Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.091,386
LQ45 606,516
Srikehati 297,102
JII 361,308
USD/IDR 18.082

Rupiah Perkasa, Dolar AS Ambruk ke Level Rp16.730

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:32 WIB
Rupiah Perkasa, Dolar AS Ambruk ke Level Rp16.730
Ilustrasi mata uang asing. [Pixabay]
baca 10 detik
  • Rupiah menguat 0,23% pada Rabu (28/1/2026), dibuka di pasar pada Rp16.730 per dolar AS.
  • Penguatan rupiah dipicu sentimen global dan level terendah indeks dolar AS dalam hampir empat tahun.
  • Investor masih menanti keputusan FOMC The Fed, membatasi potensi penguatan rupiah lebih lanjut hari ini.

Suara.com - Nilai tukar rupiah konsisten menghijau hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (28/1/2026) dibuka Rp16.730 per dolar Amerika Serikat (AS).

Penguatan ini membuat mata uang garuda terus masuk di zona hijau. Alhasil, rupiah menguat 0,23 persen dibanding penutupan pada Selasa yang berada di level Rp16.768 dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.801 per dolar AS. Sementara itu, pergerakan mata uang Asia sebagian bervariasi.

Salah satunya, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,76 persen. Selanjutnya, dolar Taiwan melesat 0,49 persen, dan won Korea Selatan menanjak 0,36 persen. Diikuti, peso Filipina yang terkerek 0,35 persen.

Kemudian yuan China terlihat menguat tipis 0,08 persen terhadap the greenback di pagi ini. Sedangkan, yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,52 persen.

Berikutnya, ada baht Thailand terkoreksi 0,06 persen dan dolar Singapura yang turun 0,03 persen. Disusul, dolar Hongkong yang melemah tipis 0,006 persen.

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah terhadap dolar AS dikarenakan sentimen global. Apalagi, indeks dolar AS mengalami level terendah.

"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang kembali melemah cukup tajam. Indeks dolar AS mencapai level terendah dalam hampir 4 tahun di tengah "sell America" trade yang berkelanjutan," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia mengatakan, penguatan bisa bertahan hingga sore. Namun, tidak akan melanjutkan penguatan lebih besar dikarenakan investor masih menunggu keputusan The Fed.

baca juga

"Investor juga masih wait and see FOMC meeting malam ini.Range 16650-16800," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama

Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 14:53 WIB

Rupiah Lesu, Segini Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Rupiah Lesu, Segini Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 11:01 WIB

Dolar AS Menguat, Rupiah Terus Ambles ke Level Rp16.987

Dolar AS Menguat, Rupiah Terus Ambles ke Level Rp16.987

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 09:37 WIB

OJK Minta Perbankan Antisipasi Imbas Rupiah Anjlok

OJK Minta Perbankan Antisipasi Imbas Rupiah Anjlok

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 07:57 WIB

Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI

Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 18:13 WIB

Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD

Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 15:41 WIB

Terkini

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:04 WIB

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:53 WIB

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:52 WIB

Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon

Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon

Banten | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:48 WIB

Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan

Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:48 WIB

KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar

KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:44 WIB

Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih

Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:42 WIB

Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi

Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:37 WIB

Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah

Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:35 WIB

Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung

Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:31 WIB

×