Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Jelang Ramadan, Pemerintah Diminta Percepat Belanja Negara Guna Stimulasi Kredit

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 27 Januari 2026 | 07:05 WIB
Jelang Ramadan, Pemerintah Diminta Percepat Belanja Negara Guna Stimulasi Kredit
Ilustrasi (Foto: antara)
  • Pemerintah perlu percepat belanja negara jelang Ramadhan 2026 untuk memicu penyaluran kredit perbankan yang diprediksi melandai.
  • Penyaluran kredit terancam moderat karena bank bersikap pruden, konsumen berhati-hati, serta IKK Desember 2025 sedikit menurun.
  • Indef menyarankan intervensi fiskal melalui penyerapan anggaran dan dukungan UMKM guna perbaiki likuiditas pasar secara luas.

Suara.com - Menjelang momentum Ramadhan dan Idul Fitri 2026, pemerintah diharapkan mengambil langkah proaktif dalam mempercepat realisasi belanja negara.

Hal ini dinilai krusial untuk memicu penyaluran kredit perbankan yang diproyeksikan tidak akan sekuat periode musiman pada tahun-tahun sebelumnya.

M. Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), mengungkapkan bahwa meskipun perayaan hari besar keagamaan biasanya memacu konsumsi rumah tangga dan aktivitas bisnis, kondisi tahun ini memerlukan perhatian khusus.

Rizal menjelaskan bahwa meski penyaluran kredit pada kuartal I-2026 masih akan menunjukkan tren positif, kekuatannya diperkirakan melandai. Ada beberapa faktor yang membayangi moderasi pertumbuhan ini:

  • Sikap Pruden Perbankan: Bank cenderung lebih selektif dan berhati-hati dalam memitigasi risiko kredit.
  • Kehati-hatian Konsumen: Masyarakat dan pelaku usaha kini lebih cermat dalam menghitung kewajiban utang baru, mengingat kondisi ekonomi yang masih menantang.
  • Penurunan Keyakinan Konsumen: Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat turun tipis menjadi 123,5 pada Desember 2025, yang mengindikasikan daya beli belum sepenuhnya pulih.

Untuk menjaga agar momentum pertumbuhan tidak hilang, Indef menyarankan pemerintah melakukan intervensi melalui kebijakan fiskal yang strategis.

Selain mempercepat penyerapan anggaran, pemerintah perlu memperkuat skema bantuan produktif serta dukungan bagi UMKM dan sektor yang menyerap banyak tenaga kerja.

Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki likuiditas pasar dan meningkatkan prospek pendapatan masyarakat secara luas.

Rizal juga menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan makroprudensial untuk menciptakan ruang pembiayaan yang lebih kondusif bagi sektor produktif.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), penyaluran kredit sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 9,69% (yoy), masuk dalam target estimasi 8-11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh:

  1. Kredit Investasi: Melesat signifikan sebesar 21,06% (yoy).
  2. Kredit Konsumsi: Tumbuh moderat di angka 6,58% (yoy).
  3. Kredit Modal Kerja: Meningkat tipis sebesar 4,52% (yoy).

Menariknya, BI mencatat adanya potensi besar yang belum tergarap maksimal. Hingga Desember 2025, terdapat fasilitas pinjaman yang belum ditarik (undisbursed loan) mencapai Rp2,44 kuadriliun atau sekitar 22,12% dari total plafon kredit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transformasi AI dalam Ekonomi Kreatif Indonesia: Peluang Emas atau Ancaman?

Transformasi AI dalam Ekonomi Kreatif Indonesia: Peluang Emas atau Ancaman?

Your Say | Senin, 26 Januari 2026 | 20:23 WIB

3 Menit Paham Tata Cara Hadorot Ziarah Kubur, Bekal Penting Nyekar Ramadan 1447 H

3 Menit Paham Tata Cara Hadorot Ziarah Kubur, Bekal Penting Nyekar Ramadan 1447 H

Lifestyle | Senin, 26 Januari 2026 | 15:10 WIB

Doa Malam Nisfu Syaban Lengkap untuk Ubah Takdir Buruk Jadi Baik

Doa Malam Nisfu Syaban Lengkap untuk Ubah Takdir Buruk Jadi Baik

Lifestyle | Senin, 26 Januari 2026 | 14:47 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB