Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Purbaya Ungkap Penerimaan Pajak Januari 2026 Naik 30 Persen: Ekonomi Lagi Bagus!

Dicky Prastya

Rabu, 04 Februari 2026 | 07:53 WIB
Purbaya Ungkap Penerimaan Pajak Januari 2026 Naik 30 Persen: Ekonomi Lagi Bagus!
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026). [Suara.com/Novian]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan menyatakan realisasi penerimaan pajak Januari 2026 tumbuh 30% neto dibanding Januari tahun sebelumnya.
  • Realisasi pendapatan negara hingga Januari 2026 mencapai Rp 2.756,3 triliun, didukung PNBP melampaui target.
  • Penerimaan pajak tahun 2025 menunjukkan shortfall, realisasi Rp 1.917,6 triliun atau 87,6% dari target.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kalau realisasi penerimaan pajak per Januari 2026 naik 30 persen secara neto dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Angka yang baru kita terima tadi, pajak Januari net tumbuh 30 persen dibanding tahun lalu Januari," kata Purbaya di Hotel Shangri-La Jakarta, dikutip Rabu (4/2/2026).

Ia mengklaim penerimaan pajak tersebut membuktikan kalau kondisi ekonomi Indonesia mulai membaik saat ini.

"Jadi bagus keadaannya, ekonomi lagi bagus," imbuhnya.

Dalam konferensi pers APBN Kita edisi Januari 2026, Menkeu Purbaya memaparkan kalau pendapatan negara menunjukkan realisasi sebesar Rp 2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari outlook laporan semester sebesar Rp 2.865,5 triliun.

Realisasi ini didukung oleh penerimaan perpajakan Rp 2.217,9 triliun atau 89 persen dari target Rp 2.387,3 triliun, dengan penerimaan pajak Rp 1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target serta penerimaan kepabeanan dan cukai Rp 300,3 triliun atau 99,6 persen dari target.

Sementara itu, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 534,1 triliun atau 104,0 persen dari target Rp 477,2 triliun. Kemudian penerimaan hibah Rp 4,3 triliun atau 733,3 persen dari target Rp 1 triliun.

Petugas melayani wajib pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Pasar Minggu, Rabu (14/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas melayani wajib pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Pasar Minggu, Rabu (14/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Penerimaan pajak 2025 rendah

Di sisi lain penerimaan pajak tahun 2025 menjadi salah satu momok karena realisasinya jauh di bawah target atau shortfall. Hingga akhir tahun 2025, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp 1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp 2.189,3 triliun.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan kalau realisasi penerimaan pajak tahun 2025 menurun dibandingkan tahun 2024 dengan angka Rp 1.931,6 triliun.

baca juga

"Angka neto penerimaan pajak adalah minus 0,7 persen, jadi 2025 itu di bawah 2024," katanya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Wamenkeu Sua menjelaskan kalau rendahnya penerimaan pajak ini terjadi di semester pertama 2025. PPh Badan misalnya, semester pertama minus 10,4 persen, sedangkan semester dua tumbuh 2,3 persen dengan realisasi Rp 321,4 triliun.

Kemudian PPh Orang Pribadi dan PPh 21 minus 19,4 persen di semester pertama, lalu tumbuh 17,5 persen di semester dua dengan realisasi Rp 248,2 triliun.

Begitu pula PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 minus 4 persen di semester awal, lalu naik 8 persen di semester kedua dengan realisasi Rp 345,7 triliun.

Terakhir PPN dan PPnBM yang minus 14,7 persen di semester pertama, dan lanjut naik 2,1 persen di semester selanjutnya dengan realisasi Rp 790,2 triliun.

"Semester satu tekanannya cukup tinggi. Tapi ada perbaikan di semester dua," ucap Sua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono

IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 20:03 WIB

Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi

Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 18:40 WIB

Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat

Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 18:30 WIB

Purbaya Cuek Usai Disebut Idiot-Bukan Orang Suci oleh Noel

Purbaya Cuek Usai Disebut Idiot-Bukan Orang Suci oleh Noel

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 17:58 WIB

Purbaya Ungkap Setoran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Diambil dari Kemenhan

Purbaya Ungkap Setoran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Diambil dari Kemenhan

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 17:43 WIB

5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta

5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta

Otomotif | Selasa, 03 Februari 2026 | 17:01 WIB

Terkini

Purbaya Kembali Guyur Dana SAL Rp 100 T ke Himbara, Total Kas Negara Jadi Rp 400 T

Purbaya Kembali Guyur Dana SAL Rp 100 T ke Himbara, Total Kas Negara Jadi Rp 400 T

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:17 WIB

Pengguna Pertamax Mulai Bergeser ke Pertalite, Stok Aman?

Pengguna Pertamax Mulai Bergeser ke Pertalite, Stok Aman?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:59 WIB

Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM

Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:49 WIB

BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG

BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:43 WIB

Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?

Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:23 WIB

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:10 WIB

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:09 WIB

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:55 WIB

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:44 WIB

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB