Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Emas Dunia Diproyeksi Koreksi

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 02 Februari 2026 | 07:19 WIB
IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Emas Dunia Diproyeksi Koreksi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur dan mayoritas investor memilih untuk melakukan aksi jual pada Kamis (29/1/2026). Foto Rina-Suara.com
  • Hans Kwee memprediksi IHSG akan pulih bertahap di Februari 2026, dengan rentang *support* 8.167–8.000 dan *resistance* 8.408–8.596.
  • Otoritas pasar modal mengambil langkah reformasi, termasuk aturan *free float* baru dan transparansi kepemilikan saham, efektif 2026.
  • Pasar merespons sinyal The Fed yang diperkirakan memangkas suku bunga hanya dua kali selama tahun 2026 ke depan.

Suara.com - Praktisi pasar modal sekaligus Ekonom Keuangan, Hans Kwee, memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan memasuki fase pemulihan bertahap pada pekan pertama Februari 2026.

Setelah mengalami gejolak hebat akibat pengumuman penangguhan rebalancing oleh MSCI, pasar kini mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.

Hans memproyeksikan pergerakan indeks akan berada pada rentang support 8.167 hingga 8.000, sementara area resistance berada di level 8.408 sampai 8.596.

"Pasar saham diperkirakan akan bangkit secara perlahan dengan potensi penguatan yang masih terbatas untuk pekan ini," ungkap Hans saat memberikan keterangan pada Minggu.

Kepanikan pasar yang dipicu oleh kebijakan MSCI pekan lalu direspons cepat oleh otoritas pasar modal Indonesia. Langkah reformasi struktural diambil guna memulihkan kepercayaan investor global, yang meliputi beberapa poin krusial:

  • Transparansi Kepemilikan: Peningkatan pengawasan terhadap kepemilikan saham di bawah 5 persen yang ditargetkan rampung pada Februari 2026.
  • Aturan Free Float Baru: Penyesuaian ambang batas minimal saham publik dari 7,5 persen menjadi 15 persen, berlaku bagi emiten lama maupun baru.
  • Demutualisasi BEI: Percepatan regulasi terkait struktur organisasi bursa yang ditargetkan terbit pada kuartal I-2026.

Hans menilai kebijakan proaktif ini merupakan sinyal positif yang dapat meredam ketidakpastian kebijakan (policy uncertainty). Meskipun aksi jual bersih (net sell) investor asing masih membayangi, tekanan jual terlihat mulai melandai pada penutupan perdagangan Jumat lalu.

Dari sisi eksternal, penunjukan mantan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, oleh Presiden Donald Trump menjadi sorotan utama. Sosok Warsh dipandang pasar sebagai simbol independensi bank sentral AS, yang kemungkinan besar tidak akan melakukan pemotongan suku bunga secara agresif.

"Pasar menangkap sinyal bahwa tidak akan ada konsensus untuk penurunan suku bunga dalam waktu dekat secara drastis," jelas Hans, via Antara.

Ia memproyeksikan Federal Reserve hanya akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali pada tahun 2026, dengan peluang pemotongan sebesar 25 basis poin pada Juni mendatang. Dampaknya, dolar AS mulai kembali menguat, sementara harga emas mengalami koreksi yang cukup dalam.

Faktor geopolitik tetap menjadi variabel risiko tinggi. Rencana aksi pemerintahan Trump terhadap Iran sempat memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi yang mengerek harga minyak dunia.

Namun, kenaikan harga minyak cenderung tertahan seiring adanya peluang gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina, serta terbukanya pintu dialog terkait program nuklir Iran.

Data Penutupan Bursa (Jumat, 30/1/2026): IHSG mengakhiri pekan lalu dengan penguatan signifikan sebesar 1,18 persen ke posisi 8.329,61.

Aktivitas perdagangan terpantau sangat tinggi dengan nilai transaksi menembus Rp41,33 triliun. Sebanyak 551 saham mencatatkan kenaikan, menunjukkan optimisme mulai kembali merambah lantai bursa.


DISCLAIMER: Investasi di pasar modal memiliki risiko fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh faktor domestik dan global. Prediksi IHSG dari pengamat pasar modal merupakan bentuk analisis teknikal dan fundamental yang bersifat proyeksi, bukan jaminan keuntungan. Artikel ini merupakan rujukan berita bisnis dan bukan rekomendasi investasi. Setiap keputusan transaksi keuangan sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Stabil Hari Ini, Valuasi Alternatif Antam di Bawah 3 Jutaan

Harga Emas Stabil Hari Ini, Valuasi Alternatif Antam di Bawah 3 Jutaan

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 07:15 WIB

Beda Emerging Market dan Frontier MSCI, Sinyal Bahaya Bagi Pasar Modal

Beda Emerging Market dan Frontier MSCI, Sinyal Bahaya Bagi Pasar Modal

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 06:23 WIB

Danantara Bakal Borong Saham, Ini Kriteria Emiten yang Diserok

Danantara Bakal Borong Saham, Ini Kriteria Emiten yang Diserok

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 21:17 WIB

Apa Itu Saham Blue Chip? Kenali untuk Investasi Jangka Panjang

Apa Itu Saham Blue Chip? Kenali untuk Investasi Jangka Panjang

Lifestyle | Minggu, 01 Februari 2026 | 20:06 WIB

Lobi Investor Asing, Bos Danantara Pede IHSG Rebound Besok

Lobi Investor Asing, Bos Danantara Pede IHSG Rebound Besok

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 19:57 WIB

Danantara Punya Kepentingan Jaga Pasar Saham, Rosan: 30% 'Market Cap' dari BUMN

Danantara Punya Kepentingan Jaga Pasar Saham, Rosan: 30% 'Market Cap' dari BUMN

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 19:36 WIB

Terkini

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:18 WIB

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB