Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.714

Kenapa Harga Emas Naik Terus? Ini 7 Penyebabnya

Ruth Meliana

Kamis, 29 Januari 2026 | 18:21 WIB
Kenapa Harga Emas Naik Terus? Ini 7 Penyebabnya
ilustrasi emas (freepik)

5. Ketegangan Geopolitik dan Krisis Global

Perang, konflik antarnegara, pandemi, hingga krisis energi dapat memicu lonjakan harga emas. Situasi seperti ini meningkatkan rasa ketidakpastian dan kekhawatiran di pasar global.

Ketika risiko meningkat, investor cenderung menghindari aset berisiko tinggi dan beralih ke emas. Lonjakan permintaan yang terjadi secara cepat sering kali membuat harga emas naik signifikan dalam waktu singkat.

6. Keterbatasan Pasokan Emas

Berbeda dengan uang yang bisa dicetak, emas memiliki pasokan terbatas. Proses penambangan emas membutuhkan waktu lama, biaya besar, dan sumber daya yang tidak sedikit. Bahkan, penemuan cadangan emas baru semakin jarang.

Ketika permintaan terus meningkat sementara pasokan relatif stagnan, hukum ekonomi sederhana berlaku: harga akan naik.

7. Faktor Psikologis dan Tren Investasi

Selain faktor ekonomi, psikologi pasar juga berperan besar. Ketika harga emas naik, banyak orang terdorong untuk ikut membeli karena takut ketinggalan momentum (fear of missing out).

Di era digital, akses investasi emas semakin mudah melalui platform online dan aplikasi keuangan. Hal ini membuat minat masyarakat terhadap emas meningkat, yang pada akhirnya ikut mendorong kenaikan harga.

Harga emas naik terus bukan tanpa alasan. Kombinasi antara inflasi, ketidakpastian global, kebijakan suku bunga, pelemahan mata uang, hingga keterbatasan pasokan menjadikan emas sebagai aset yang semakin diburu. Ditambah lagi dengan faktor psikologis dan tren investasi modern, permintaan emas terus mengalami peningkatan.

Bagi banyak orang, emas bukan hanya investasi, tetapi juga bentuk perlindungan nilai kekayaan jangka panjang. Selama ketidakpastian ekonomi dan global masih terjadi, emas kemungkinan besar akan tetap menjadi aset favorit, dan harganya pun berpotensi terus meningkat.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mending Beli Emas Batangan atau Perhiasan? Ini Pilihan Terbaik untuk Investasi

Mending Beli Emas Batangan atau Perhiasan? Ini Pilihan Terbaik untuk Investasi

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 12:47 WIB

Emas Antam Terbang ke Level Tertinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2.967.000/Gram

Emas Antam Terbang ke Level Tertinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2.967.000/Gram

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 10:47 WIB

Harga Emas Turun, di Pegadaian Hari Ini Jadi Lebih Murah

Harga Emas Turun, di Pegadaian Hari Ini Jadi Lebih Murah

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 07:41 WIB

Terkini

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:38 WIB

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:25 WIB

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:56 WIB

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:36 WIB

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:17 WIB

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:00 WIB

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:32 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:56 WIB

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:44 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB