Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

4 Kriteria Market MSCI, Bursa Saham Indonesia Termasuk Mana?

M Nurhadi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:31 WIB
4 Kriteria Market MSCI, Bursa Saham Indonesia Termasuk Mana?
Morgan Stanley Capital International (MSCI)

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memicu "gempa" di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada akhir Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok hingga 8% dalam sehari, memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt).

Penyebab utamanya adalah rapor merah dari MSCI terkait transparansi pasar modal kita. Jika Indonesia tidak segera berbenah hingga Mei 2026, status bursa kita terancam turun kasta dari Emerging Market (Pasar Berkembang) menjadi Frontier Market (Pasar Pemula).

Memahami Kriteria Klasifikasi Pasar MSCI

Untuk menentukan di mana posisi sebuah negara, MSCI menggunakan "buku panduan" ketat yang mencakup tiga pilar utama:

1. Perkembangan Ekonomi

Kriteria ini sebenarnya hanya menjadi penentu utama bagi negara yang ingin masuk ke level tertinggi, yaitu Developed Market (Pasar Maju).

Syaratnya cukup berat: pendapatan per kapita negara tersebut harus 25% di atas ambang batas pendapatan tinggi Bank Dunia selama tiga tahun berturut-turut.

Untuk kelas Frontier dan Emerging, MSCI cenderung lebih fleksibel soal pertumbuhan ekonomi selama syarat lainnya terpenuhi.

baca juga

2. Ukuran Perusahaan dan Likuiditas

MSCI melihat seberapa besar perusahaan di negara tersebut dan seberapa mudah sahamnya diperjualbelikan (likuiditas).

  • Frontier: Hanya butuh minimal 1 perusahaan besar dengan kapitalisasi pasar sekitar US$155 juta.
  • Emerging (Posisi Indonesia saat ini): Butuh minimal 3 perusahaan besar dengan nilai kapitalisasi pasar minimal US$2.964 juta.
  • Developed: Harus memiliki minimal 5 perusahaan raksasa dengan nilai di atas US$5.928 juta.

Likuiditas juga diukur melalui Annualized Traded Value Ratio (ATVR). Pasar Maju menuntut perputaran uang yang sangat cepat (20% ATVR), sementara Pasar Pemula hanya butuh 2,5%.

3. Aksesibilitas Pasar

Inilah yang menjadi batu sandungan bagi Indonesia. Aksesibilitas mengukur seberapa nyaman investor asing berinvestasi di suatu negara. MSCI menyoroti lima poin:

  • Keterbukaan terhadap kepemilikan asing.
  • Kemudahan keluar-masuknya modal.
  • Efisiensi operasional bursa.
  • Ketersediaan instrumen investasi.
  • Stabilitas kelembagaan.

Peta Kekuatan Pasar Modal Dunia

MSCI membagi dunia investasi menjadi beberapa kelompok besar:

1. Developed Markets (23 Negara)

Berisi negara-negara mapan seperti AS, Inggris, Jepang, Jerman, Singapura, dan Australia. Ini adalah "liga utama" dengan sistem hukum dan pasar yang paling stabil.

2. Emerging Markets (24 Negara)

Di sinilah Indonesia berada saat ini, bersanding dengan raksasa seperti China, India, Korea Selatan, Brasil, dan Arab Saudi. Kelompok ini dianggap memiliki pertumbuhan tinggi namun dengan risiko yang lebih besar dibanding negara maju.

3. Frontier Markets

Kelompok pasar yang masih "bayi" atau dalam tahap awal pengembangan, seperti Vietnam, Pakistan, Kenya, dan Nigeria. Jika Indonesia gagal memperbaiki transparansi, kita akan turun ke kelompok ini.

4. Standalone Markets

Negara-negara yang tidak masuk dalam indeks utama karena kondisi tertentu, seperti Ukraina, Argentina, atau Palestina.

Apa yang Harus Diperbaiki Indonesia?

MSCI secara spesifik meminta BEI untuk memperbaiki empat hal krusial:

  • Transparansi Data: Akurasi data harus ditingkatkan.
  • Free Float: Memastikan jumlah saham yang beredar di publik benar-benar tersedia untuk diperjualbelikan.
  • Struktur Kepemilikan: Menghapus kebingungan mengenai siapa pemilik sebenarnya dari sebuah perusahaan.
  • Tata Kelola: Memastikan tidak ada praktik perdagangan terkoordinasi yang memanipulasi harga.

Waktu yang tersisa hingga Mei 2026 adalah masa krusial bagi otoritas bursa kita agar tetap bertahan di "liga bergengsi" investor global.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Siap Koreksi Target IPO Usai Free Float Naik 15 Persen

OJK Siap Koreksi Target IPO Usai Free Float Naik 15 Persen

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:00 WIB

Siapa Daud Tony? Viral Ramal Kejatuhan Saham dan Kripto, Harga Perak Meroket

Siapa Daud Tony? Viral Ramal Kejatuhan Saham dan Kripto, Harga Perak Meroket

Tekno | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02 WIB

Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI

Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 14:05 WIB

Emiten BUMI Bangkit Kembali Setelah ARB, Siapa yang Borong Sahamnya?

Emiten BUMI Bangkit Kembali Setelah ARB, Siapa yang Borong Sahamnya?

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 13:41 WIB

IHSG Akhirnya Menguat 1,57% di Sesi I, Saham-saham Ini Bisa Dipantau

IHSG Akhirnya Menguat 1,57% di Sesi I, Saham-saham Ini Bisa Dipantau

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 13:08 WIB

Tommy Soeharto Lepas Semua Saham HITS, Intip Kondisi Keuangannya

Tommy Soeharto Lepas Semua Saham HITS, Intip Kondisi Keuangannya

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 12:53 WIB

Terkini

Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan

Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:16 WIB

Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup

Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat

Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat

Health | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya

Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:05 WIB

BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%

BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda

Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:02 WIB

BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif

BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan

Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Purbasari White Glow Body Serum Bisa Memutihkan Kulit? Cek Ulasan Pengguna

Purbasari White Glow Body Serum Bisa Memutihkan Kulit? Cek Ulasan Pengguna

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Meski Tampil Singkat, Mariano Peralta Ungkap Kesan Debut di Persib Bandung

Meski Tampil Singkat, Mariano Peralta Ungkap Kesan Debut di Persib Bandung

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:53 WIB

×