Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Saham BUMI ARB Meski Ada yang Borong, Apa Penyebabnya?

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 02 Februari 2026 | 16:00 WIB
Saham BUMI ARB Meski Ada yang Borong, Apa Penyebabnya?
PT BUMI Resources Tbk [Suara.com/BUMI-HO Ist]
  • Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ambruk 14,73% ke Rp220 pada Senin (2/2/2026), sejalan pelemahan IHSG.
  • Investor asing mencatat net buy volume 70,12 juta saham BUMI, namun distribusi dana asing tercatat Rp1,48 triliun sepekan sebelumnya.
  • Penurunan BUMI terkait rencana Kementerian ESDM memangkas kuota produksi batu bara nasional menjadi 600 juta ton pada 2026.

Suara.com - Saham raksasa batu bara milik Grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), mengalami tekanan hebat pada perdagangan awal pekan, Senin (2/2/2026).

Hingga penutupan sesi pertama, saham BUMI terpuruk hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) dengan koreksi -14,73% ke level Rp220 per lembar saham.

Meski harganya anjlok drastis, volume perdagangan BUMI terpantau sangat tebal, mencapai 9,81 miliar saham dengan nilai transaksi menembus Rp2,24 triliun.

Menariknya, di balik jatuhnya harga tersebut, investor asing secara kumulatif mencatatkan aksi serok atau net buy dari sisi volume sebesar 70,12 juta saham, meskipun secara nilai nominal masih mencatatkan net sell.

Kejatuhan BUMI sejalan dengan ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjun bebas hingga 5,31% ke level 7.887 pada jeda siang. Kondisi pasar yang sangat pesimis terlihat dari:

  • 715 saham memerah, menandakan aksi jual massal di hampir seluruh sektor.
  • Antrean Jual Raksasa: Tercatat sekitar 5,29 juta hingga 5,65 juta lot saham BUMI mengantre jual di harga ARB (Rp220) tanpa ada pembeli yang sanggup menyerap.

Fenomena ini menciptakan efek bola salju (snowball effect), di mana kepanikan investor ritel memperparah tekanan jual karena kekhawatiran harga akan terkunci lebih lama di batas bawah harian.

Berdasarkan data sepekan terakhir (26–30 Januari 2026), BUMI menjadi salah satu target utama distribusi investor asing.

Tercatat dana asing keluar mencapai Rp1,48 triliun di pasar reguler. Nilai ini menempatkan BUMI di urutan ketiga saham yang paling banyak dilepas asing, tepat di bawah dua bank besar, BBCA (Rp8,1 triliun) dan BMRI (Rp2,7 triliun).

Analis menilai, investor asing cenderung mengurangi eksposur pada saham komoditas yang sensitif terhadap volatilitas global dan penguatan dolar AS, terutama di tengah ketidakpastian kebijakan energi domestik.

Penyebab fundamental di balik lesunya saham batu bara adalah rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memangkas kuota produksi nasional.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengisyaratkan target produksi batu bara dalam RKAB 2026 hanya berkisar di angka 600 juta ton, turun signifikan dari realisasi 2025 yang mencapai 790 juta ton.

Meskipun langkah ini bertujuan untuk mengerek harga batu bara global melalui pengurangan suplai, para pelaku usaha yang tergabung dalam APBI (Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia) menyatakan kekhawatiran serius karena dampak sosial dan ekonomi.

Selain itu, masih ada sekitar 300 pemegang IUP yang belum mengajukan revisi RKAB hingga awal tahun ini.

Situasi ini menempatkan operasional emiten seperti BUMI dalam posisi penuh tantangan, mengingat rencana kerja harus dihitung ulang dari awal meskipun sebelumnya sudah masuk tahap evaluasi akhir.


DISCLAIMER: Investasi pada saham sektor komoditas seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memiliki tingkat risiko dan volatilitas yang sangat tinggi. Pergerakan harga saham dipengaruhi oleh regulasi kuota produksi pemerintah dan fluktuasi harga energi global. Artikel ini disusun sebagai laporan berita bisnis dan bukan merupakan rekomendasi investasi profesional. Setiap keputusan transaksi saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI

Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 14:43 WIB

BBRI Melemah Tipis, Analis Ungkap Target Harga Saham dan Rekomendasi

BBRI Melemah Tipis, Analis Ungkap Target Harga Saham dan Rekomendasi

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 13:58 WIB

Tekanan Jual Menggila, IHSG Rontok ke Level 7.887 pada Sesi I

Tekanan Jual Menggila, IHSG Rontok ke Level 7.887 pada Sesi I

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 13:30 WIB

Imbas MSCI, IHSG Turun Peringkat dari Overweight Jadi Netral

Imbas MSCI, IHSG Turun Peringkat dari Overweight Jadi Netral

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 12:55 WIB

Disinggung MSCI, 38 Saham RI Melanggar Aturan Free Float

Disinggung MSCI, 38 Saham RI Melanggar Aturan Free Float

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 11:58 WIB

BEI Gembok 38 Emiten yang Belum Penuhi Free Float, Ini Daftarnya

BEI Gembok 38 Emiten yang Belum Penuhi Free Float, Ini Daftarnya

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 11:57 WIB

Terkini

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:30 WIB

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:23 WIB

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:17 WIB

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:14 WIB

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:57 WIB

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:51 WIB

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:47 WIB

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:32 WIB

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:25 WIB