | 08:07 WIB
IHSG Diproyeksi Tertekan Pencabutan Izin, Masih Ada Sentimen Positif Rebound
Ilustrasi IHSG. [Antara]
  • IHSG diprediksi bergerak variatif pada Kamis (22/1/2026) setelah kemarin melemah 1,36% akibat *net sell* asing Rp1,88 triliun.
  • Analis berbeda pandangan mengenai arah IHSG hari ini, antara potensi *rebound* atau pelemahan lanjutan di area *support* 8.950.
  • Sentimen negatif datang dari pencabutan 28 izin tambang oleh Presiden Prabowo, sementara sentimen positif dari kenaikan Wall Street.

Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (22/1/2026) diprediksi akan bergerak variatif setelah mengalami tekanan hebat pada hari sebelumnya.

Kemarin, IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 1,36% yang diperparah dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing mencapai Rp1,88 triliun.

Saham-saham blue chip seperti BBCA, UNTR, GOTO, BMRI, dan HRTA menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh pemodal internasional.

Prediksi Analis: Potensi Rebound vs Koreksi Lanjutan

Para analis pasar modal memiliki pandangan yang beragam mengenai arah indeks hari ini:

BNI Sekuritas: Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst, memproyeksikan IHSG memiliki peluang untuk berbalik arah atau rebound. Ia menetapkan area Support di level 8.950–9.000 dan Resistance pada kisaran 9.035–9.080.

Phintraco Sekuritas: Sebaliknya, Phintraco memperingatkan adanya potensi pelemahan lanjutan. Secara teknikal, posisi IHSG yang berada di bawah MA5 serta indikator MACD yang menyempit membuka ruang pengujian kembali area support psikologis di 8.950.

Sentimen negatif domestik bersumber dari langkah tegas Presiden Prabowo Subianto yang mencabut 28 izin operasional perusahaan di sektor pertambangan, energi, dan kehutanan karena pelanggaran lingkungan.

Kebijakan ini memicu tekanan jual lintas sektor, terutama pada sektor industri yang anjlok 6,33%, serta sektor properti dan transportasi yang masing-masing melemah di atas 3%.

Dari sisi moneter, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75%.

Keputusan ini dinilai sesuai dengan ekspektasi pasar, namun belum cukup kuat menjadi penopang indeks karena fokus BI saat ini adalah menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian geopolitik.

Sementara itu, kabar positif datang dari bursa Amerika Serikat.

Wall Street tercatat melonjak setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana tarif terhadap Eropa menyusul adanya kerangka kesepakatan terkait Greenland dan Arktik.

Indeks Dow Jones dan S&P 500 masing-masing menguat lebih dari 1%, dipimpin oleh kenaikan saham teknologi seperti Nvidia dan AMD.

Penguatan global ini diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi bursa Asia yang sebelumnya bergerak beragam (mixed) akibat ancaman perang dagang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek di Sini, BEI Buka Lagi Perdagangan 8 Emiten Usai Digembok

Cek di Sini, BEI Buka Lagi Perdagangan 8 Emiten Usai Digembok

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 07:35 WIB

Target Harga BBCA Usai Sahamnya Ambles Hari Ini

Target Harga BBCA Usai Sahamnya Ambles Hari Ini

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 19:16 WIB

IHSG Longsor Gegara Aksi Ambil Untung, 556 Saham Kebakaran

IHSG Longsor Gegara Aksi Ambil Untung, 556 Saham Kebakaran

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 16:52 WIB

Terkini

Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat

Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 15:52 WIB

Bea Keluar Batubara Belum Layak Dibahas Saat Ini

Bea Keluar Batubara Belum Layak Dibahas Saat Ini

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 15:31 WIB

Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026

Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 15:29 WIB

Satu Seperempat Abad Melayani Negeri, PT Pegadaian Konsisten Terdepan Melayani Masyarakat

Satu Seperempat Abad Melayani Negeri, PT Pegadaian Konsisten Terdepan Melayani Masyarakat

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 15:16 WIB

Biaya Jualan di e-commerce Berubah Total? Ini Penjelasan PMSE yang Resmi Berlaku

Biaya Jualan di e-commerce Berubah Total? Ini Penjelasan PMSE yang Resmi Berlaku

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 15:06 WIB

Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina

Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 14:52 WIB

AS Siapkan Tarif Baru 10 Persen, Mendag Optimis Ekspor Indonesia Meroket

AS Siapkan Tarif Baru 10 Persen, Mendag Optimis Ekspor Indonesia Meroket

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 14:24 WIB

Sah! RI Bakal Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia Lewat Lemigas Hingga Akhir 2026

Sah! RI Bakal Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia Lewat Lemigas Hingga Akhir 2026

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 14:20 WIB

Asing Borong Tombol Jual, Saham BCA Rontok Hampir 40% Sejak Awal Tahun

Asing Borong Tombol Jual, Saham BCA Rontok Hampir 40% Sejak Awal Tahun

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 13:56 WIB

Bahlil: Harga LNG Naik Bukan Hanya di Indonesia

Bahlil: Harga LNG Naik Bukan Hanya di Indonesia

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 13:49 WIB