Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.373

FOMC 2026: The Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Amblas ke Level 70.000 Dolar

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 01 Februari 2026 | 15:51 WIB
FOMC 2026: The Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Amblas ke Level 70.000 Dolar
Ilustrasi Bitcoin [Envato]
  • Harga Bitcoin turun di bawah $90.000 setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada akhir Januari 2026.
  • Arus modal keluar dari Spot Bitcoin ETF AS mencapai $147,37 juta akibat sentimen hati-hati institusi.
  • South Dakota mengajukan RUU untuk mengalokasikan hingga 10% dana negara ke dalam Cadangan Bitcoin.

Suara.com - Pasar kripto global kembali mengalami tekanan volatilitas pada akhir Januari 2026. Harga Bitcoin (BTC) terpantau melandai ke bawah level psikologis US$90.000 setelah Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), mengumumkan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) perdana tahun ini.

Saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin berkisar US$ 78.503, sejak Minggu (1/2/2026) pagi, BTC masih kesulitan menembus level US$80.000.

Sementara, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50%–3,75%.

Meski langkah ini sudah diprediksi oleh mayoritas pelaku pasar, ketiadaan sinyal pelonggaran moneter yang lebih agresif memicu aksi ambil untung pada aset berisiko, termasuk Bitcoin yang sehari sebelumnya sempat menguat di atas US$90.000 berkat pernyataan optimis Presiden AS, Donald Trump.

Sentimen hati-hati dari kalangan institusi terlihat jelas pada data arus modal produk Spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat.

Tercatat terjadi arus keluar (outflow) sebesar US$147,37 juta, yang menunjukkan investor besar cenderung membatasi paparan risiko di tengah ketidakpastian kebijakan makroekonomi.

VP INDODAX, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa pergerakan ini adalah pola penyesuaian pasar yang wajar.

“Keputusan The Fed sebenarnya sudah masuk dalam kalkulasi pasar, namun kebijakan tersebut belum cukup memberikan amunisi baru untuk mendorong harga lebih tinggi,” ungkap Antony, dalam keterangannya untuk Suara.com

Ia menambahkan bahwa momen pasca-FOMC sering kali dimanfaatkan investor untuk melakukan evaluasi portofolio.

Di tengah koreksi harga, fundamental Bitcoin justru mendapatkan penguatan dari sisi adopsi pemerintahan. Negara bagian South Dakota secara resmi mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk membentuk Bitcoin Reserve (Cadangan Bitcoin).

Melalui aturan ini, pemerintah negara bagian berencana mengalokasikan hingga 10% dari total dana kelolaan negara ke dalam Bitcoin. Antony menilai langkah ini merupakan sinyal positif jangka panjang.

“Adopsi di level pemerintah menunjukkan bahwa fundamental Bitcoin terus berkembang dan semakin diakui sebagai aset cadangan strategis, terlepas dari fluktuasi harga harian yang dipicu faktor geopolitik,” imbuhnya.

Menyikapi dinamika pasar yang cepat berubah, para investor disarankan untuk tetap disiplin dan tidak terjebak dalam kepanikan jangka pendek.

Antony Kusuma menekankan pentingnya pemahaman konteks risiko sebelum mengambil keputusan eksekusi.

Beberapa tips menghadapi kondisi pasar saat ini meliputi:

Metode DCA (Dollar Cost Averaging): Melakukan pembelian secara rutin dan berkala untuk meratakan biaya perolehan dan meminimalisir dampak fluktuasi harga yang tajam.

VP INDODAX, Antony Kusuma [Suara.com]
VP INDODAX, Antony Kusuma [Suara.com]

Edukasi Berkelanjutan: Mengikuti perkembangan berita global dan makroekonomi melalui platform tepercaya seperti INDODAX Academy.

Disiplin Risiko: Menentukan batas toleransi kerugian serta target keuntungan secara matang.

