Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kenapa Harga Emas Naik Terus? Ini 7 Penyebabnya

Ruth Meliana

Kamis, 29 Januari 2026 | 18:21 WIB
Kenapa Harga Emas Naik Terus? Ini 7 Penyebabnya
ilustrasi emas (freepik)

Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, harga emas kerap mencetak rekor baru. Banyak orang bertanya-tanya, “Kenapa harga emas naik terus?”

Bahkan ketika kondisi ekonomi terlihat stabil, nilai emas tetap menunjukkan tren menguat. Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari berbagai faktor ekonomi, geopolitik, dan psikologis yang saling berkaitan.

Emas bukan sekadar logam mulia untuk perhiasan. Sejak ratusan tahun lalu, emas telah digunakan sebagai alat lindung nilai dan simbol kekayaan. Di tengah ketidakpastian global, emas sering menjadi pilihan utama investor untuk mengamankan aset. Lalu, apa saja alasan utama yang membuat harga emas terus naik dari waktu ke waktu?

1. Emas adalah Aset Safe Haven

Salah satu alasan utama kenapa harga emas naik terus adalah karena perannya sebagai safe haven. Saat terjadi ketidakpastian ekonomi, konflik geopolitik, atau krisis keuangan, investor cenderung memindahkan dananya ke aset yang dianggap paling aman.

Berbeda dengan saham atau mata uang, emas tidak terikat langsung pada kinerja perusahaan atau kebijakan satu negara. Nilainya cenderung stabil dan diakui secara global, sehingga permintaan emas biasanya melonjak saat kondisi dunia tidak menentu.

2. Inflasi Menggerus Nilai Uang

Inflasi membuat daya beli uang menurun. Barang dan jasa menjadi lebih mahal, sementara nilai uang kertas semakin tergerus. Dalam kondisi ini, emas sering dipilih sebagai alat lindung nilai karena nilainya cenderung naik seiring meningkatnya inflasi.

Ketika inflasi tinggi, masyarakat dan investor berusaha mempertahankan kekayaan mereka dengan membeli emas. Permintaan yang meningkat inilah yang mendorong harga emas terus naik.

baca juga

3. Pelemahan Nilai Mata Uang

Harga emas umumnya berbanding terbalik dengan nilai mata uang, terutama dolar AS. Ketika mata uang melemah, harga emas cenderung naik karena emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Di banyak negara berkembang, pelemahan mata uang lokal juga membuat masyarakat memilih emas sebagai penyimpan nilai yang lebih aman dibandingkan menyimpan uang tunai.

4. Suku Bunga dan Kebijakan Bank Sentral

Kebijakan suku bunga memiliki pengaruh besar terhadap harga emas. Saat suku bunga rendah, instrumen seperti deposito atau obligasi menjadi kurang menarik karena imbal hasilnya kecil. Akibatnya, emas menjadi alternatif investasi yang lebih diminati.

Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral di berbagai negara juga ikut mendorong kenaikan harga. Banyak bank sentral menambah cadangan emas mereka untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang asing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mending Beli Emas Batangan atau Perhiasan? Ini Pilihan Terbaik untuk Investasi

Mending Beli Emas Batangan atau Perhiasan? Ini Pilihan Terbaik untuk Investasi

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 12:47 WIB

Emas Antam Terbang ke Level Tertinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2.967.000/Gram

Emas Antam Terbang ke Level Tertinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2.967.000/Gram

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 10:47 WIB

Harga Emas Turun, di Pegadaian Hari Ini Jadi Lebih Murah

Harga Emas Turun, di Pegadaian Hari Ini Jadi Lebih Murah

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 07:41 WIB

Terkini

Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa

Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 23:20 WIB

Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!

Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!

Bri | Jum'at, 31 Juli 2026 | 23:18 WIB

Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat

Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:54 WIB

Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed

Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:38 WIB

Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!

Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!

Bri | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:34 WIB

Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun

Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:26 WIB

Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste

Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:23 WIB

Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten

Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:22 WIB

Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik

Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:17 WIB

Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:10 WIB

×