Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.026,782
LQ45 714,581
Srikehati 342,341
JII 479,563
USD/IDR 16.990

Saham BUMI ARB Meski Ada yang Borong, Apa Penyebabnya?

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 02 Februari 2026 | 16:00 WIB
Saham BUMI ARB Meski Ada yang Borong, Apa Penyebabnya?
PT BUMI Resources Tbk [Suara.com/BUMI-HO Ist]
  • Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ambruk 14,73% ke Rp220 pada Senin (2/2/2026), sejalan pelemahan IHSG.
  • Investor asing mencatat net buy volume 70,12 juta saham BUMI, namun distribusi dana asing tercatat Rp1,48 triliun sepekan sebelumnya.
  • Penurunan BUMI terkait rencana Kementerian ESDM memangkas kuota produksi batu bara nasional menjadi 600 juta ton pada 2026.

Suara.com - Saham raksasa batu bara milik Grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), mengalami tekanan hebat pada perdagangan awal pekan, Senin (2/2/2026).

Hingga penutupan sesi pertama, saham BUMI terpuruk hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) dengan koreksi -14,73% ke level Rp220 per lembar saham.

Meski harganya anjlok drastis, volume perdagangan BUMI terpantau sangat tebal, mencapai 9,81 miliar saham dengan nilai transaksi menembus Rp2,24 triliun.

Menariknya, di balik jatuhnya harga tersebut, investor asing secara kumulatif mencatatkan aksi serok atau net buy dari sisi volume sebesar 70,12 juta saham, meskipun secara nilai nominal masih mencatatkan net sell.

Kejatuhan BUMI sejalan dengan ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjun bebas hingga 5,31% ke level 7.887 pada jeda siang. Kondisi pasar yang sangat pesimis terlihat dari:

  • 715 saham memerah, menandakan aksi jual massal di hampir seluruh sektor.
  • Antrean Jual Raksasa: Tercatat sekitar 5,29 juta hingga 5,65 juta lot saham BUMI mengantre jual di harga ARB (Rp220) tanpa ada pembeli yang sanggup menyerap.

Fenomena ini menciptakan efek bola salju (snowball effect), di mana kepanikan investor ritel memperparah tekanan jual karena kekhawatiran harga akan terkunci lebih lama di batas bawah harian.

Berdasarkan data sepekan terakhir (26–30 Januari 2026), BUMI menjadi salah satu target utama distribusi investor asing.

Tercatat dana asing keluar mencapai Rp1,48 triliun di pasar reguler. Nilai ini menempatkan BUMI di urutan ketiga saham yang paling banyak dilepas asing, tepat di bawah dua bank besar, BBCA (Rp8,1 triliun) dan BMRI (Rp2,7 triliun).

Analis menilai, investor asing cenderung mengurangi eksposur pada saham komoditas yang sensitif terhadap volatilitas global dan penguatan dolar AS, terutama di tengah ketidakpastian kebijakan energi domestik.

Penyebab fundamental di balik lesunya saham batu bara adalah rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memangkas kuota produksi nasional.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengisyaratkan target produksi batu bara dalam RKAB 2026 hanya berkisar di angka 600 juta ton, turun signifikan dari realisasi 2025 yang mencapai 790 juta ton.

Meskipun langkah ini bertujuan untuk mengerek harga batu bara global melalui pengurangan suplai, para pelaku usaha yang tergabung dalam APBI (Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia) menyatakan kekhawatiran serius karena dampak sosial dan ekonomi.

Selain itu, masih ada sekitar 300 pemegang IUP yang belum mengajukan revisi RKAB hingga awal tahun ini.

Situasi ini menempatkan operasional emiten seperti BUMI dalam posisi penuh tantangan, mengingat rencana kerja harus dihitung ulang dari awal meskipun sebelumnya sudah masuk tahap evaluasi akhir.


DISCLAIMER: Investasi pada saham sektor komoditas seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memiliki tingkat risiko dan volatilitas yang sangat tinggi. Pergerakan harga saham dipengaruhi oleh regulasi kuota produksi pemerintah dan fluktuasi harga energi global. Artikel ini disusun sebagai laporan berita bisnis dan bukan merupakan rekomendasi investasi profesional. Setiap keputusan transaksi saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI

Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 14:43 WIB

BBRI Melemah Tipis, Analis Ungkap Target Harga Saham dan Rekomendasi

BBRI Melemah Tipis, Analis Ungkap Target Harga Saham dan Rekomendasi

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 13:58 WIB

Tekanan Jual Menggila, IHSG Rontok ke Level 7.887 pada Sesi I

Tekanan Jual Menggila, IHSG Rontok ke Level 7.887 pada Sesi I

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 13:30 WIB

Imbas MSCI, IHSG Turun Peringkat dari Overweight Jadi Netral

Imbas MSCI, IHSG Turun Peringkat dari Overweight Jadi Netral

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 12:55 WIB

Disinggung MSCI, 38 Saham RI Melanggar Aturan Free Float

Disinggung MSCI, 38 Saham RI Melanggar Aturan Free Float

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 11:58 WIB

BEI Gembok 38 Emiten yang Belum Penuhi Free Float, Ini Daftarnya

BEI Gembok 38 Emiten yang Belum Penuhi Free Float, Ini Daftarnya

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 11:57 WIB

Terkini

Target IPO 2026 Tak Berubah Meski Awal Tahun Sepi di Pasar Modal

Target IPO 2026 Tak Berubah Meski Awal Tahun Sepi di Pasar Modal

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 14:32 WIB

BNI Ajak Nasabah Kurangi Emisi Lewat Fitur wondr earth, Hitung Jejak Karbon hingga Tanam Pohon

BNI Ajak Nasabah Kurangi Emisi Lewat Fitur wondr earth, Hitung Jejak Karbon hingga Tanam Pohon

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 14:25 WIB

Pasca - Gempa M 7,3 Sulut, PLTP Lahendong Dipastikan Tetap Stabil

Pasca - Gempa M 7,3 Sulut, PLTP Lahendong Dipastikan Tetap Stabil

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 14:22 WIB

Menaker Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas Hadapi AI

Menaker Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas Hadapi AI

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 14:19 WIB

IHSG Sepekan Loyo ke Level 7.026, Asing Jual Rp 33 Triliun!

IHSG Sepekan Loyo ke Level 7.026, Asing Jual Rp 33 Triliun!

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 14:04 WIB

Usai Divonis Bebas Kasus Video Profil Desa, Amsal Sitepu Ditunjuk Jadi Ketua Gekrafs Karo

Usai Divonis Bebas Kasus Video Profil Desa, Amsal Sitepu Ditunjuk Jadi Ketua Gekrafs Karo

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 13:51 WIB

Sektor Properti 2026 Ngegas! Kredit Tembus 13 Persen

Sektor Properti 2026 Ngegas! Kredit Tembus 13 Persen

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 13:46 WIB

Bos BP BUMN Cari Peruntungan Sektor Energi Lewat Kolaborasi ExxonMobil

Bos BP BUMN Cari Peruntungan Sektor Energi Lewat Kolaborasi ExxonMobil

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 12:46 WIB

Harga BBM Terancam Naik, Ekonom Minta Pemerintah Gaungkan Kembali Insentif EV

Harga BBM Terancam Naik, Ekonom Minta Pemerintah Gaungkan Kembali Insentif EV

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 12:35 WIB

Bukan Prediksi, Ini Strategi Raih Profit saat Trading Emas

Bukan Prediksi, Ini Strategi Raih Profit saat Trading Emas

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 12:26 WIB