Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Harga Pengadaan Chromebook Disetujui LKPP?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 03 Februari 2026 | 06:40 WIB
Harga Pengadaan Chromebook Disetujui LKPP?
Terdakwa kasus dugaan korupsi dalam digitalisasi pendidikan pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019-2022 Nadiem Makarim usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Pengadaan Chromebook melalui e-Katalog LKPP secara transparan, tanpa intervensi Menteri.
  • Harga Rp5,7–Rp5,8 juta per unit sudah termasuk CDM dan memenuhi standar TKDN 25%.
  • Penggunaan sistem Chromebook berhasil menghemat anggaran negara sebesar Rp1,2 triliun.

Suara.com - Proses pengadaan laptop Chromebook untuk sektor pendidikan dipastikan telah melalui mekanisme yang transparan dan akuntabel.

Fakta persidangan mengungkap bahwa penetapan harga dan pemilihan vendor sepenuhnya dikelola melalui sistem e-Katalog di bawah pengawasan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), tanpa keterlibatan teknis dari Menteri Pendidikan.

Berdasarkan keterangan saksi dalam sidang lanjutan pemeriksaan pokok perkara, peran Menteri terbatas pada kebijakan dan penggunaan anggaran sesuai ketentuan pengadaan barang/jasa pemerintah. Secara sistem, tidak tersedia ruang bagi Menteri untuk memberikan perintah, menunjuk vendor, maupun mengarahkan harga pengadaan.

Proses pengadaan Chromebook dilakukan secara ketat melalui tahapan verifikasi spesifikasi teknis dan kepatuhan regulasi. Negosiasi harga berlangsung transparan dalam e-Katalog sebelum akhirnya disetujui oleh LKPP di bawah koordinasi Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen.

Harga final yang ditetapkan berada pada kisaran Rp5,7 juta hingga Rp5,8 juta per unit. Harga ini sudah mencakup biaya Chrome Device Management (CDM) dan memenuhi ambang batas Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 25%.

Tim Penasihat Hukum Nadiem Makarim, Dr. Dodi S. Abdulkadir, menegaskan bahwa tuduhan kerugian negara akibat penggelembungan harga (mark-up) tidak memiliki dasar hukum.

"Harga di e-Katalog adalah hasil proses teknis dan negosiasi sah oleh LKPP. Tidak ada intervensi dari Nadiem Makarim karena sistem tidak memungkinkan hal tersebut," tegas Dodi.

Senada dengan itu, Dr. Ari Yusuf Amir menjelaskan bahwa penggunaan fitur CDM justru tidak membebani anggaran. Dibandingkan perangkat berbasis Windows yang memerlukan biaya lisensi dan manajemen mencapai ratusan dolar AS per tiga tahun, pemilihan Chromebook diklaim berhasil menghemat anggaran negara hingga Rp1,2 triliun. Dengan demikian, penggunaan CDM terbukti tidak memiliki hubungan sebab-akibat dengan kerugian negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook

Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook

News | Senin, 02 Februari 2026 | 22:06 WIB

Nadiem Kaget Banyak Anak Buahnya Terima Gratifikasi di Kasus Chromebook: Semuanya Mengaku

Nadiem Kaget Banyak Anak Buahnya Terima Gratifikasi di Kasus Chromebook: Semuanya Mengaku

News | Senin, 02 Februari 2026 | 16:16 WIB

Sidang Korupsi Digitalisasi Pendidikan Makin Panas, Saksi Beberkan Bagi-Bagi Uang Proyek Chromebook

Sidang Korupsi Digitalisasi Pendidikan Makin Panas, Saksi Beberkan Bagi-Bagi Uang Proyek Chromebook

News | Senin, 02 Februari 2026 | 15:38 WIB

Terkini

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:31 WIB

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:30 WIB

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:13 WIB

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:02 WIB

Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China

Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:52 WIB

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:36 WIB

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:18 WIB

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:15 WIB

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:57 WIB

BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP

BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:56 WIB