Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Genjot Daya Saing Daerah, Arsitek Lanskap Dorong Infrastruktur Hijau

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:27 WIB
Genjot Daya Saing Daerah, Arsitek Lanskap Dorong Infrastruktur Hijau
Ilustrasi. Ikatan Arsitektur Lanskap Indonesia (IALI) mendorong pengembangan pembangunan berbasis infrastruktur hijau. Foto ist.
baca 10 detik
  • Ikatan Arsitektur Lanskap Indonesia (IALI) mendorong  pengembangan pembangunan berbasis infrastruktur hijau.
  • IALI menilai pengembangan kawasan masa kini tidak bisa lepas dari manajemen lanskap yang serius.
  • Dalam rangkaian acara tersebut, para peserta melakukan tinjauan lapangan guna melihat langsung pengembangan infrastruktur hijau di kawasan PIK 2.

Suara.com - Ikatan Arsitektur Lanskap Indonesia (IALI) Provinsi Banten menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) keempat di Indonesia Design District (IDD), PIK 2, pada akhir bulan lalu. Pertemuan ini menekankan pentingnya peran infrastruktur hijau dalam mendongkrak daya saing serta menarik investasi ke daerah.

Musyawarah yang mempertemukan praktisi, akademisi, hingga pemangku kebijakan ini mengusung tema infrastruktur hijau strategis. Fokus utamanya adalah bagaimana membangun kawasan yang tidak hanya estetik, tetapi juga tangguh, lestari, dan terkoneksi secara fungsional.

Ketua Umum Pengurus Nasional (PN) IALI, Rahman Andra Wijaya, mengungkapkan bahwa pengembangan kawasan masa kini tidak bisa lepas dari manajemen lanskap yang serius. Ia menunjuk kawasan PIK 2 sebagai salah satu contoh nyata integrasi tersebut.

"PIK 2 ini salah satu percontohan yang concern terhadap landscape, mulai dari tahap perencanaan hingga manajemen operasionalnya," ujar Rahman dikutip Selasa (4/2/2026).

Dalam rangkaian acara tersebut, para peserta melakukan tinjauan lapangan guna melihat langsung pengembangan infrastruktur hijau di kawasan PIK 2. Kawasan ini diketahui dikelola secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara PIK Tourism Board dan divisi Landscape Management Agung Sedayu Group.

Senada dengan Rahman, anggota IALI Provinsi Banten, Ahmad Suryadi Hamzah, menilai pendekatan yang dilakukan di kawasan ini memiliki karakteristik yang kuat dan orisinal.

"Kebanyakan orang melihat konsep (kawasan) itu copy-paste, tapi PIK 2 punya konsep tersendiri dalam perencanaan kawasannya," tutur Ahmad.

Penerapan infrastruktur hijau yang terencana dinilai menjadi kunci bagi pengembang dan pemerintah daerah untuk menciptakan nilai tambah ekonomi. Selain meningkatkan kualitas hidup penghuni, kawasan yang mengedepankan aspek keberlanjutan cenderung memiliki nilai properti yang lebih stabil dan daya tarik investasi yang lebih tinggi bagi pelaku usaha global.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wakasatgas PRR Pascabencana Dorong Akselerasi Pembangunan Huntara Tiga Kabupaten di Sumatera Utara

Wakasatgas PRR Pascabencana Dorong Akselerasi Pembangunan Huntara Tiga Kabupaten di Sumatera Utara

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 20:06 WIB

Satgas PRR Turun Gunung, Percepat Pemulihan Infrastruktur di Aceh Timur & Utara

Satgas PRR Turun Gunung, Percepat Pemulihan Infrastruktur di Aceh Timur & Utara

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 08:22 WIB

DPR Minta Perbaikan Infrastruktur Pascabencana Jangan Sampai Sia-sia Akibat Lingkungan Tak Terurus

DPR Minta Perbaikan Infrastruktur Pascabencana Jangan Sampai Sia-sia Akibat Lingkungan Tak Terurus

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 18:24 WIB

Terkini

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:30 WIB

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:19 WIB

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:53 WIB

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:42 WIB

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:39 WIB

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:23 WIB

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:20 WIB

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

×