Meskipun saat ini harga sedang berada dalam fase konsolidasi, narasi Bitcoin sebagai "cadangan aset" oleh otoritas pemerintahan di Amerika Serikat diproyeksikan akan menjadi katalis utama di masa mendatang.


DISCLAIMER: Investasi pada aset kripto memiliki risiko volatilitas dan kerugian modal yang tinggi. Artikel ini disusun berdasarkan data pasar per akhir Januari 2026 dan pernyataan narasumber dari INDODAX. Seluruh konten bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau saran investasi profesional. Pastikan Anda melakukan riset mandiri dan memahami profil risiko Anda sebelum memulai transaksi di pasar kripto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokumen Jeffrey Epstein 'Singgung' Identitas Satoshi Nakamoto dan Asal-Usul Bitcoin

Dokumen Jeffrey Epstein 'Singgung' Identitas Satoshi Nakamoto dan Asal-Usul Bitcoin

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 09:54 WIB

Bitcoin Sulit Tembus Level USD 90.000, Proyeksi Analis di Tengah Penguatan Emas

Bitcoin Sulit Tembus Level USD 90.000, Proyeksi Analis di Tengah Penguatan Emas

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 13:41 WIB

XRP Tertekan di Bawah 2 Dolar AS, Harga Bakal Makin Turun?

XRP Tertekan di Bawah 2 Dolar AS, Harga Bakal Makin Turun?

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 20:17 WIB

Terkini

Bukan Cuma Denda Rp100 Ribu, Ini Risiko Jika Kamu Tidak Lapor SPT Tahunan

Bukan Cuma Denda Rp100 Ribu, Ini Risiko Jika Kamu Tidak Lapor SPT Tahunan

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:52 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp60.000 per Kg, Telur Ayam Rp31.000

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp60.000 per Kg, Telur Ayam Rp31.000

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:53 WIB

Harga Solar Vivo Melonjak! Diesel Primus Kini Rp30.890 per Liter Mulai Mei 2026

Harga Solar Vivo Melonjak! Diesel Primus Kini Rp30.890 per Liter Mulai Mei 2026

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:33 WIB

SIG Bukukan Laba Rp80 Miliar pada Kuartal I 2026, Penjualan Semen Naik di Tengah Tekanan Industri

SIG Bukukan Laba Rp80 Miliar pada Kuartal I 2026, Penjualan Semen Naik di Tengah Tekanan Industri

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:37 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 2 Mei 2026: Antam Melonjak, UBS Turun, Galeri24 Naik Tipis

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 2 Mei 2026: Antam Melonjak, UBS Turun, Galeri24 Naik Tipis

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:27 WIB

Indef Nilai KUR Bunga 5 Persen Yang Dicanangkan Presiden Prabowo Efektif Bantu UMKM

Indef Nilai KUR Bunga 5 Persen Yang Dicanangkan Presiden Prabowo Efektif Bantu UMKM

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 08:05 WIB

Titah Sultan HB IX untuk Mbah Carik, Terbukti Jadi Rezeki Anak Cucu

Titah Sultan HB IX untuk Mbah Carik, Terbukti Jadi Rezeki Anak Cucu

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:26 WIB

Rencana KUR Bunga 5 Persen, Presiden Probowo Diingatkan Tak Salah Sasaran

Rencana KUR Bunga 5 Persen, Presiden Probowo Diingatkan Tak Salah Sasaran

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:05 WIB

Sah! Dokumen Digital Kini Makin Sakti, Ini Cara Pakai E-Meterai Agar Lolos Rekrutmen Kerja

Sah! Dokumen Digital Kini Makin Sakti, Ini Cara Pakai E-Meterai Agar Lolos Rekrutmen Kerja

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 22:35 WIB

PLN Mulai Tender Raksasa PLTS 1,225 GW, Tersebar dari Jawa hingga Papua

PLN Mulai Tender Raksasa PLTS 1,225 GW, Tersebar dari Jawa hingga Papua

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:50 WIB