Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Konjen RI Respon Kabar Proyek Jembatan Indonesia-Malaysia: Sudah Ada Komunikasi

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 27 Januari 2026 | 15:09 WIB
Konjen RI Respon Kabar Proyek Jembatan Indonesia-Malaysia: Sudah Ada Komunikasi
Bendera Malaysia dan Indonesia (dok. istimewa)
  • Proyek jembatan Melaka-Dumai belum resmi di tingkat pusat; inisiatif sebatas penjajakan antara Riau dan Melaka (27/1/2026).
  • Fokus saat ini beralih ke realisasi pelabuhan feri RoRo Melaka-Dumai karena dianggap lebih realistis dalam waktu dekat.
  • Konjen RI mendorong Malaysia segera mulai proyek RoRo, sebab Indonesia telah menyatakan kesiapan infrastruktur pendukung.

Suara.com - Wacana besar mengenai pembangunan jembatan yang menghubungkan Melaka di Malaysia dan Dumai di Indonesia kembali menjadi sorotan publik.

Namun, di tengah antusiasme masyarakat kedua negara, Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto, memberikan klarifikasi penting terkait status diplomatik proyek raksasa tersebut.

Hingga awal tahun 2026 ini, ternyata belum ada pembicaraan bilateral yang bersifat resmi atau Government-to-Government (G-to-G) di tingkat pusat.

Dalam keterangan resminya yang diterima di Kuala Lumpur pada Selasa (27/1/2026), Sigit menjelaskan bahwa inisiatif yang saat ini sedang berkembang masih berada pada tataran penjajakan antar-daerah.

Komunikasi intensif terpantau terjadi secara spesifik antara Pemerintah Negeri Melaka dengan Pemerintah Provinsi Riau, bukan antara pemerintah pusat kedua negara.

Meskipun demikian, urgensi peningkatan konektivitas di wilayah Selat Malaka tetap menjadi prioritas strategis demi mendongkrak arus perdagangan dan logistik regional.

Meski jembatan lintas negara masih menjadi rencana jangka panjang, langkah yang lebih konkret justru terlihat pada pengembangan jalur laut.

Sigit mengungkapkan bahwa Pemerintah Negeri Melaka menunjukkan komitmen yang sangat kuat untuk segera mengoperasikan pelabuhan feri roll-on/roll-off (RoRo) dengan rute Melaka-Dumai. Proyek ini dinilai lebih realistis untuk diwujudkan dalam waktu dekat dibandingkan dengan proyek jembatan fisik.

Dalam pertemuan strategis dengan Setiausaha Bahagian UPEN Melaka, Datuk Shamsul Ambia bin Abdul Aziz, terungkap bahwa pihak Malaysia tengah melakukan langkah-langkah akselerasi.

Pelabuhan Tanjung Bruas, sebagai salah satu titik sentral, menyatakan kesiapannya untuk merampungkan rencana teknis pembangunan fasilitas RoRo Dumai-Melaka.

Kesiapan infrastruktur di sisi Malaysia ini sangat dinantikan mengingat potensi ekonomi yang sangat besar jika mobilitas kendaraan dan barang antar-pulau ini dapat berjalan lancar.

Pemerintah Negeri Melaka juga menginformasikan bahwa mereka akan segera menggelar Focus Group Discussion (FGD). Forum ini bertujuan untuk membedah hasil studi pra-kelayakan (Pre-Feasibility Study) yang telah diselesaikan oleh tim ahli dari Universiti Teknikal Melaka (UTeM).

Hasil studi ini diharapkan menjadi landasan teknis dan ekonomis bagi keberlanjutan proyek konektivitas di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia tersebut.

Meskipun mengapresiasi segala persiapan yang dilakukan pihak Melaka, Konjen Sigit S. Widiyanto menekankan bahwa sudah saatnya beralih dari sekadar pembahasan menuju aksi nyata.

Ia memberikan catatan bahwa Indonesia sebenarnya telah jauh lebih siap dari sisi infrastruktur pendukung untuk menyambut rute RoRo ini.

Bahkan, pembahasan mengenai jalur ini sudah melampaui rentang waktu satu dekade tanpa adanya realisasi fisik yang signifikan.

Sigit mendorong agar Pemerintah Negeri Melaka segera memberikan tanda dimulainya proyek secara resmi sebagai bentuk komitmen politik dan ekonomi. Ia berharap momentum ini tidak kembali menguap seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Sinyal positif dari Melaka sangat penting untuk membangkitkan kembali antusiasme dan optimisme seluruh pemangku kepentingan. Hal ini mengingat Indonesia telah siap dengan infrastrukturnya dan pembahasan jalur ini sudah berlangsung lebih dari satu dekade," ujar Konjen Sigit, pada Selasa (27/1/2026).

Pernyataan ini menegaskan bahwa bola kini berada di tangan pihak Malaysia untuk segera mewujudkan peresmian dimulainya pembangunan atau groundbreaking pelabuhan.

Keberhasilan proyek RoRo ini nantinya akan menjadi indikator penting sebelum melangkah lebih jauh pada proyek infrastruktur yang lebih masif seperti jembatan lintas negara.

Pertemuan koordinasi ini tidak hanya melibatkan jajaran birokrasi, tetapi juga menyertakan berbagai elemen strategis lainnya. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari PLAN Malaysia Melaka, Kumpulan Melaka Berhad, Lembaga Pelabuhan Melaka, Melaka Corporation, hingga akademisi dari UTeM.

Dari sisi Indonesia, delegasi diperkuat oleh Konsul Ekonomi KJRI Johor Bahru dan Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadwal Penukaran Uang Baru 2026, Cek Tata Cara dan Syaratnya

Jadwal Penukaran Uang Baru 2026, Cek Tata Cara dan Syaratnya

Lifestyle | Selasa, 27 Januari 2026 | 15:00 WIB

Di Antara Tembang dan Perang: Membaca Cerita Panji Nusantara

Di Antara Tembang dan Perang: Membaca Cerita Panji Nusantara

Your Say | Selasa, 27 Januari 2026 | 14:55 WIB

Ordal PSSI Akui Timnas Indonesia Terancam Melemah Andai Liga tak Berbenah

Ordal PSSI Akui Timnas Indonesia Terancam Melemah Andai Liga tak Berbenah

Bola | Selasa, 27 Januari 2026 | 14:55 WIB

Terkini

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:46 WIB

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:31 WIB

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19 WIB

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:18 WIB

Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus

Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:06 WIB