Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Heboh 'Whip Pink' Makan Korban, Mendag Budi Turun Tangan

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 06 Februari 2026 | 16:23 WIB
Heboh 'Whip Pink' Makan Korban, Mendag Budi Turun Tangan
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akhirnya angkat bicara mengenai kontroversi peredaran Whip Pink yang tengah menjadi sorotan tajam publik. Foto Instagram.
  • Mendag & BPOM koordinasi usut penyalahgunaan gas N2O 'Whip Pink' yang viral di medsos.
  • Kemendag sebut tren 'ngebalon' serupa dengan kasus penyalahgunaan lem aibon.
  • Penyalahgunaan gas nitrous oxide berisiko gangguan kesehatan serius hingga kematian.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akhirnya angkat bicara mengenai kontroversi peredaran Whip Pink yang tengah menjadi sorotan tajam publik.

Produk tabung berisi gas nitrous oxide (N2O) yang seharusnya untuk kebutuhan kuliner ini, diduga kuat disalahgunakan sebagai sarana "ngebalon" atau mabuk gas.

Isu ini meledak di media sosial setelah dikaitkan dengan meninggalnya selebgram Lula Lahfah. Menanggapi hal tersebut, Budi menegaskan pihaknya telah bergerak melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memantau peredaran produk tersebut, terutama di titik panas seperti Bali dan Jakarta.

"Pada prinsipnya, kita sudah koordinasi dengan Badan POM. Kita cek lagi apakah itu dianggap sebagai penyimpangan," tegas Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).

Budi menjelaskan bahwa secara otoritas, pengawasan dan penindakan terhadap produk semacam ini berada di bawah kendali BPOM sebagai pemegang kebijakan teknis.

Sinergi antarlembaga ini dilakukan untuk memastikan apakah distribusi Whip Pink masih sesuai koridor izin edar atau sudah masuk kategori pelanggaran hukum akibat penyalahgunaan fungsi.

Senada dengan Mendag, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Moga Simatupang, mengakui adanya pola penyimpangan fungsi produk. Ia mengibaratkan tren "ngebalon" N2O ini layaknya kasus penyalahgunaan lem aibon yang sempat marak di masa lalu.

"Itu digunakan sebagai propelan dalam produk makanan dan pengawasannya ada di BPOM. Ini sama halnya dengan dulu yang ramai, lem aibon. Sebetulnya itu kan untuk sepatu, ngelem kayu, tapi anak-anak hirup," jelas Moga.

Ia menekankan bahwa meskipun Whip Pink memiliki izin resmi dari BPOM sebagai bahan penolong produk pangan, perilaku konsumen yang menghirupnya demi efek euforia adalah sebuah penyimpangan yang berbahaya.

Praktik "ngebalon" yakni menghirup gas N2O dari balon untuk mendapatkan sensasi melayang, rileks, hingga tertawa spontan bukan tanpa risiko. Di balik euforia singkat tersebut, terdapat ancaman kesehatan serius hingga kematian.

Otoritas kesehatan internasional, termasuk U.S. Food and Drug Administration (FDA), telah mengeluarkan peringatan keras. Menghirup nitrous oxide secara sengaja dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut, kerusakan sistem saraf dan kematian mendadak akibat kekurangan oksigen.

Hingga kini, pemerintah terus mendalami langkah regulasi yang tepat agar produk kebutuhan kuliner ini tidak lagi memakan korban jiwa akibat disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penggunaan Whip Pink Makin Menggila, Legislator PKS Soroti Ketegasan BNN

Penggunaan Whip Pink Makin Menggila, Legislator PKS Soroti Ketegasan BNN

Video | Jum'at, 06 Februari 2026 | 09:00 WIB

Terungkap Isi Diary Lula Lahfah, Awkarin Sindir Menohok Reza Arap

Terungkap Isi Diary Lula Lahfah, Awkarin Sindir Menohok Reza Arap

Entertainment | Jum'at, 06 Februari 2026 | 11:58 WIB

Viral Whip Pink, Ternyata Pelaku Balap Mobil Banyak yang Suka Karena Faktor Ini

Viral Whip Pink, Ternyata Pelaku Balap Mobil Banyak yang Suka Karena Faktor Ini

Otomotif | Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:58 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB