Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

4 Kriteria Market MSCI, Bursa Saham Indonesia Termasuk Mana?

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:31 WIB
4 Kriteria Market MSCI, Bursa Saham Indonesia Termasuk Mana?
Morgan Stanley Capital International (MSCI)

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memicu "gempa" di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada akhir Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok hingga 8% dalam sehari, memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt).

Penyebab utamanya adalah rapor merah dari MSCI terkait transparansi pasar modal kita. Jika Indonesia tidak segera berbenah hingga Mei 2026, status bursa kita terancam turun kasta dari Emerging Market (Pasar Berkembang) menjadi Frontier Market (Pasar Pemula).

Memahami Kriteria Klasifikasi Pasar MSCI

Untuk menentukan di mana posisi sebuah negara, MSCI menggunakan "buku panduan" ketat yang mencakup tiga pilar utama:

1. Perkembangan Ekonomi

Kriteria ini sebenarnya hanya menjadi penentu utama bagi negara yang ingin masuk ke level tertinggi, yaitu Developed Market (Pasar Maju).

Syaratnya cukup berat: pendapatan per kapita negara tersebut harus 25% di atas ambang batas pendapatan tinggi Bank Dunia selama tiga tahun berturut-turut.

Untuk kelas Frontier dan Emerging, MSCI cenderung lebih fleksibel soal pertumbuhan ekonomi selama syarat lainnya terpenuhi.

2. Ukuran Perusahaan dan Likuiditas

MSCI melihat seberapa besar perusahaan di negara tersebut dan seberapa mudah sahamnya diperjualbelikan (likuiditas).

  • Frontier: Hanya butuh minimal 1 perusahaan besar dengan kapitalisasi pasar sekitar US$155 juta.
  • Emerging (Posisi Indonesia saat ini): Butuh minimal 3 perusahaan besar dengan nilai kapitalisasi pasar minimal US$2.964 juta.
  • Developed: Harus memiliki minimal 5 perusahaan raksasa dengan nilai di atas US$5.928 juta.

Likuiditas juga diukur melalui Annualized Traded Value Ratio (ATVR). Pasar Maju menuntut perputaran uang yang sangat cepat (20% ATVR), sementara Pasar Pemula hanya butuh 2,5%.

3. Aksesibilitas Pasar

Inilah yang menjadi batu sandungan bagi Indonesia. Aksesibilitas mengukur seberapa nyaman investor asing berinvestasi di suatu negara. MSCI menyoroti lima poin:

  • Keterbukaan terhadap kepemilikan asing.
  • Kemudahan keluar-masuknya modal.
  • Efisiensi operasional bursa.
  • Ketersediaan instrumen investasi.
  • Stabilitas kelembagaan.

Peta Kekuatan Pasar Modal Dunia

MSCI membagi dunia investasi menjadi beberapa kelompok besar:

1. Developed Markets (23 Negara)

Berisi negara-negara mapan seperti AS, Inggris, Jepang, Jerman, Singapura, dan Australia. Ini adalah "liga utama" dengan sistem hukum dan pasar yang paling stabil.

2. Emerging Markets (24 Negara)

Di sinilah Indonesia berada saat ini, bersanding dengan raksasa seperti China, India, Korea Selatan, Brasil, dan Arab Saudi. Kelompok ini dianggap memiliki pertumbuhan tinggi namun dengan risiko yang lebih besar dibanding negara maju.

3. Frontier Markets

Kelompok pasar yang masih "bayi" atau dalam tahap awal pengembangan, seperti Vietnam, Pakistan, Kenya, dan Nigeria. Jika Indonesia gagal memperbaiki transparansi, kita akan turun ke kelompok ini.

4. Standalone Markets

Negara-negara yang tidak masuk dalam indeks utama karena kondisi tertentu, seperti Ukraina, Argentina, atau Palestina.

Apa yang Harus Diperbaiki Indonesia?

MSCI secara spesifik meminta BEI untuk memperbaiki empat hal krusial:

  • Transparansi Data: Akurasi data harus ditingkatkan.
  • Free Float: Memastikan jumlah saham yang beredar di publik benar-benar tersedia untuk diperjualbelikan.
  • Struktur Kepemilikan: Menghapus kebingungan mengenai siapa pemilik sebenarnya dari sebuah perusahaan.
  • Tata Kelola: Memastikan tidak ada praktik perdagangan terkoordinasi yang memanipulasi harga.

Waktu yang tersisa hingga Mei 2026 adalah masa krusial bagi otoritas bursa kita agar tetap bertahan di "liga bergengsi" investor global.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Siap Koreksi Target IPO Usai Free Float Naik 15 Persen

OJK Siap Koreksi Target IPO Usai Free Float Naik 15 Persen

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:00 WIB

Siapa Daud Tony? Viral Ramal Kejatuhan Saham dan Kripto, Harga Perak Meroket

Siapa Daud Tony? Viral Ramal Kejatuhan Saham dan Kripto, Harga Perak Meroket

Tekno | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02 WIB

Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI

Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 14:05 WIB

Emiten BUMI Bangkit Kembali Setelah ARB, Siapa yang Borong Sahamnya?

Emiten BUMI Bangkit Kembali Setelah ARB, Siapa yang Borong Sahamnya?

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 13:41 WIB

IHSG Akhirnya Menguat 1,57% di Sesi I, Saham-saham Ini Bisa Dipantau

IHSG Akhirnya Menguat 1,57% di Sesi I, Saham-saham Ini Bisa Dipantau

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 13:08 WIB

Tommy Soeharto Lepas Semua Saham HITS, Intip Kondisi Keuangannya

Tommy Soeharto Lepas Semua Saham HITS, Intip Kondisi Keuangannya

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 12:53 WIB

Terkini

Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia

Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:43 WIB

Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global

Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:37 WIB

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:25 WIB

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:14 WIB

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:13 WIB

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB

Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta

Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:09 WIB

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:08 WIB

Pakar: Tidak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG

Pakar: Tidak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:58 WIB