Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS, Analis: Berpotensi Terus Melambung!

Senin, 09 Maret 2026 | 10:59 WIB
Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS, Analis: Berpotensi Terus Melambung!
Harga minyak dunia, termasuk di Indonesia naik akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel vs Iran di Teluk, yang membuat jalur perdangan minyak dunia di Selat Hormuz tak bisa dilewati. [Suara.com/Syahda]
Baca 10 detik
  • Harga minyak Asia melonjak 30% pada 9 Maret 2026, mencapai level tertinggi sejak 2022 akibat eskalasi konflik AS, Israel, dan Iran.
  • Minyak Brent mencapai $117,16 dan WTI mencapai $118,82 per barel, melampaui prediksi terburuk analis pasar.
  • Gangguan pasokan di Selat Hormuz menyebabkan UEA dan Kuwait mulai memangkas produksi karena kapasitas penyimpanan terbatas.

Suara.com - Harga minyak di pasar Asia melonjak 30 persen pada perdagangan Senin (9/3/2026), menyentuh level tertinggi sejak tahun 2022. Lonjakan tajam ini dipicu oleh meluasnya eskalasi perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang semakin memanas.

Mengutip dari Investing.com, harga kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Mei melonjak lebih dari 25 persen hingga menembus angka 117,16 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mencatatkan kenaikan drastis hingga 30 persen, mencapai level tertinggi harian di angka 118,82 dolar AS per barel.

Analis ANZ dalam catatannya menyatakan bahwa situasi saat ini telah melampaui skenario terburuk yang mereka perkirakan sebelum serangan awal militer AS dan Israel ke Iran. Mereka memperkirakan harga minyak akan terus mengalami kenaikan.

"Situasi ini bahkan melampaui skenario terburuk yang kami perkirakan sebelum serangan awal terhadap Iran oleh pasukan militer AS dan Israel. Kemungkinan kenaikan harga minyak lebih lanjut sangat tinggi,” kata mereka dalam sebuah catatan.

Sebagaimana dilaporkan, konflik antara aliansi AS-Israel dengan Iran memanas pada akhir pekan setelah serangan udara menghantam fasilitas minyak Iran di Teheran dan Provinsi Alborz.

Sebelumnya, Iran telah meluncurkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur distribusi vital yang melayani sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia. Gangguan di wilayah tersebut menjadi pemicu utama kecemasan di pasar minyak global.

Presiden AS Donald Trump menyebut lonjakan harga minyak lebih dari 25 persen sebagai konsekuensi kecil demi keamanan global. Ia meyakini harga akan segera turun setelah ancaman nuklir Iran teratasi.

Sementara itu, produsen besar di Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab dan Kuwait, mulai memangkas produksi minyak akibat keterbatasan kapasitas penyimpanan menyusul gangguan pasokan yang meluas.

Baca Juga: Update Harga BBM Pertamina, Shell, BP dan Vivo Maret 2026 saat Harga Minyak Naik

Sentimen pasar pun tidak banyak membaik meskipun Trump telah menjanjikan asuransi maritim serta potensi perlindungan angkatan laut bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI