- Mendag pantau harga bapok di 550 pasar via sistem SP2KP jelang Lebaran.
- Pemerintah siapkan langkah antisipasi lonjakan harga melalui Satgas Pangan.
- Rakornas pasokan pangan dilakukan demi menjaga stabilitas harga Idulfitri.
Suara.com - Pemerintah mulai memanaskan mesin pengawasan untuk menjamin stabilitas harga bahan pokok (bapok) menjelang Hari Raya Idulfitri. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi berlapis guna meredam potensi lonjakan harga di pasar.
Salah satu jurus andalannya adalah optimalisasi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Lewat sistem ini, pergerakan harga di 550 titik pasar seluruh Indonesia dipantau secara real-time setiap harinya.
"Kita ada petugas di daerah, di balai-balai. Jadi setiap hari ada kontribusi data dari berbagai daerah. 550 titik pasar terus kita awasi perkembangan harganya," ujar Budi saat meninjau Pasar Rawasari, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).
Budi menjelaskan, data dari SP2KP menjadi "alarm" bagi pemerintah untuk mendeteksi komoditas apa yang harganya merangkak naik dan di titik mana lonjakan itu terjadi. Jika ditemukan anomali harga, Kemendag akan langsung melancarkan koordinasi lintas instansi, mulai dari Pemerintah Daerah, Satgas Pangan, hingga KL Teknis.
Tak hanya di balik meja, Mendag meyakini aksi turun langsung ke lapangan memiliki efek psikologis bagi pasar. Dengan pemantauan fisik, para pedagang diharapkan tidak sembarangan menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Kemarin kita sudah Rakornas, mengumpulkan seluruh pemasok dan dinas perdagangan se-Indonesia. Kita sepakat untuk terus menjaga pasokan agar stabilitas harga pangan tetap terjaga saat permintaan meningkat menjelang Lebaran," pungkasnya.