- Prabowo bawa komitmen investasi Rp90 triliun dari kunjungan luar negeri.
- Stabilitas politik dan ekonomi perkuat kepercayaan investor asing.
- Hilirisasi dan kepastian hukum jadi daya tarik utama modal masuk
“Karena Indonesia dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi dengan inflasi sebenarnya di Indonesia itu sangat terkendali kan inflasinya. Hanya dua koma sekian persen, dua koma sekian persen lah inflasi Indonesia,” lanjutnya.
Menurut Kamaruddin, kondisi tersebut menunjukkan fundamental ekonomi domestik masih kuat meski ada gejolak dari luar negeri.
“Ini yang menyebabkan juga sekarang kan sudah mulai menguat juga kan Rupiah. Itu gejala apa global saja. Tapi konteks domestik, fundamental kita kan kuat,” jelasnya.
Ia juga menilai kebijakan hilirisasi sumber daya alam menjadi daya tarik tersendiri di mata investor. Selain itu, arus modal asing yang masuk ke pasar obligasi dan saham dinilai mencerminkan optimisme pelaku pasar.
Kamaruddin turut menyinggung penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebagai salah satu indikator respons positif pasar. Ia menilai kabar investasi Rp90 triliun turut dipandang baik oleh investor luar negeri.
“Jadi sebenarnya positif ya, kepulangan Pak Prabowo kan membawa sekitar Rp90 triliun ya ke Indonesia itu sangat positif dipandang oleh ini, oleh investor luar ya. Bahwasanya Indonesia ini memang strategis untuk investasi,” pungkasnya.