Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.315,311
LQ45 627,116
Srikehati 305,365
JII 382,284
USD/IDR 17.910

Indonesia Hadapi Kesenjangan Adopsi AI: 93% Profesional Terpapar, Namun Organisasi Belum Siap

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 22 Januari 2026 | 09:13 WIB
Indonesia Hadapi Kesenjangan Adopsi AI: 93% Profesional Terpapar, Namun Organisasi Belum Siap
Sejumlah Pekerja beraktivitas saat jam pulang kantor di Kawasan Sarinah, Jakarta, Rabu (24/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • 93% profesional RI terpapar AI, namun kesiapan organisasi masih tertinggal.
  • HR wajib fokus pada analytical thinking & teknologi literacy menuju 2030.
  • Solusi AI ELSA Speak tingkatkan skor bahasa Inggris 13% dalam 3 bulan.

Suara.com - Dunia kerja di Indonesia tengah mengalami tantangan serius. Data terbaru mengungkapkan bahwa 93 persen profesional di Indonesia telah terekspos oleh teknologi Artificial Intelligence (AI). Namun, angka adaptasi yang tinggi di level individu ini berbanding terbalik dengan kesiapan organisasi yang dinilai masih tertinggal.

Dalam forum eksklusif Rally & Connect yang diinisiasi oleh Perkumpulan Manajemen Sumber Daya Manusia Indonesia (PMSM) dan Human Resources Directors Indonesia (HRDI), terungkap bahwa hambatan utama perusahaan bukan lagi pada akses teknologi, melainkan pada kualitas data, pengembangan kapabilitas, dan kesiapan pola pikir (mindset) karyawan.

Mengacu pada standar World Economic Forum, kompetensi kunci yang dibutuhkan hingga tahun 2030 mencakup analytical thinking, resilience, creative thinking, technology literacy, serta AI and big data. Di sinilah peran krusial komunikasi global muncul sebagai pengaktif kompetensi tersebut.

Managing Director ELSA Speak, Yasser Muhammad Syaiful, menekankan bahwa kemampuan bahasa Inggris yang relevan dengan pekerjaan menjadi medium utama bagi talenta lokal untuk bersaing di level internasional.

"Perusahaan tidak lagi cukup hanya berinvestasi pada sistem, tetapi juga pada kesiapan manusia. Kebutuhan terbesar HR ke depan adalah membangun talenta yang adaptif dan mampu bekerja berdampingan dengan AI," ujar Dudi Arisandi, Ketua Umum PMSM Indonesia.

Sebagai mitra strategis, ELSA Speak memperkenalkan pendekatan AI purpose-centric. Melalui AI learning agent, pelatihan dipersonalisasi sesuai fungsi kerja dan SOP internal perusahaan. Metode ini terbukti secara data meningkatkan kepercayaan diri komunikasi hingga 95%, menaikkan English Proficiency Score (EPS) rata-rata 13% dalam tiga bulan dan mempercepat kesiapan talenta menghadapi standar kerja global 2030.

Acara Rally & Connect juga menandai arah baru PMSM di bawah kepemimpinan Dudi Arisandi. Dengan latar belakang transformasi people and culture di industri digital, Dudi mendorong HR untuk bertransformasi menjadi mitra strategis bisnis yang human-centric namun tetap berbasis data (data-driven).

Kolaborasi antara PMSM, HRDI, dan ELSA Speak ini diharapkan mampu menutup celah kesenjangan antara pesatnya teknologi AI dengan kesiapan SDM di Indonesia, guna memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di pasar global.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deepfake, AI, dan Ancaman Baru untuk Demokrasi Digital

Deepfake, AI, dan Ancaman Baru untuk Demokrasi Digital

Your Say | Kamis, 22 Januari 2026 | 07:15 WIB

Perkuat Perlindungan Pekerja Migran, Menteri Mukhtarudin Gandeng Kapolri Berantas Jalur Ilegal

Perkuat Perlindungan Pekerja Migran, Menteri Mukhtarudin Gandeng Kapolri Berantas Jalur Ilegal

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 19:59 WIB

Waspada! Penipuan Baru Manfaatkan Fitur Team Invitation OpenAI, Data Pribadi Terancam Dicuri

Waspada! Penipuan Baru Manfaatkan Fitur Team Invitation OpenAI, Data Pribadi Terancam Dicuri

Tekno | Rabu, 21 Januari 2026 | 10:46 WIB

Terkini

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:45 WIB

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:43 WIB

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Health | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:35 WIB

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:25 WIB

×