Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.835.000
Beli Rp2.707.000
IHSG 7.106,520
LQ45 686,739
Srikehati 332,564
JII 477,320
USD/IDR 17.222

Ketika Bank Beralih ke Digital, Apakah ATM Masih Dibutuhkan?

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 28 Januari 2026 | 12:30 WIB
Ketika Bank Beralih ke Digital, Apakah ATM Masih Dibutuhkan?
Jumlah ATM di Indonesia terus menurun akibat transformasi perbankan digital. [Suara.com/Emma]
  • Jumlah ATM di Indonesia menurun dari 95.188 unit (2021) menjadi 89.774 unit (2025) akibat transformasi perbankan digital.
  • Pergeseran strategi perbankan fokus pada efisiensi dan kecepatan layanan digital, meski ATM tidak ditinggalkan sepenuhnya oleh perbankan.
  • BCA menolak tren penurunan dengan terus menambah jumlah ATM, meyakini transaksi tunai masih dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat.

Suara.com - Dunia perbankan Indonesia tengah mengalami perubahan besar. Bank-bank kini berlomba menghadirkan layanan digital untuk memanjakan nasabah, mulai dari mobile banking hingga berbagai platform transaksi non-tunai yang serba instan.

Transformasi tersebut perlahan berdampak pada layanan perbankan konvensional yang selama ini identik dengan antrean panjang nasabah. Salah satunya adalah fasilitas Anjungan Tunai Mandiri atau ATM, yang pamornya mulai meredup seiring pergeseran perilaku transaksi masyarakat.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah ATM di Indonesia terus menurun dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, jumlah ATM tercatat mencapai 95.188 unit. Namun, angka tersebut menyusut menjadi 89.774 unit pada 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengakui strategi perbankan saat ini memang bergeser ke arah digital. Selain faktor efisiensi, perubahan perilaku nasabah yang menginginkan layanan serba cepat dan praktis turut mempercepat tren tersebut.

"Adopsi teknologi digital dalam layanan perbankan memungkinkan nasabah mengakses layanan kapan saja dan di mana saja. Selain itu, semakin mudahnya akses layanan melalui aplikasi dan platform daring, serta meningkatnya penggunaan pembayaran non-tunai, maka kebutuhan penggunaan ATM menjadi semakin terminimalisir," ujar Dian beberapa waktu lalu.

Jumlah ATM di Indonesia terus menurun akibat transformasi perbankan digital. [Suara.com/Emma]
Jumlah ATM di Indonesia terus menurun akibat transformasi perbankan digital. [Suara.com/Emma]

Alasan Transformasi

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI juga mengakui adanya pengurangan jumlah ATM di Tanah Air. Namun, langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi transformasi layanan perbankan ke arah digital.

BNI menilai penetrasi layanan mobile banking terus meningkat signifikan setiap tahunnya. Oleh karena itu, bank pelat merah tersebut kini lebih memfokuskan penguatan layanan digital agar tetap stabil dan andal digunakan nasabah.

Meski begitu, BNI menegaskan tidak sepenuhnya meninggalkan ATM. Hanya saja, peran ATM kini tidak lagi menjadi kanal utama layanan perbankan.

"Ke depan, ATM dan Cash Recycle Machine (CRM) diposisikan sebagai bagian integral dari ekosistem layanan perbankan yang inklusif dan terintegrasi, bukan semata sebagai kanal utama," ujar Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, saat dihubungi Suara.com.

Berbeda dengan BNI, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) justru masih terus menambah jumlah ATM. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn, mengungkapkan penambahan mesin ATM tetap dilakukan sepanjang 2025.

Per September 2025, BCA tercatat memiliki 20.008 unit ATM yang tersebar di seluruh Indonesia, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 19.439 unit.

Menurut Hera, pamor ATM belum sepenuhnya meredup. Ia menilai masih banyak nasabah yang rela mengantre untuk menarik uang tunai maupun melakukan transaksi lainnya.

“Kami memproyeksikan penggunaan mesin ATM masih akan terus tumbuh ke depannya selaras dengan pertumbuhan perekonomian Indonesia. Sejalan dengan itu, BCA juga senantiasa melakukan investasi berkesinambungan untuk memperkuat ekosistem hybrid banking, dari kanal mobile dan internet banking, point of sales, kantor cabang, ATM, hingga contact center,” ujarnya.

Jangan Dianaktirikan

Meski layanan digital terus berkembang pesat, para pelaku perbankan diingatkan agar tidak mengesampingkan keberadaan ATM. Fasilitas ini masih sangat dibutuhkan, terutama di daerah-daerah kecil yang belum sepenuhnya akrab dengan layanan mobile banking.

