Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, harga emas kerap mencetak rekor baru. Banyak orang bertanya-tanya, “Kenapa harga emas naik terus?”
Bahkan ketika kondisi ekonomi terlihat stabil, nilai emas tetap menunjukkan tren menguat. Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari berbagai faktor ekonomi, geopolitik, dan psikologis yang saling berkaitan.
Emas bukan sekadar logam mulia untuk perhiasan. Sejak ratusan tahun lalu, emas telah digunakan sebagai alat lindung nilai dan simbol kekayaan. Di tengah ketidakpastian global, emas sering menjadi pilihan utama investor untuk mengamankan aset. Lalu, apa saja alasan utama yang membuat harga emas terus naik dari waktu ke waktu?
1. Emas adalah Aset Safe Haven
Salah satu alasan utama kenapa harga emas naik terus adalah karena perannya sebagai safe haven. Saat terjadi ketidakpastian ekonomi, konflik geopolitik, atau krisis keuangan, investor cenderung memindahkan dananya ke aset yang dianggap paling aman.
Berbeda dengan saham atau mata uang, emas tidak terikat langsung pada kinerja perusahaan atau kebijakan satu negara. Nilainya cenderung stabil dan diakui secara global, sehingga permintaan emas biasanya melonjak saat kondisi dunia tidak menentu.
2. Inflasi Menggerus Nilai Uang
Inflasi membuat daya beli uang menurun. Barang dan jasa menjadi lebih mahal, sementara nilai uang kertas semakin tergerus. Dalam kondisi ini, emas sering dipilih sebagai alat lindung nilai karena nilainya cenderung naik seiring meningkatnya inflasi.
Ketika inflasi tinggi, masyarakat dan investor berusaha mempertahankan kekayaan mereka dengan membeli emas. Permintaan yang meningkat inilah yang mendorong harga emas terus naik.
Baca Juga: Mending Beli Emas Batangan atau Perhiasan? Ini Pilihan Terbaik untuk Investasi
3. Pelemahan Nilai Mata Uang
Harga emas umumnya berbanding terbalik dengan nilai mata uang, terutama dolar AS. Ketika mata uang melemah, harga emas cenderung naik karena emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Di banyak negara berkembang, pelemahan mata uang lokal juga membuat masyarakat memilih emas sebagai penyimpan nilai yang lebih aman dibandingkan menyimpan uang tunai.
4. Suku Bunga dan Kebijakan Bank Sentral
Kebijakan suku bunga memiliki pengaruh besar terhadap harga emas. Saat suku bunga rendah, instrumen seperti deposito atau obligasi menjadi kurang menarik karena imbal hasilnya kecil. Akibatnya, emas menjadi alternatif investasi yang lebih diminati.
Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral di berbagai negara juga ikut mendorong kenaikan harga. Banyak bank sentral menambah cadangan emas mereka untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang asing.