- Menteri Keuangan menyatakan realisasi penerimaan pajak Januari 2026 tumbuh 30% neto dibanding Januari tahun sebelumnya.
- Realisasi pendapatan negara hingga Januari 2026 mencapai Rp 2.756,3 triliun, didukung PNBP melampaui target.
- Penerimaan pajak tahun 2025 menunjukkan shortfall, realisasi Rp 1.917,6 triliun atau 87,6% dari target.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kalau realisasi penerimaan pajak per Januari 2026 naik 30 persen secara neto dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Angka yang baru kita terima tadi, pajak Januari net tumbuh 30 persen dibanding tahun lalu Januari," kata Purbaya di Hotel Shangri-La Jakarta, dikutip Rabu (4/2/2026).
Ia mengklaim penerimaan pajak tersebut membuktikan kalau kondisi ekonomi Indonesia mulai membaik saat ini.
"Jadi bagus keadaannya, ekonomi lagi bagus," imbuhnya.
Dalam konferensi pers APBN Kita edisi Januari 2026, Menkeu Purbaya memaparkan kalau pendapatan negara menunjukkan realisasi sebesar Rp 2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari outlook laporan semester sebesar Rp 2.865,5 triliun.
Realisasi ini didukung oleh penerimaan perpajakan Rp 2.217,9 triliun atau 89 persen dari target Rp 2.387,3 triliun, dengan penerimaan pajak Rp 1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target serta penerimaan kepabeanan dan cukai Rp 300,3 triliun atau 99,6 persen dari target.
Sementara itu, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 534,1 triliun atau 104,0 persen dari target Rp 477,2 triliun. Kemudian penerimaan hibah Rp 4,3 triliun atau 733,3 persen dari target Rp 1 triliun.
![Petugas melayani wajib pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Pasar Minggu, Rabu (14/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/14/70545-pajak-ilustrasi-pajak-djp-kantor-pajak-kantor-pelayanan-pajak.jpg)
Penerimaan pajak 2025 rendah
Di sisi lain penerimaan pajak tahun 2025 menjadi salah satu momok karena realisasinya jauh di bawah target atau shortfall. Hingga akhir tahun 2025, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp 1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp 2.189,3 triliun.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan kalau realisasi penerimaan pajak tahun 2025 menurun dibandingkan tahun 2024 dengan angka Rp 1.931,6 triliun.
Baca Juga: IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono
"Angka neto penerimaan pajak adalah minus 0,7 persen, jadi 2025 itu di bawah 2024," katanya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Wamenkeu Sua menjelaskan kalau rendahnya penerimaan pajak ini terjadi di semester pertama 2025. PPh Badan misalnya, semester pertama minus 10,4 persen, sedangkan semester dua tumbuh 2,3 persen dengan realisasi Rp 321,4 triliun.
Kemudian PPh Orang Pribadi dan PPh 21 minus 19,4 persen di semester pertama, lalu tumbuh 17,5 persen di semester dua dengan realisasi Rp 248,2 triliun.
Begitu pula PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 minus 4 persen di semester awal, lalu naik 8 persen di semester kedua dengan realisasi Rp 345,7 triliun.
Terakhir PPN dan PPnBM yang minus 14,7 persen di semester pertama, dan lanjut naik 2,1 persen di semester selanjutnya dengan realisasi Rp 790,2 triliun.
"Semester satu tekanannya cukup tinggi. Tapi ada perbaikan di semester dua," ucap Sua.