Bagi sebagian masyarakat, mengantre di ATM masih menjadi pilihan utama untuk menarik uang tunai, melakukan transfer, hingga membayar berbagai tagihan. Tidak semua nasabah memiliki pemahaman yang memadai terkait penggunaan aplikasi perbankan digital.

Pengamat perbankan, Trioksa Siahaan, menilai ATM masih memiliki peran penting di Indonesia, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai masih cukup tinggi.

"Untuk di Indonesia masih perlu, karena masyarakat masih butuh uang tunai untuk kegiatan-kegiatan tertentu seperti acara adat, belanja di pasar tradisional, dan aktivitas lainnya. Bahkan di Eropa pun transaksi tunai masih berjalan berdampingan dengan cashless," katanya.

Dalam hal ini, digitalisasi layanan perbankan memang tidak terelakkan. Namun, perbankan tetap perlu menjaga keseimbangan antara layanan digital dan fisik, mengingat tidak semua lapisan masyarakat Indonesia siap sepenuhnya beralih ke sistem perbankan digital.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Bank Sudah Bangkrut Sepanjang 2026, Terbaru PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR)

Dua Bank Sudah Bangkrut Sepanjang 2026, Terbaru PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR)

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 08:31 WIB

OJK Cabut Izin Usaha PT Varia Intra Finance, Ini Faktornya

OJK Cabut Izin Usaha PT Varia Intra Finance, Ini Faktornya

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 10:40 WIB

Panduan Cara Ganti Kartu Debit ATM BRI, BNI, dan Mandiri Kedaluwarsa

Panduan Cara Ganti Kartu Debit ATM BRI, BNI, dan Mandiri Kedaluwarsa

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 10:56 WIB

Polisi Gadungan Bersenpi Peras Korban di ATM Pondok Gede, Motor dan Uang Rp 4,2 Juta Raib!

Polisi Gadungan Bersenpi Peras Korban di ATM Pondok Gede, Motor dan Uang Rp 4,2 Juta Raib!

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 08:21 WIB

Panik Uang di ATM Mendadak Hilang? Segera Lakukan 5 Hal Ini

Panik Uang di ATM Mendadak Hilang? Segera Lakukan 5 Hal Ini

Bisnis | Kamis, 13 November 2025 | 16:54 WIB

Terkini

Harta Pemilik Taksi Green SM 13 Kali Lipat Kekayaan Presiden Prabowo

Harta Pemilik Taksi Green SM 13 Kali Lipat Kekayaan Presiden Prabowo

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 13:37 WIB

Mensos Siapkan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan Kereta

Mensos Siapkan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan Kereta

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 13:17 WIB

Kecelakaan Kereta di Bekasi, Mengapa Argo Bromo Anggrek Tidak Mengerem?

Kecelakaan Kereta di Bekasi, Mengapa Argo Bromo Anggrek Tidak Mengerem?

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 13:13 WIB

"Road to Victory", BRI Gelar Pengundian Program Debit FC Barcelona Berhadiah Trip ke Camp Nou

"Road to Victory", BRI Gelar Pengundian Program Debit FC Barcelona Berhadiah Trip ke Camp Nou

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:55 WIB

Target Harga BBRI saat Sahamnya Lagi 'Diskon'

Target Harga BBRI saat Sahamnya Lagi 'Diskon'

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:53 WIB

Tragedi Bekasi Timur: KA Prioritas Utama, Perlintasan Tanpa palang Pintu Jadi Masalah

Tragedi Bekasi Timur: KA Prioritas Utama, Perlintasan Tanpa palang Pintu Jadi Masalah

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:44 WIB

PGN Catatkan Laba Bersih 90,4 juta Dolar AS pada Kuartal I 2026: Tumbuh 46 Persen!

PGN Catatkan Laba Bersih 90,4 juta Dolar AS pada Kuartal I 2026: Tumbuh 46 Persen!

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:23 WIB

MTI Desak Audit Keselamatan Perkeretaapian Nasional Usai Kecelakaan Argo Bromo di Bekasi Timur

MTI Desak Audit Keselamatan Perkeretaapian Nasional Usai Kecelakaan Argo Bromo di Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:16 WIB

Terminal Karimun Disanksi Uni Eropa, PT OTK Buka Suara

Terminal Karimun Disanksi Uni Eropa, PT OTK Buka Suara

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:09 WIB

Geger! Selat Malaka Terancam Sepi? Thailand Nekat Bangun Proyek Rp480 Triliun!

Geger! Selat Malaka Terancam Sepi? Thailand Nekat Bangun Proyek Rp480 Triliun!

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:06 WIB